Hiperemesis Gravidarium; Kenali Kondisi Medis Ini di Sini

hiperemesis gravidarum

Hiperemesis gravidarum mengacu pada kondisi di mana ibu hamil mengalami fase mual dan muntah parah. Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya; “Apa bedanya hiperemesis gravidarum dengan morning sickness?”

Go Dok  Bagi ibu hamil, Anda tentunya sering mendengar istilah ‘hiperemesis gravidarum’, bukan? Yuk, kenali lebih dekat kondisi medis yang satu ini lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut:

Apa itu hiperemesis gravidarum?

Ternyata, istilah hiperemesis gravidarum mengacu pada kondisi di mana ibu hamil mengalami fase mual dan muntah parah. Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya; “Apa bedanya hiperemesis gravidarum dengan morning sickness?”. Jika morning sickness biasanya berlangsung hanya di 14 minggu pertama masa kehamilan, maka kondisi ini bisa berlangsung lebih lama dari waktu tersebut ; atau bahkan terjadi selama 9 bulan penuh. Perbedaan lainnya juga terletak pada intensitas mual dan muntah. Jika morning sickness umumnya terjadi di pagi hari dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi, maka hiperemesis gravidarum akan membuat ibu hamil mual dan muntah seharian. Bahkan, dalam beberapa kasus, penderita bisa muntah-muntah sebanyak 50 kali dalam sehari.

Lantas, adakah gejala khas yang harus diwaspadai? Berikut poin lengkapnya:

  • Mual dan muntah parah; umumnya terjadi selama 16 minggu atau lebih.
  • Sakit kepala.
  • Urin yang dikeluarkan sedikit.
  • Kebingungan.
  • Pingsan.
  • Kulit dan bagian putih mata terlihat menguning; penyakit kuning.
  • Sekresi air liur berlebih.
  • Jantung berdebar.
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman.
Apa sih penyebab hiperemesis gravidarum?

Meskipun penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti; namun banyak ahli mengaitkan hiperemesis gravidarum dengan perubahan kondisi hormonal ibu hamil, di mana produksi beberapa hormon -seperti HCG, estrogen, dan progesteron- mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama masa kehamilan.

Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh riwayat penyakit tertentu. Ya, dalam beberapa kasus, kondisi ini muncul pada ibu hamil yang terbukti pernah menderita penyakit hati, gangguan sistem pencernaan dan gerakan peristaltik, dan infeksi.

Apa yang terjadi jika hiperemesis gravidarum tidak segera ditangani?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ibu hamil yang menderita kondisi ini akan mengalami mual dan muntah parah. Lantas, apa yang akan terjadi jika kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan dokter? Ternyata, langkah teledor ini dapat memicu beberapa komplikasi medis, seperti:

  1. Malnutrisi pada ibu hamil dan janin.
  2. Dehidrasi.
  3. Tidakseimbangnya kadar elestrolit dan asam-basa dalam tubuh ibu hamil.
  4. Memicu kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan rendah.
  5. Meningkatnya tekanan darah dan jumlah asam keton.
  6. Kematian ibu dan janin.
Apa yang harus dilakukan?

Jika ibu hamil terbukti mengalami beberapa atau banyak gejala hiperemesis gravidarum, maka disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Hal ini ditujukan untuk menghindari kemungkinan terburuk yang dapat menimpa ibu dan janin.

Selain itu, Anda juga bisa mempraktikkan beberapa langkah supportivedi rumah, seperti:

  • Memastikan ibu hamil untuk selalu menggunakan pakaian longgar. Mengapa? Karena pakaian ketat justru akan memperparah mual dan muntah.
  • Jauhkan ibu hamil dari sumber bau-bau menyengat.
  • Pastikan agar ibu hamil tidak terlalu banyak bergerak atau beraktivitas.
  • Sediakan air jahe atau soda ketika mual terasa. Selain itu, anjurkan juga ibu hamil untuk sering mengonsumsi makanan dan kudapan yang tinggi karbohidrat namun rendah lemak.

Itu tadi sekelumit penjelasan terkait hiperemesis gravidarum. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan? Yuk, gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasikan seputar penanganannya dengan Dokter Go Dok. GRATIS! Download aplikasinya di sini.