Hipertensi; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Hipertensi

 

 

Hipertensi –yang dikenal dengan sebutan darah tinggi- merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik terukur ≥140mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Go Dok- Hipertensi- Pernahkah Anda memeriksakan kesehatan ke klinik atau dokter, dan mendapati tekanan darah Anda lebih tinggi dari seharusnya? Jika pernah, berhati-hatilah. Sebab, tekanan darah tinggi, alias hipertensi juga dapat memicu penyakit lainnya yang lebih serius. Yuk, simak penjelasan lengka gejala, penyebab dan penanganannya berikut ini!

Mengenal hipertensi

Hipertensi –yang dikenal dengan sebutan darah tinggi- merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik terukur ≥140mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Berdasarkan Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7), klasifikasi hipertensi –berdasarkan pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik- untuk usia ≥18 tahun adalah sebagai berikut…

Normal : sistolik <120 mmHg, diastolik <80 mmHg

Prehipertensi : sistolik 120-139 mmHg, diastolik 80-89 mmHg

Hipertensi stage 1 : sistolik 140-159 mmHg, diastolik 90-99 mmHg

Hipertensi stage 2 : sistolik ≥160 mmHg, diastolik ≥100 mmHg

Penyebab

Hipertensi digolongkan menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer biasanya terjadi karena genetik dan gaya hidup. Hipertensi sekunder biasanya terjadi karena beberapa penyebab seperti gangguan ginjal, gangguan kelenjar tiroid, menggunakan obat-obatan ilegal (kokain, amfetamin), mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu sangat lama . Umumnya, 90%-95% kasus hipertensi masuk ke dalam golongan hipertensi primer.

Gejala

Seseorang yang menderita hipertensi belum tentu menunjukkan gejala-gejala tertentu seperti saat terkena penyakit-penyakit lain. Hal inilah yang menyebabkan hipertensi juga dikenal dengan julukan “the silent killer”.

Faktor risiko

Terdapat beberapa faktor risiko hipertensi, yaitu :

  • Umur. Resiko semakin tinggi ketika seseorang berada pada middle age –sekitar usia 45 tahun.
  • Riwayat penyakithipertensi pada keluarga.
  • Berat badan berlebih (overweight maupun obese). Semakin berat bobot badan seseorang maka semakin besar juga kebutuhan tubuh untuk memenuhi suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan. Semakin meningkat sirkulasi darah maka semakin besar juga tekanan pada dinding arteri.
  • Tidak aktif secara fisik.Orang yang tidak aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin keras jantung harus bekerja -berkontraksi sehingga menyebabkan penebalan pada dinding arteri . Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan resiko kelebihan berat badan.
  • Merokok
  • Konsumsi sodium yang berlebihan
  • Konsumsi potassium yang kurang. Potassium membantu menyeimbangkan jumlah sodium dalam tubuh. Jika kurang mengonsumsi potassium, maka jumlah sodium dapat meningkat dalam darah.
  • Mengonsumsi alkohol
  • Stres
  • Keadaan kronikyang menyertai timbulnya penyakit ini, seperti gangguan ginjal, diabetes, sleep apnea.

Meskipun umumnya hipertensi terjadi pada orang dewasa, namun anak-anak pun juga tidak terlepas dari risiko terjadinya penyakit ini. Dewasa kini, pola makan dan gaya hidup modern berperan besar terhadap faktor risiko terjadinya hipertensi; beberapa diantaranya seperti diet yang salah/tidak sehat, obesitas dan juga kurangnya aktivitas fisik.

Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis seseorang menderita hiperetensi berdasarkan pemeriksaan klinis yang dilakukan, yaitu dengan mengukur tekanan darah. Selain itu, dokter juga akan bertanya tentang riwayat penyakit sebelumnya, untuk mengetahui apakah terdapat penyakit kardiovaskular lainnya. Jika memang diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan urin, pemeriksaan fungsi ginjal maupun pemeriksaan EKG.

Penanganan

Perubahan gaya hidup –menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi solusi untuk mengontrol hipertensi adalah hal pertama yang dapat Anda terapkan guna menangani hipertensi. Dokter biasanya akan menyarankan untuk menerapkan pola makan rendah garam –kurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, berhenti merokok dan konsumsi alkohol, dan mengontrol berat badan.

Tetapi, terkadang menerapkan gaya hidup sehat belum cukup; sehingga mungkin saja dokter akan merekomendasikan beberapa obat untuk mengontrol tekanan darah Anda. Obat-obatan untuk mengontrol hipertensi ini terdiri dari beberapa golongan, mulai darai golongan diuretik, beta bloker, Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs), hingga calcium channel blockers.

Umumnya, tujuan dari pengobatan hipertensi adalah sebagai berikut :

  • Mencapai tekanan darah kurang dari 150/90 mmHg (jika orang dewasa sehat, berusia 60 tahun atau lebih)
  • Mencapai tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg (jika orang dewasa berusia dibawah 60 tahun)
  • Mencapai tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg (jika memiliki riwayat gangguan ginjal kronis, diabetes, dan atau gangguan kardiovaskular lain).
Komplikasi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa penyakit bawaan atau turunan, yang beberapa di antaranya adalah :

  • Serangan jantung maupun stroke. Hipertensi dapat menyebabkan aterosklerosis –dimana keadaan ini dapat menuntun kepada serangan jantung, stroke, maupun komplikasi kardiovaskular lainnya.
  • Gagal jantung. Untuk memompa darahpada keadaan hipertensi, otot jantung bisa saja menebal sehingga otot tersebut mungkin mengalami kesulitan dalam hal memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh -yang bisa menyebabkan gagal jantung.
  • Gangguan/kerusakan pembuluh darah di ginjal.
  • Gangguan/kerusakan pembuluh darah di daerah sekitar mata.Hal ini bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan.
  • Sindrom metabolik.
  • Kemampuan mengingat berkurang.

Nah, itu dia serba-serbi hipertensi yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Segera Tanya Dokter apabila kesehatan Anda terganggu. Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk Tanya Jawab bersama Tim Dokter Go Dok seputar permasalahan kesehatan Anda. GRATIS!