Jangan Lengah! Berikut Tanda-Tanda Si Kecil Mulai Manja

www.go-dok.com

GoDok – Perkembangan teknologi yang berkembang amat pesat saat ini memang harus diakui  membawa banyak perubahan yang berdampak di segala sisi dalam masyarakat, termasuk dalam hal parenting, atau mengasuh anak. Kini, dengan mudah Anda dapat melihat banyak anak sejak usia balita lebih akrab dengan gadget ketimbang orangtua mereka. Tak jarang, orangtua memberikan gadget untuk dimainkan demi menenangkan sikap rewelnya. Jika cara ini yang Anda gunakan untuk memuaskan kebutuhan anak, berhati-hatilah. Sebab, bisa jadi Anda tengah membesarkan si kecil menjadi sosok yang manja.

Di masa kini, apa yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anak?

Dalam  dunia yang kerap berubah, membesarkan si buah hati dengan tujuan agar mereka mendapat kebahagiaan semu merupakan hal yang sia-sia. Tricia Ferrara, seorang pakar di bidang terapi keluarga dan parenting strategis, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan proses beradaptasi dan mengatasi setiap tantangan di dalam lingkungan yang berubah-ubah saat ini. Dan sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk memberikan pengalaman menjalani proses tersebut kepada si kecil.

(Baca: Ajari Anak Tanggung Jawab dengan Tips Jitu Ini!)

Lebih lanjut, menurut Ferrara, jika anak tidak pernah mendapatkan setiap keinginannya dari hasil usaha sendiri, melainkan hanya dengan mudah meminta dari orangtua, ia tak akan mampu ‘berlari’ dalam waktu yang lama. Di satu sisi, orangtua tentu merasa lebih mudah menangani kerewelan anak dengan segera memenuhi keinginannya. Namun, di sisi lain hal tersebut sebenarnya tidaklah sehat bagi anak. Karena itulah, di masa kini, orangtua harus mampu mempersiapkan anak untuk mengelola tenaga mereka sendiri demi mencapai tujuan di masa depan, bukan menghasilkan anak manja yang hanya berpikir mencapai sesuatu dari usaha orang lain.

Lantas, anak seperti apa yang dapat dikatakan manja?

Sejatinya, manja terhadap orangtua adalah hal yang wajar pada anak di bawah umur 5 tahun. Namun, jika telah melewati usia tersebut dan kemanjaan anak tak kunjung hilang, Anda perlu khawatir terhadap sikap si kecil. Terdapat tiga tanda yang dapat membuat seorang anak dikatakan manja.

Tanda-tanda ini dapat Anda amati sendiri dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Tanda pertama :  Si kecil tidak mau memakan hidangan yang sudah Anda siapkan di atas meja, dan Anda terpaksa harus menyediakan makanan lain seperti yang ia minta. Sekali-dua kali hal ini mungkin tak menjadi masalah, namun tidak untuk seterusnya. Jika si kecil menunjukkan kerewelan semacam ini, ingatkanlah ia untuk tidak hanya memakan panganan kesukaannya, dan ikut makan bersama dengan anggota keluarga lainnya.

Tanda kedua :  Si kecil menjadi kelewat rewel, bahkan mengamuk. Bagi balita, hal ini sudah biasa. Namun, jika seorang anak di atas usia 5 tahun melemparkan barang karena dia tidak mendapatkan hal yang diinginkan, hal ini tidaklah wajar. Sebab, pada usia ini anak sudah dapat memanipulasi sesuatu.

Tanda ketiga :  Si kecil menjadi terlalu bergantung kepada orang tua. Memang benar, anak harus selalu bergantung pada orang tua. Namun, jika anak tidak mau tidur sendiri, tidak mau ditinggalkan sementara bersama anggota keluarga lainnya atau pengasuh, bahkan melemparkan barang dan mengamuk saat orangtua meninggalkannya di sekolah, maka bisa jadi anak Anda sudah menjadi sosok yang manja.

Lalu, bagaimana cara agar anak tidak manja?

Jika anak Anda telah menunjukkan ketiga tanda di atas, bertindaklah cepat untuk mengubah sifat manjanya secara perlahan. Pertama, sebagai orangtua Anda harus mulai bersikap tegas. Jangan terlalu banyak bernegosiasi atau meminta persetujuan anak atas aturan-aturan yang sewajarnya, seperti waktu menggosok gigi atau batasan jam menonton televisi. Kedua, Anda harus konsisten atas setiap perkataan, bukan memberikan ancaman kosong hanya untuk menakut-nakuti anak.

(Baca: Si Kecil Manja? Yuk, Latih Kemandiriannya!)

Tips terakhir, sebagai orangtua Anda juga harus kuat dalam membesarkan anak. Beberapa dari Anda mungkin tidak ingin anak menjadi marah atau takut pada disiplin yang Anda terapkan. Meskipun begitu, orangtua juga harus berani untuk kuat melihat proses pendisiplinan anak mereka, dalam arti harus ada batasan yang jelas antara kasih sayang dan sikap menghargai orangtua. Selamat mencoba!