Hiperhidrosis; Kondisi di Mana Anda Mengeluarkan Keringat Berlebih

Hiperhidrosis
Hiperhidrosis mengacu pada kondisi di mana tubuh memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak dari kadar normal.

GoDok- Hiperhidrosis- Mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, gejala kondisi medis ini ternyata sangat umum terjadi. Apa gejala yang dimaksud? Tidak lain adalah kecenderungan tubuh memproduksi keringat dalam jumlah banyak. Meskipun terdengar tidak membahayakan, namun banyak yang mengeluhkan bahwa kondisi ini membuat mereka kehilangan kepercayaan diri. Selain itu, banyak pula yang mengkhawatirkan bahwa kondisi ini merupakan tanda dari penyakit lain. Benarkah seperti itu? Daripada terus berlarut-larut dalam ketidaktahuan, ada baiknya Anda simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu hiperhidrosis?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kondisi ini mengacu pada kondisi tubuh memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak dari kadar normal. Ternyata, kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Hiperhidrosis primer

Meskipun penyebab utamanya belum diketahui, namun para ahli mencurigai bahwa jenis ini dipicu oleh kerja sistem saraf simpatis yang terlampau aktif.

2. Hiperhidrosis sekunder

Dilihat dari penyebabnya, jenis ini dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Hiperhidrosis general yang dipicu oleh konsumsi obat-obatan atau penyakit tertentu.
  • Hiperhidrosis lokal yang dipicu oleh kerusakan fungsi sistem saraf simpatis akibat trauma atau faktor genetika.
  • Hiperhidrosis akibat perubahan emosi (cemas, gelisah, dll). Jenis inilah yang memicu produksi keringat di telapang tangan & kaki dan ketiak.
Ternyata, ini dia faktor pemicunya

Ditilik dari pembahasan di atas, terlihat bahwa salah satu jenisnya -yaitu hiperhidrosis general- dapat dipicu oleh penyakit. Apa saja penyakit yang dimaksud? Berikut poin lengkapnya:

1. Gangguan tiroid

Istilah ini mengacu pada kondisi di mana kerja dan fungsi kelenjar tiroid mengalami gangguan, Dampaknya, produksi hormon beberapa jenis hormon -semisal tiroksin dan tiroid- akan turut terpengaruh.

2. Diabetes

Seperti yang telah Anda ketahui, diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya jumlah gula darah dalam tubuh.

3. Artritis rematoid

Penyakit yang lebih dikenal dengan istilah ‘rematik’ ini mengacu pada kondisi di mana persendian tubuh mengalami peradangan. Akibatnya, pasien akan mengeluhkan nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi.

4. Parkinson

Mengacu pada kondisi di mana sel saraf di otak bagian tengah perlahan mengalami degenerasi, parkinson umumnya ditandai dengan tubuh yang sering mengalami tremor atau gemetar berlebih.

5. Endokarditis

Termasuk penyakit langka, endokarditis mengacu pada kondisi medis di mana lapisan jantung bagian dalam terkena infeksi.

6. Gagal jantung

Dikenal juga dengan istilah gagal jantung kongestif, penyakit ini ditandai dengan ketidakmampuan organ jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup.

7. Leukimia

Leukimia -atau kanker darah- ditandai dengan meningkatnya jumlah sel darah putih secara drastis.

8. HIV/AIDS

Terakhir, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit menular seksual yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Selain dikenal sebagai penyakit yang mematikan, HIV/AIDS juga tersohor sangat mematikan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.