Impetigo; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Impetigo

 

 

Impetigo merupakan gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya luka kemerahan di wajah, tangan, serta kaki. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, impetigo dapat “pecah” dan mengeluarkan cairan berwarna kuning jernih serupa madu.

Go Dok- Impetigo- Familiarkah Anda dengan penyakit impetigo? Yuk, kanali kondisi medis ini lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini:

Mengenal impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang bersifat menular dan umumnya menyerang bayi serta anak-anak. Biasanya, gangguan kulit ini ditandai dengan munculnya luka kemerahan di wajah (terutama di sekitar hidung dan mulut), tangan, serta kaki. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, impetigo dapat “pecah” dan mengeluarkan cairan berwarna kuning jernih serupa madu.

Dilihat dari jenisnya, maka penyakit ini dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Impetigo nonbullous

70% kasus impetigo termasuk ke dalam jenis ini. Bisanya, impetigo jenis ini diwalai dengan kemunculan lesi makulopapular yang beralih ke vesikula berdinding tipis, bersifat mudah pecah, serta meninggalkan bekas dangkal yang terasa nyeri dan ditutupi oleh kerak berwarna madu. Umumnya, impetigo nonbullous mengenai tubuh bagian kulit wajah dan ekstremitas (lengan dan tungkai).

2. Impetigo bullous

Impetigo bulosa disebabkan oleh infeksi bakteri S. aureus saja. Selain ditandai dengan kemunculan bula besar, rapuh, lembek, dan mudah pecah; impetigo jenis ini juga biasanya mengenai tubuh bagian tengah, ketiak, lengan & tungkai, serta daerah interkriginasi (popok).

Jika anak terbukti menderita impetigo, maka segeralah berkonsultasi ke dokter demi mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, anjurkan ia untuk tetap di rumah dan menghindari tempat umum -seperti taman bermain atau sekolah. Ini ditujukan untuk meminimalisir risiko menyebarnya  ke anak lain.

Gejala

Berikut beberapa gejala dan tanda umum penyakit ini:

  • Luka kemerahanyang cepat pecah. Jika sudah pecah, bekas luka akan berair selama beberapa hari, lalu membentuk kerak coklat kekuningan.
  • Timbulnya rasa gatal dan nyeri ringan
  • Lecet yang lebih besar (impetigo bulosa)
  • Ecthyme; kondisi medis yang ditandai dengan munculnya bisul berisi nanah di kulit pasien. Ini terjadi jika penyakit ini tidak ditangani dengan segera.
Penyebab

Ternyata, impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus dan/atau Streptococcus pyogenes. Perlu diketahui bahwa bakteri dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kulit pasein atau benda lain yang sering digunakan bersama, seperti pakaian, sprei, handuk, bahkan mainan.

Pada dasarnya, kulit yang sehat akan susah terinfeksi bakteri S.aureus. Namun, karena beberapa faktor eksternal (seperti suhu tinggi, kelembapan, riwayat penyakit kulit sebelumnya, usia, serta pengobatan antibiotik), kulit kemudian akan menjadi lebih rentan terhadap bakteri pemicu impetigo.

Selain faktor eksternal tadi, terdapat beberapa kondisi medis yang meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini, yaitu:

  • Penyakit kulit, seperti dermatofitosis, varicella, herpes simpleks, kudis, dan pediculosis
  • Luka pada kulit, seperti luka bakar, operasi, trauma, terapi radiasi, dan gigitan serangga
  • Penggunaan obat-obatan, misalnya kortikosteroid sistemik, retinoid oral, dan kemoterapi
  • Penyakit sistemik, misalnya infeksi HIV dan diabetes mellitus
Faktor risiko

Jika ditelisik lebih lanjut, ternyata terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena impetigo dibanding individu lain. Faktor yang dimaksud meliputi:

  • Usia; penyakit ini paling sering terjadi pada anak usia 2 sampai 5 tahun.
  • Lingkungan; impetigo menyebar dengan mudah di sekolah dan tempat penitipan anak.
  • Cuaca panas dan lembap.
  • Olahraga tertentu yang melibatkan kontak kulit-ke-kulit, seperti sepak bola dan
  • Kerusakan kulit yang disebabkan oleh infksi bakteri atau gigitan serangga.
  • Orang dewasa yang memiliki kekebalan tubuh rendah.
Komplikasi

Meskipun bukan termasuk ke dalam penyakit kulit yang berbahaya, namun jika tidak segera ditangani dapat memicu:

  • Selulitis
  • Masalah ginjal; salah satu jenis bakteri penyebabnyabisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi ginjal.
Diagnosis

Untuk menentukan jenis serta pengobatan impetigo yang paling tepat, dokter biasanya akan melihat serta menelaah luka khas yang ditimbulkan. Lebih lanjut, dokter juga dapat menyarankan uji laboratorium jika memang diperlukan.

Penanganan

Biasanya, pengobatannya melibatkan penggunaan antibiotik oral dan salep/krim. Untuk antibiotik berbentuk salep/krim, pasien biasanya disarankan terlebih dahulu untuk merendam daerah yang terkena dengan air hangat atau kain yang sudah dicelupkan terlebih dahulu. Langkah ini ditujukan untuk membantu menghilangkan keropeng sehingga antibiotik bisa meresap ke  kulit dengan maksimal

Untuk antibiotik jenis lain -yaitu oral-, dokter akan mengharuskan pasien untuk menyelesaikan seluruh pengobatan, bahkan jika luka sudah sembuh. Alasannya tidak lain demi mencegah infeksi berulang dan menekan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Selain dengan dua alternatif di atas, pasien juga bisa mendapatkan perawatan di rumah dengan cara mengobati luka menggunakan krim antibiotik atau salep yang mengandung bacitracin. Agar tidak menyebar, disarankan untuk memasangkan perban antilengket di area yang terkena penyakit ini.

Pencegahan

Ternyata, terdapat beberapa langkah jitu yang dapat dipraktikkan oleh Anda dan keluarga agar terhindar dari penyebarannya. Apa saja langkah yang dimaksud? Berikut poin lengkapnya:

  • Cuci daerah yang terkena dengan dan air mengalir, lalu tutup dengan kain kassa.
  • Cuci pakaian, seprai, dan handuk pasien impetigo secara rutin.
  • Pakailah sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotikdan cuci tangan dengan seksama sesudahnya.
  • Potong kuku pasien untuk mencegah timbulnya kerusakan pada kulit yang diakibatkan oleh
  • Jaga agar anak tetap di rumah sampai dokter menyatakan bahwa masa penularan sudah lewat.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.