Hiperhidrosis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

http://go-dok.com/?s=Moluskum

 

 

Hiperhidrosis mengacu pada kondisi media di mana individu memnproduksi keringat secara berlebihan. Memang, berkeringat sendiri merupakan hal yang lumrah terjadi; namun, jika terjadi secara berlebihan, maka kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup individu terkait.

Go Dok – Istilah ‘hiperhidrosis’ mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Padahal, kondisi ini dapat mendera kapan saja, lho! Karenanya, yuk kenali penyakit ini sejak dini lewat penjelasan lengkap khas Go Dok di bawah!

Mengenal hiperhidrosis

Sejatinya, istilah ‘hiperhidrosis’ mengacu pada kondisi medis di mana individu memnproduksi keringat secara berlebihan. Memang, berkeringat sendiri merupakan hal yang lumrah terjadi; namun, jika terjadi secara berlebihan, maka kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup individu terkait.

Seperti yang telah Anda ketahui, berkeringat diperlukan tubuh untuk menstabilkan suhunya ketika kepanasan (pendinginan). Namun, pada penderitanya keringat akan tetap diproduksi; meskipun tubuh tidak sedang kepanasan. Produksi keringat berlebih sendiri biasanya hanya terjadi di bagian tubuh tertentu saja, semisal telapak tangan, kaki, ketiak, atau kepala.

Selain mengganggu aktivitas, penyakit ini akan memengaruhi produktivitas kerja, kepercayaan diri, dan kenyamaan sosial. Karenanya, jika Anda terbukti menderita kondisi ini, jangan ragu lagi untuk berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat!

Epidemiologi
  • Di Kanada, hiperhidrosis menimpa 3% populasiwarganya.
  • Hanya 38% penderita hiperhidrosis yang mengonsultasikan kondisinya ketenaga medis profesional.
  • Di Jepang, kejadian hiperhidrosis pada area tangan meningkat sebanyak 20 kali dibandingkan negara-negara lainnya.
  • Rasio pria dan wanita yang menderita adalah 1 : 1.
  • Dapat terjadi di segala usia.
Penyebab

Seperti yang telah Anda ketahui, saraf dalam tubuh akan mengirimkan sinyal pada kelenjar keringat untuk memproduksi keringat jika tubuh dalam kondisi kepanasan. Namun, dalam kasus hiperhidrosis, reaksi saraf ini terlalu berlebihan sehingga memicu produksi keringat yang tidak wajar.

Dilihat dari penyebabnya, penyakit ini dibagi menjadi dua -yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Simak rincian lengkap berikut ini!

1. Hiperhidrosis primer; sejatinya jenis ini belum dapat diidentifikasi penyebabnya. Namun, para ahli percaya terdapat setidaknya 3 faktor yang turut berkontribusi, seperti:

  • Saraf; beberapa studi menunjukkan bahwa saraf turut borkontribusi terhadap kejadian penyakit ini.
  • Kelenjar keringat;kelenjar keringat yang tersebar di area tubuh tertentu menjelaskan mengapa penyakit ini seringnya menimpa satu bagian tubuh saja.
  • Gen; riwayat keluarga diduga kuat menjadi penyebab terjadinya penyakit ini. Mutasi genetik juga telah terbukti dapat mengacak-acak sel pada tubuh dan mengganggu kerja normal tubuh.

2. Hiperhidrosis sekunder; disebabkan oleh:

  • Menopause.
  • Gelisah atau stres.
  • Obesitas.
  • Gula darah yang rendah.
  • Konsumsi alkohol berlebih.
  • Riwayat penyakit tertentu, seperti parkinson.
  • Kelainan sel darah atau sumsum tulang.
  • Tumor.
  • Gout.
Gejala

Ingat! Tanda & gejala penyakit ini pada setiap individu sangatlah beragam. Namun, secara garis besar  ditandai dengan:

  • Tangan terasa dan terlihat sangat basah.
  • Keringat keluar secara berlebihan tanpa adanya aktivitas fisik.
  • Produksi keringat berlebih hanya terjadi di area tubuhtertentu
  • Keringat muncul saat bangun tidur, meskipun suhu kamar tidak panas
Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien yang diduga menderita hiperhidrosis, dokter akan mengandalkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya. Jika pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan lain, maka pemeriksaan penunjang dilakukan jika hasil yang didapat dari pemeriksaan sebelumnya dirasa masih kurang komprehensif.

Penanganan

Setelah mengetahui penyebab hiperhidrosis, dokter akan meresepkan beragam jenis obat-obatan. Tidak berhenti sampai di situ, pasien juga akan dianjurkan untuk mulai mengubah pola hidupnya, seperti:

  • Menghindari segala faktor yang dapat memicu produksi kerinhgat berlebih
  • Berhenti mengonsumsi miras
  • Menghindari penggunaan pakaian yang ketat
  • Memilih pakaian dengan cermat -misalnya, dengan mempertimbangkan kain jenis apa yang dapat menyerap keringat dengan optimal.
  • Menghindari makanan yang memicu keringat berlebih, seperti makanan pedas dan panas.

Memang, diperlukan kesabaran dalam menangani penyakit ini. Namun, dengan menerapkan langkah-langkah di atas, pasien dapat meminimalisir gejala sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat memicu beragam komplikasi, sepert:

  1. Infeksi jamur.
  2. Bau badan berlebih (bromhidrosis).
  3. Depresi.

Mengingat banyaknya komplikasi yang disebabkan oleh hiperhidrosis, maka jangan lagi merasa malu untuk mengonsultasikan kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat jika Anda terbukti menderita kondisi ini!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.