Hemoroid; Penyebab, Gejala dan Penanganan

hemoroid
Hemoroid, yang lebih umum dikenal dengan nama wasir, terjadi karena adanya pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus.

GoDok HemoroidPernahkah Anda buang air besar, dan mendapati feses (kotoran) Anda berdarah? Hati-hati! Bisa saja, Anda tengah menderita wasir. Meskipun sudah cukup sering terjadi pada masyarakat indonesia, namun kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang wasir masih cukup minim. Karena itu, ada baiknya Anda menyimak penjelasan serba-serbi wasir berikut ini!

Mengenal hemoroid

Hemoroid, yang lebih umum dikenal dengan nama wasir, terjadi karena adanya pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus. Pelebaran dan inflamasi ini kemudian akan menyebabkan pembengkakan submukosa pada lubang anus. Secara medis, hemoroid dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

1. Hemoroid interna

Hemoroid jenis ini terjadi akibat pelebaran pleksus hemoroidalis superior; yang terletak di atas garis mukokutan (linea dentata) dan ditutupi oleh mukosa.

2. Hemoroid eksterna

Hemoroid jenis ini terjadi akibat pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroidalis inferior; yang posisinya di bawah  linea dentata dan ditutupi oleh epitel gepeng.

Gejala dan Tanda

Berikut adalah gejala dan tanda-tanda yang umumnya akan Anda alami saat terkena wasir :

  • Terjadi pendarahan (darah berwarna merah segar) tanpa rasa sakit saat buang air besar
  • Gatal dan/atau nyeri di daerah anus
  • Munculnya benjolan di dekat anus yang mungkin dapat terasa menyakitkan

Selain gejala umum yang telah disebutkan sebelumnya, setiap jenis hemoroid memiliki gejala-gejala khusus lanjutan tersendiri. Untuk jenis hemoroid interna, terdapat  4 derajat (tingkatan) penyakit, yang setiap derajatnya memiliki gejala-gejala khusus sebagai berikut :

  • Derajat I :Tonjolannya masih terletak di lumen rektum, dan biasanya keluhan penderita hanyalah terjadinya perdarahan saat buang air besar.
  • Derajat II :Tonjolan akan keluar dari anus ketika buang air besar, dan kembali masuk dengan sendirinya setelah selesai BAB.
  • Derajat III :Tonjolan keluar saat Anda buang air besar, namun harus didorong unutk masuk kembali setelah proses BAB
  • Derajat IV :Tonjolan dapat keluar saat Anda buang air besar, namun tidak dapat didorong masuk

Sementara itu, jenis hemoroid eksterna dibagi lagi menjadi akut dan kronik. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis tersebut, beserta gejala khususnya :

  • Pada hemoroid eksterna akut, akan terdapat pembengkakan berbentuk bulat kebiruan pada pinggir anus yangsebenarnya merupakan hematoma, namun disebut pula dengan hemoroid trombosis eksterna akut. Pada keadaan ini, umumnya rasa nyeri meningkat.
  • Sedangkan pada hemoroid eksterna kronik –disebut juga skin tag- merupakan satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah.

(Baca: Ini Dia Penyebab Buang Air Besar Tidak Lancar)

Faktor resiko

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini pada seseorang :

  • Usia. Pada usia lanjut terjadi degenerasi seluruh jaringan tubuh; termasuk otot sfingter ani-yang berfungsi untuk mengatur gerakaan membuka dan menutupnya jalur pembuangan di anus-  menjadi tipis dan berkurang ketegangan ototnya (atonis). Karenanya, seseorang lebih berisiko terkena wasir di usia tuanya.
  • Seseorang yang harus berdiri, duduk dalam waktu lama, atau mengangkat barang berat lebih rentan terkena wasir.
  • Semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya tekanan intra abdomen, seperti penderita hipertrofi prostat, sembelit akut, dan orang yang sering mengejan kuat  pada ketika buang air besar.
  • Pada wanita hamil dapat terjadi pengembangan (dilatasi) vena ekstremitas dan anus oleh karena ada sekresi hormon relaksin.
  • Penyakit tertentu.Terdapat bendungan pada peredaran darah portal, misalnya pada penderita sirosis hepatis.
Diagnosis

Umumnya, dokter akan bertanya tentang riwayat buang air besar Anda, apakah sering keras sehingga tekanan intra abdominal meninggi –mengejan-, dan apakah Anda sering duduk berjam-jam di WC hanya untuk menunggu feses keluar. Jika Anda sudah pada tahap hemoroid eksterna, maka dokter dapat melihat bentuk ini dengan jelas, terutama jika sudah terjadi trombosis. Untuk memeriksa hemoroid interna penderita akan diminta mengejan. Selain itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti :

  • Pemeriksaan colok dubur

Pada pemeriksaan ini, hemoroid interna derajat awal tidak dapat dirasakan ataupun diraba, sebab tekanan vena di dalamnya tidak terlalu tinggi dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Jika ukurannya sudah cukup besar, barulah wasir dapat dirasakan. Pemeriksaan colok dubur ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rektum.

  • Pemeriksaan anoskopi

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat hemoroid interna yang tidak menonjol keluar. Suatu alat yang bernama Ansokop akan dimasukkan untuk mengamati keempat kuadran. Penderita harus berbaring dalam posisi litotomi (mengangkang seperti akan melahirkan) untuk menjalani pemeriksaan ini. Ketika  penderita diminta mengejan sedikit, maka ukuran hemoroid akan membesar dan penonjolannya akan terlihat lebih nyata. Pada pemeriksaan ini, yang menjadi fokus dokter adalah jumlah benjolan, derajatnya, letaknya, ukurannya, serta keadaan lain dalam anus, seperti polip, fissura ani dan tumor ganas.

  • Pemeriksaan proktosigmoidoskopi

Proktosigmoidoskopi perlu dilakukan oleh dokter guna memastikan bahwa keluhan pasien bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat tinggi melainkan karena hemoroid hanya merupakan keadaan fisiologik. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan pemeriksaan feses –pemeriksaan darah samar.

(Baca: Kista Ovarium; Gejala, Penyebab dan Penanganan)

Komplikasi

Komplikasi, atau penyakit turunan yang sering terjadi pada penderita wasir adalah perdarahan kronis. Apabila terjadi berulang, hal ini dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit -sel darah pembawa oksigen- yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang dikeluarkan. Anemia dapat terjadi secara kronis, sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun kadar hemoglobin sangat rendah; hal ini disebabkan karena adanya mekanisme adaptasi tubuh.

Pada kasus di mana penyaki ini sudah menonjol keluar dan tak dapat masuk lagi (inkarserata/terjepit), akan mudah pula terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan mengakibatkan kematian.

Penanganan

Penanganan penyakit ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu terapi non bedah dan terapi bedah. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kategori tersebut :

Terapi nonbedah
  • Kebanyakan penderita hemoroid derajat I dan derajat II dapat ditolong dengan tindakan sederhana dari dokter, yang disertai pula dengan nasihat dan pantangan mengenai makanan. Sebaiknya, penderita mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur dan buah-buahan. Pasalnya, makanan jenis ini akan lebih mudah dicerna oleh usus lunak sehingga mempermudah proses buang air besar dan mengurangi keharusan mengejan berlebihan.
  • Skleroterapi. Skleroterapi adalah terapi dengan penyuntikan larutan kimia, dan akan efektif jika dijalankan bersama dengan nasihat tentang makanan. Hal ini berfungsi terutama untuk hemoroid interna derajat I dan II.
  • Ligasi dengan gelang karet
  • Krioterapi / bedah beku
  • Hemorroidal Arteri Ligation( HAL )
  • Infra Red Coagulation( IRC ) / Koagulasi Infra Merah
  • Generator galvanis
  • Bipolar Coagulation/ Diatermi bipolar
Terapi bedah

Terapi bedah merupakan penanganan yang disarankan bagi penderita hemoroid derajat III dan IV. Terapi bedah juga dapat dilakukan pada penderita yang mengalami perdarahan berulang dan anemia. Penderita hemoroid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemoroidektomi.

Ada tiga tindakan bedah yang umumnya dilakukan, yaitu :

  • Bedah konvensional (menggunakan pisau khusus bedah)
  • Bedah laser (sinar laser sebagai alat pemotong)
  • Bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler)

(Baca: Sepsis; Gejala, Penyebab dan Penanganan)

Nah, itu dia serba-serbi penyakit hemoroid yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!