Hepatitis; Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Hepatitis

Badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa setidaknya 400 juta penduduk dunia mengidap penyakit hepatitis; dengan 1,4 juta diantaranya meninggal dunia karena penyakit yang satu ini. Di Indonesia sendiri -menurut data Pusdatin Kemenkes & Riskesdas Badan Litbangkes tahun 2013-, setidaknya terdapat 2,9 juta orang yang dipastikan terinfeksi hepatitis. 

GoDok – Hepatitis- sudah sejak lama menjadi momok di tengah-tengah masyarakat Indonesia karena mengacu pada sebuah penyakit mematikan. Sebelum terlambat, ayo, kenali  serta cara penangannya dengan menyimak penjelasan lengkap di bawah ini!

Mengenal Hepatitis

Perlu diketahui bahwa hepatitis berasal dari dua suku kata; yaitu hepar yang berarti hati dan itis yang berarti inflamasi (peradangan). Karenanya, secara umum hepatitis dapat dipahami sebagai penyakit yang memicu terjadinya kerusakan sel-sel di organ hati.

Badan kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa setidaknya 400 juta penduduk dunia mengidap penyakit hepatitis; dengan 1,4 juta diantaranya meninggal dunia karena penyakit yang satu ini. Di Indonesia sendiri -menurut data Pusdatin Kemenkes & Riskesdas Badan Litbangkes tahun 2013-, setidaknya terdapat 2,9 juta orang yang dipastikan terinfeksi hepatitis. Namun, kedua data tersebut tidak dapat dijadikan patokan pasti sebab banyak pihak yang percaya bahwa hepatitis merupakan salah satu penyakit yang grafiknya menyerupai fenomena gunung es. Artinya, jumlah penderita yang datang ke rumah sakit atau pusat kesehatan lainnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penderita sesungguhnya.

Penyebab

Jika dilihat dari penyebabnya, maka hepatitis dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu hepatitis akibat infeksi virus dan hepatitis non-virus (tidak dipicu oleh infeksi virus).

– Hepatitis virus

Sesuai dengan namanya,  kategori ini disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis yang menyerang organ hati. Infeksi virus inilah yang kemudian menyebabkan peradangan serta memicu kerusakan sel-sel hati

– Hepatitis non-virus

Hepatitis non virus dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Akumulasi senyawa kimia di dalam tubuh yang berasal dari kebiasaan mengonsumsi obat-obatan atau suplemen kesehatan tertentu.
  2. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
  3. Adanya kelainan sistem imunitas tubuh. Para ahli masih belum bisa menentukan kenapa sistem imun dapat berbalik menyerang dan memicu timbulnya peradangan, luka, hingga kegagalan fungsi organ hati.
Gejala

Umummnya, penderita hepatitis akan menunjukkan beberapa gejala umum, seperti:

  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Kulit dan mata berwarna kuning (jaundice)
  • Urin berwarna kuning pekat (berwarna seperti air teh)
  • Nyeri perut bagian kanan atas

Perlu diingat bahwa di masa-masa awal penyebaran penyakit, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, seiring dengan bertambah parahnya kondisi organ hati, maka semakin banyak pula gejala yang ditunjukkan.

Detail jenis-jenis hepatitis

Seperti yang telah kita ketahui, terdapat beberapa jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis hepatitis tadi:

Hepatitis A

  • Jika dibandingkan jenis yang lain, maka hepatitis A dapat dianggap sebagai jenis hepatitis yang paling ringan. Dikatakan begitu karena jenis ini umunya tidak menyebabkan infeksi kronik serta dapat sembuh dengan sendirinya
  • Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Virus ini umumnya menular melalui fecal oral –istilah yang mengacu pada cara penularan penyakit melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita.
  • Karena kebanyakan kasus hepatitis A dipicu oleh rendahnya tingkat sanitasi pribadi dan lingkungan sekitar; maka demi menghindarinya, Anda dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
  1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  2. Menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat  dengan cara rutin mencuci tangan dengan sabun setiap habis menggunakan toilet maupun sebelum dan sesudah makan.
  3. Mengolah atau memasak makanan dan minuman hingga matang
  4. Mendapatkan vaksin Hepatitis A saat akan mengunjungi daerah atau negara yang dikenal sebagai wilayah endemik penyebaran hepatitis A.

Hepatitis B

  • Hepatitis jenis ini disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B (HBV). Cara penularannya sendiri dapat bersifat vertikal maupun horizontal; vertikal jika penyakit terbukti menular dari orangtua ke anak, dan horizontal jika penyakit ditularkan melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik/pisau cukur/peralatan tato yang tercemar, transplantasi organ, serta transfusi darah.
  • Untuk menegakkan diagnosis penyakit hepatitis B, maka Anda dianjurkan untuk menjalani beberapa tes, mulai dari tes fungsi hati, pemeriksaan serologi HBsAg, serta IgM anti HBC.
  • Cegah penularan penyakit hepatitis B dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengikuti program nasional imunisasi yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu imunisasi HB0 (<12jam), DPT/HB1 (2 bulan), DPT/HB2 (3 bulan), DPT/HB3 (4 bulan).
  • Pengobatan hepatitis B sangatlah bergantung pada fase penyebaran penyakit. Pada fase akut, misalnya, penderita akan diberikan jenis pengobatan yang bersifat simtomatis (sesuai dengan gejala yang timbul). Namun, pengobatan untuk fase kronik biasanya bersifat antiviral dengan tujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita sekaligus menurunkan risiko timbulnya penyakit sirosis dan hepatoma.

Hepatitis C

  • Hepatitis jenis ini dipicu oleh infeksi virus Hepatitis C (HCV). Hampir serupa dengan hepatitis B, hepatitis C dapat menular melalui pemakaian jarum suntik yang tercemar, transplantasi organ, hubungan seksual yang tidak aman, bahkan penularan dari orangtua ke anak.
  • Pengobatan untuk penderita hepatitis C biasanya berupa kombinasi terapi antiviral.
  • Hingga kini, belum ditemukan vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit hepatits C.

Hepatitis D

  • Hepatitis jenis ini disebabkan oleh virus Hepatitis D (HDV) –atau dikenal juga sebagai virus delta-. Perhatikan bahwa Hepatitis D dapat muncul pada penderita Hepatitis B yang tidak ditangani secara tepat.
  • Mereka yang terkena hepatitis B berisiko besar mengidap hepatitis D.
  • Belum ditemukan vaksin untuk hepatitis jenis ini

Hepatitis E

  • Hepatitis jenis ini disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis E (HEV). Dan selayaknya hepatitis A, hepatitis E umumnya menular melalui fecal oral.
  • Untuk menegakkan diagnosis hepatitis E, diperlukan pemeriksaan IgM dan IgG antiHEV.
  • Hepatitis E, layaknya hepatitis A, dapat dicegah melalui beberapa cara, seperti:
  1. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  2. Menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat  dengan cara rutin mencuci tangan dengan  sabun setiap habis menggunakan toilet maupun sebelum dan sesudah makan.
  3. Mengolah atau memasak makanan dan minuman hingga matang.
  • Saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis E.

Nah, itu dia informasi seputar hepatitis. Jaga selalu kesehatan Anda, ya. Semoga Bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.

 

Comments are closed.