Hordeolum; Penyebab, Gejala dan Penanganan

hordeolum

Hordeolum adalah kondisi peradangan supuratif (bernanah) pada kelenjar kelopak mata. Istilah ini sendiri berasal dari bahasa Latin (‘hordeum’) yang berarti biji gandum. Ternyata, penamaan ini didasarkan pada penampakan penyakit yang menyerupai biji gandum.

Go Dok – Mungkin, nama penyakit hordeolum masih terdengar asing di telinga Anda. Karenanya, yuk, kenali penyakit ini  lebih dekat lewat penjelasan khas Go Dok di bawah ini!

Mengenal Hordeolum

Hordeolum adalah kondisi peradangan supuratif (bernanah) pada kelenjar kelopak mata. Istilah ini sendiri berasal dari bahasa Latin (‘hordeum’) yang berarti biji gandum. Ternyata, penamaan ini didasarkan pada penampakan penyakit yang menyerupai biji gandum.

Biasanya disebabkan oleh infeksi Staphylococcus pada kelenjar minyak (sebasea) kelopak mata, penyakit ini  dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Hordeolum internum; mengacu pada infeksi kelenjar meibom yang terletak di dalam tarsus.
  • Hordeolum eksternum; mengacu pada infeksi pada kelenjar zeiss atau moll.

Ternyata, hordeolum yang mudah timbul pada individu yang menderita blefaritis (radang kelopak mata non-supuratif) dan konjungtivitis (radang selaput mata) menahun ini bisa menimpa pria maupun wanita; dengan angka kejadian pasien dewasa lebih banyak dibanding pasien anak-anak.

Penyebab

Sebelum menginjak pada pembahasan mengenai penyebabnya, ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu bahwa pada kelopak mata terdapat 3 kelenjar minyak utama -yaitu kelenjar zeis, moll, dan meibom. Jika kelenjar zeis dan moll terletak di ujung kelopak mata (tepatnya pada pangkal akar bulu mata), maka kelenjar meibom terletak pada permukaan lapisan dalam kelopak mata yang berhubungan langsung dengan selaput mata.

Nah, penyakit ini umumnya diawali dengan kondisi stasis dari minyak yang diproduksi kelenjar- kelenjar di atas. Penyumbatan kelenjar sendiri dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari penggunaan kosmetik, hygine yang buruk, atau pertumbuhan sel yang tidak normal. Kelenjar yang tersumbat kemudian akan mengundang infeksi bakteri S.aureus. Dampaknya, terbentuklah nanah yang membuat kelenjar yang tersumbat tadi bertambah besar sampai pada akhirnya ‘matang’ dan keluar.

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terkena hordeolum:

  • Hygiene yang buruk.
  • Riwayat penggunaan kosmetik.
  • Riwayat hordeolum sebelumnya.
  • Riwayat radang kelopak mata (blefaritis).
Gejala

Layaknya bisul pada bagian kulit tubuh lainnya, penyakit ini akan memicu timbulnya sensasi nyeri, bengkak, panas dan kemerahan. Pasien umumnya datang dengan keluhan berupa :

  • Kelopak yang bengkak disertai rasa sakit.
  • Mata terasa mengganjal, merah, dan nyeri bila ditekan.
  • Perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak mata.
  • Mata kabur yang disebabkan oleh penekanan benjolan pada mata.
Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan oleh dokter cukup dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik sederhana saja. Pemeriksaan fisik biasanya ditujukan untuk menentukan apakah undulasi pada benjolan sudah terbentuk atau belum.

Penanganan

Kompres hangat mata 4-6 kali sehari selama 15 menit untuk meredakan benjolan. Selain itu, Anda juga dapat membersihkan kelopak mata dengan air bersih atau dengan sabun/sampo bayi agar bisul segera sembuh.

Seperti bisul pada umumnya, pasien tidak dianjurkan untuk menekan atau menusuk hordeolum karena hal ini dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius. Selama belum sembuh, maka hindari dahulu pemakaian make-up atau lensa kontak; karena kemungkinan hal tersebut dapat memicu infeksi lanjutan.

Untuk mengobati penyakit ini, dokter umumnya akan meresepkan jenis obat berikut ini:

  • Oxytetrasiklin salep mata atau kloramfenikol salep mata yang harus diaplikasikan setiap 8 jam.
  • Kloramfenikol tetes mata diaplikasikan sebanyak 1 tetes/2 jam.
  • Eritromisin 500 mg yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak atau orang dewasa (dosis disesuaikan dengan berat badan).

Meskipun kebanyakan kasus hordeolum dapat sembuh dengan terapi obat-obatan di atas; namun, pada sebagian kecil kasusnya tidak menunjukkan respon apapun sehingga dokter harus merujuk pasien ke dokter mata untuk dilakukan bedah minor. Di bawah pengaruh obat anastesi, benjolan pada mata pasien akan ditoreh. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengeluarkan nanah yang terjebak di dalamnya.

Komplikasi

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hordeolum dapat memicu beragam komplikasi, seperti:

  • Abses palpebra.
  • Selulitis palpebra.
  • Hordeolum berulang.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.