Hal yang Harus Dihindari Orang Tua, Apa Saja?

hal yang harus dihindari orang tua

GoDok- Hal yang harus dihindari orang tua- Menjadi orang tua yang baik bukanlah hal yang mudah untuk dijalankan. Anda dan pasangan bisa saja merasa sudah melakukan yang terbaik, namun Anda merasa kurang puas. Kerap kali, omongan dari sana-sini justru membuat Anda dan pasangan sebal, seakan-akan Anda tidak mampu menjadi orang tua yang baik bagi si kecil. Anda dan pasangan juga merasa paling mengerti anak sendiri. Anda menjadi bimbang, nasehat mana yang harus Anda jalani.

Berikut paparan Go Dok tentang hal yang harus dihindari orang tua:

1. Jangan Melindungi Anak dari Kegagalan

Hal yang harus dihindari orang tua yang pertama adalah jangan melindungi anak dari kegagalan. Menurut Christine Carter, Ph.D, penulis buku Raising Happiness, yang dilansir pada Parents.com, Anda tidak disarankan untuk terus melindungi anak dari kegagalan. Memang pada dasarnya, sebagai orang tua, tidak ingin melihat anaknya gagal. Namun, pada kasus ini, anak-anak harus belajar tentang keadaan dunia nyata, bahwa segala sesuatu datang dengan konflik, perjuangan, dan konsekuensi.

Misalkan, ketika anak lupa membawa bekal ke sekolah, biarkan ia berusaha dan beradaptasi dengan makan di kantin. Hal ini bukan berarti melepas anak dengan semena-mena dan tidak mempedulikan keadaannya.

Orang tua harus tetap berada di dalam jangkauan anak-anak seandainya mereka membutuhkan bantuan. Anda harus berada sejauh mungkin untuk membuat anak mandiri dan mengembangkan kemampuannya, namun Anda tetap harus siaga membantunya ketika benar-benar membutuhkan, demikian yang dikatakan oleh pengajar di Yale University School of Medicine Child Study Center Dorothy Stubbe, M.D.

2. Jangan Terlalu Banyak Mengkritisi

Anda jangan terlalu banyak memberikan cercaan, kalimat negatif, atau kalimat berbau kritikan. Menghindair hal-hal tersebut, menurut Dr. Stubbe, dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan membuatnya tetap gembira dan termotivasi. Anda bisa memulainya dengan memberikan kalimat-kalimat positif.

Misalnya, ketika anak mulai bisa membereskan mainannya sendiri, Anda dapat memberikan pujian yang mengapresiasi tindakannya tersebut. Dengan demikian, ia akan belajar bahwa apa yang ia lakukan adalah hal benar, dan ia akan termotivasi untuk melakukannya lagi. Jika ia sedang bertengkar, usahakan Anda tidak mengeluarkan kritikan, tapi katakan dengan tenang mengapa perilakunya tidak tepat dan apa yang harus ia lakukan.

3. Jangan Membanding-bandingkan

Selanjutnya, hal yang harus dihindari orang tua dengan tidak membanding-bandingkan anak yang satu dengan lainnya. Begitu pula membandingkan si anak dengan temannya. Setiap anak terlahir dengan kondisi berbeda, termasuk pada bakat, kemampuan, dan minat.

Ketika anak yang satu memiliki kelebihan, Anda harus mengapresiasinya. Agar, anak yang lain ikut termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Jangan marahi anak yang berbeda atau menanyakan mengapa ia tidak mampu menjadi seperti yang lain. Namun, Anda harus mengingat bahwa setiap anak adalah individu yang memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

4. Jangan Membatasi Imajinasi Anak

Terakhir, hal yang dihindari orang tua dengan tidak membatasi imajinasi anak. Anda tentu ingin memiliki anak yang kreatif. Kreativitas sangatlah berguna hingga ia besar nanti, terutama ketika sudah bersekolah, bahkan di usia produktif saat bekerja nanti. Anda bisa membiasakan anak berkreativitas sejak kecil dengan berhenti membatasi imajinasinya.

Salah satu caranya adalah menghindari anak berada di depan televisi. Tayangan yang ada di televisi dapat membatasi daya imajinasi dan dunia bagi si anak. Dengan berhenti menonton televisi terlalu lama, anak akan berusaha menciptakan gambaran dan imajinasi sendiri

Selain itu, biarkan anak Anda berkreativitas dengan benda-benda di sekitarnya, misalnya handuk, keranjang, dan lain-lain. Biarkan anak menggunakan benda-benda yang aman untuk ia bermain. Anda juga harus dapat mengerem kebiasaan mendikte anak, misalnya menggambar sapi berwarna hitam putih. Tidak ada yang salah ketika sapi yang ia gambar berwarna ungu. Jangan lupa, tokoh kartun yang tenar di televisi dimulai dari imajinasi yang luas!

Itu tadi hal yang harus dihindari orang tua agar Anda menjadi orang tua yang baik bagi anak Anda. Percayalah kepada diri Anda bahwa Anda dan pasangan adalah orang terdekat si anak yang paling mengerti si anak selain dirinya sendiri. Selamat mencoba!

Baca juga:

Pantau perkembangan buah hati Anda dengan nikmati fitur ‘Tanya Dokter’, GRATIS! Langsung dari Smartphone Anda.Download aplikasi Go Dok di sini.