Hipoglikemia; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang terukur lebih rendah dari nilai normal, penyebabnya sangatlah beragam dan bergantung pada riwayat kesehatan pasien.

GoDok- Pernahkah Anda mendengar istilah ‘hipoglikemia’? Jika belum, yuk, kenali kondisi medis yang satu ini lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut!

Mengenal hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang terukur lebih rendah dari nilai normal. Meskipun umumnya dikaitkan dengan pengobatan diabetes, namun nyatanya dapat disebabkan oleh kondisi medis lain.

Selain dengan pemberian makanan atau minuman, penyakit ini juga dapat ditangani dengan terapi obat-obatan; keduanya bertujuan untuk kembali meningkatkan gula darah agar berada di kisaran normal (70-110 mg/dL).

Gejala

Berikut beberapa gejala yang umum ditunjukkan oleh pasien hipoglikemia:

  • Cepat lelah
  • Kulit terlihat pucat
  • Peningkatan denyut jantung
  • Sensasi kesemutan di sekitar mulut

Jika tidak segera ditangani, maka dapat memburuk dan memicu gejala berikut:

  • Kebingungan
  • Gangguan visual, seperti penglihatan kabur
  • Kejang
  • Hilang kesadaran
Penyebab

Tahukah Anda, bahwa penyebab hipoglikemia sangatlah beragam dan bergantung pada riwayat kesehatan pasien? Berikut penjabaran lengkapnya:1

1. Kemungkinan penyebab pada penderita diabetes

Jika menderita diabetes, efek insulin pada tubuh berkurang drastis karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (diabetes tipe 1) atau karena sel kurang responsif terhadap insulin (diabetes tipe 2). Akibatnya, glukosa dapat terbentuk di aliran darah dan bisa mencapai kadar yang sangat tinggi. Untuk memperbaiki masalah ini, penderita diabetes umumnya mengonsumsi obat yang dirancang untuk menurunkan kadar gula darah. Jika dikonsumsi berlebihan, obat ini dapat menyebabkan penyakit ini. Untuk mencegah hal ini terjadi, kemungkinan dokter akan bekerja sama dengan penderita untuk menemukan dosis optimal yang sesuai dengan pola makan dan aktivitas reguler penderita.

2. Kemungkinan penyebab lain

Meksipun kasus penyakit ini pada pasien non-diabetes terhitung jarang, namun para ahli dan dokter meyakini bahwa kondisi ini tetap dapat terjadi karena satu atau banyak faktor berikut::

  • Konsumsi obat-obatan jenis tertentu, seperti kina (Qualaquin) yang biasa digunakan untuk mengobati malaria.
  • Konsumsi alkohol berlebih, hal ini terbuktibisa menghambat proses pelepasan glukosa oleh hati.
  • Beberapa penyakit kritis, seperti hepatitis stadium lanjut.
  • Kekurangan hormon.Kelainan tertentu pada kelenjar adrenal dan kelenjar pituitary dapat menyebabkan defisiensi hormon yang mengatur produksi glukosa.
  • Hipoglikemia setelah makan. Meskipun penyakit iniumumnya terjadi ketika tubuh belum mendapatkan asupan makanan, namun tidak pula menutup kemungkinan bahwa kondisi ini dapat terjadi setelah makan. Biasanya, hipoglikemia jenis ini disebabkan oleh tubuh yang memproduksi lebih banyak insulin daripada jumlah yang dibutuhkan.
 Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter umumnya akan menggunakan metode Trias Whipple’s:

  • Gejala dan tanda hipoglikemia.Pada awal kunjungan, pasien mungkin tidak menunjukkan gejala dan tanda penyakit ini. Oleh karena itu, dokter umumnya akan meminta pasien untuk puasa selama semalam ; tujuannya tidak lain adalah untuk merangsang kemunculan gejala dan tandanya. Bahkan jika memang diperlukan, dokter bisa meminta pasien untuk rawat inap sejenak.
  • Hasil tes glukosa darah saat tanda dan gejala terjadi.Dokter akan menarik sampel darah untuk dianalisis di laboratorium.
  • Hilangnya tanda dan gejala saat kadar glukosa darah naik.Bagian ketiga dari trias diagnostik ini ditujukan untuk melihat apakah tanda dan gejala hilang saat kadar glukosa darah naik.
 Penanganan

Ternyata, penanganannya dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Penanganan awal segera

Penanganan awal segera ini tergantung pada gejala yang terjadi. Gejala awal biasanya bisa diobati dengan mengonsumsi 15-20 gram karbohidrat ‘cepat’, seperti permen, jus buah, minuman ringan, atau tablet/gel glukosa.

Namun, jika gejala bertambah parah, maka pasien mungkin saja memerlukan suntikan glukagon atau glukosa intravena.

  • Pengobatan kondisi yang mendasarinya

Untuk mencegahnya berulang, umumnya dokter akan mengidentifikasi kondisi yang mendasarinya; lalu menyesuaikan jenis dan dosis obat sesuai dengan hasil identifikasi.

Selain dengan menerapkan langkah penanganan di atas, pasien juga dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mempraktikkan cara berikut:

  1. Bagi penderita diabetes, sangat dianjurkan untuk mengikuti rencana pengelolaan dengan hati-hati. Selain itu, pahami dengan benar-benar efek samping apa saja yang mungkin muncul jika obat yang diresepkan dokter dikonsumsi secara berlebihan.
  2. Menggunakan perangkat Continuous glucose monitor(CGM). Dengan memasukkan kawat kecil di bawah kulit, perangkat ini dapat mengirimkan pembacaan glukosa darah setiap lima menit atau lebih. Jika tingkat gula darah menurun terlalu rendah, maka CGM akan memberikan peringatan berupa alarm.
  3. Jika Anda tidak menderita diabetes tetapi mengalami episode hipoglikemia berulang, maka biasakanlah untuk sering mengonsumsi kudapan. Tapi, ingat! Pendekatan ini bukanlah strategi jangka panjang, karena Anda tetap dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter demi mengenali dan mengobati penyebabnya.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.