Intip Penjelasan Lengkap Mengenai Penyakit Flu Burung

Penyakit flu burung
Penyakit flu burung -atau dikenal juga dengan istilah ‘avian influenza’- merupakan penyakit yang dipicu oleh infeksi virus H5N1 atau H7N9. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, penyakit ini terbukti menelan banyak korban jiwa.

GoDok- Penyakit flu burungIngatkah Anda, bahwa beberapa tahun silam Indonesia diguncang oleh pemberitaan merebaknya virus mematikan yang dapat menjangkit manusia dan unggas? Ya, virus H5N1 pemicu flu burung mengalami kenaikan pamor karena terbukti mampu menginfeksi tidak hanya unggas, namun juga manusia -bahkan tercatat pernah menelan korban jiwa.

Simak penjelasan lengkap mengenai penyakit flu burung di sini:

Apa itu flu burung?

Penyakit flu burung -atau dikenal juga dengan istilah ‘avian influenza’- merupakan penyakit yang dipicu oleh infeksi virus H5N1 atau H7N9. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, penyakit ini terbukti menelan banyak korban jiwa. Ditenggarai, jatuhnya korban meninggal disebabkan oleh kurang pahamnya masyarakat akan gejala flu burung serta komplikasi penyakit ini apabila dibiarkan terus berlanjut.

Pada awalnya, flu burung hanya menimpa unggas, semisal ayam, angsa, bebek, dan burung. Namun, lambat laun virus bermutasi hingga akhirnya menginfeksi manusia. Selain virus H5N1 dan H7N9, sebenarnya masih banyak virus turunan pemicu flu burung (H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, dan H10N8). Namun, hanya dua jenis tadilah yang terbukti berbahaya bagi manusia.

Lantas, adakah gejala khas penyakit flu burung yang harus diwaspadai? Berikut poin lengkapnya:

  1. Pendarahan pada gusi yang berlangsung beberapa saat
  2. Mimisan
  3. Sakit perut, biasanya disertai dengan diare
  4. Nyeri dada.

Jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis, pesien flu burung berisiko besar mengalami komplikasi lanjutan, seperti:

  1. Pneumonia
  2. Sindrom gagal napas akut
  3. Kegagalan fungsi beberapa organ dalam tubuh, semisal ginjal dan jantung.
Sumber penyebaran flu burung

Mengingat bahaya yang disebabkan oleh flu burung, mungkin Anda bertanya-tanya, “Bagaimana penyakit ini dapat menyebar hingga akhirnya menginfeksi manusia?”. Ternyata, virus yang telah bermutasi dalam tubuh unggas dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat air liur dan debu/partikel halus di sekitarnya. Inilah mengapa banyak pihak yang mencurigai bahwa penyakit flu burung menyebar dari peternakan unggas yang tidak terjaga tingkat sanitasinya.

Lebih lanjut, penyakit flu burung juga mengintai Anda yang terbiasa mengonsumsi daging unggas yang tidak dimasak dengan sempurna. Pada daging unggas yang terinfeksi, kurangnya proses memasak menyebabkan virus di dalamnya tidak mati secara total. Dampaknya, virus dapat masuk lewat saluran pencernaan sebelum menginfeksi organ tubuh lainnya.

Apa yang harus dilakukan?

Seperti yang telah Anda ketahui, banyak ahli mewanti-wanti dampak berantai dari penyakit flu burung yang tidak ditangani dengan tepat. Ahli mengkhawatirkan bahwa jika tidak segera ditangani, virus pemicu fpenyakit flu burung dapat terus bermutasi hingga memungkinkan adanya penyebaran antar manusia. Inilah mengapa Anda perlu mempraktikkan beberapa langkah tanggap berikut ini:

  1. Jauhi lokasi yang dekat dengan peternakan unggas -khususnya peternakan yang terbukti tidak terjaga tingkat Jika tidak memungkinkan, maka segeralah berkoordinasi dengan pemilik peternakan agar setiap unggas peliharannya lulus uji flu burung.
  2. Jika ada saudara atau kerabat yang terbukti menderita flu burung, maka segera hubungi rumah sakit terdekat. Selain untuk mendapatkan penanganan yang tepat, langkah ini juga dianggap perlu karena dalam banyak kasus, penderita flu burung harus dikarantina agar virus tidak dapat menginfeksi orang lain.
  3. Masak daging unggas dengan sempurna. Mengapa? Karena virus penyebab flu burung pada dasarnya dapat mati jika dipanaskan dengan suhu optimal.

Itu tadi serba-serbi penyakit flu burung yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab dengan Tim Dokter Go Dok seputar penanganannya, langsung dari Smartphone. GRATIS!