Gonore: Gejala, Komplikasi dan Penanganan

gonore

 

 

Gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini dapat menginfeksi laki-laki maupun perempuan lewat hubungan seks.

GoDok- Gonore- Pernahkah Anda mendengar nama penyakit gonore? Kemungkinan besar terdengar asing di telinga, gonore ternyata merupakan salah satu penyakit menular seksual yang berbahaya, lho! Yuk, lindungi diri Anda dan keluarga dari infeksi penyakit mengerikan ini dengan menyimak penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal gonore

Sejatinya, gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Waspada! Penyakit ini dapat menginfeksi laki-laki maupun perempuan lewat hubungan seks. Lebih lanjut, dalam beberapa kasus juga terungkap bahwa penyakit ini turut dapat menginfeksi bayi yang terlahir dari ibu dengan keluhan penyakit serupa.

Gejala

Tahukah Anda, bahwa dalam banyak kasus pasien biasanya tidak menyadari bahwa dirinya terkena gonore? Hal ini akan terus berlangsung hingga orang yang bersangkutan menunjukkan gejala klinis tertentu, seperti:

  • Pria
  • Keluar nanah saat buang air kecil (BAK)
  • Sakit saat BAK
  • Nyeri atau bengkak pada salah satu testis
  • Wanita
  • Keputihan yang tidak normal
  • Sakit saat BAK
  • Perdarahan dari vagina (diluar masa menstruasi)
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Nyeri pada daerah panggul atau perut

Selain di daerah kelamin, ternyata gonore juga bisa menimbulkan gejala pada daerah tubuh yang lain, seperti:

  • Anus. Gejala gonore pada anus biasanya ditandai dengan rasagatal, keluar nanah dari rektum, serta munculnya bintik-bintik darah (berwarna merah terang) saat BAB.
  • Mata. Jika organ ini turut terkena infeksi gonore, maka bisa dipastikan bahwa gejala yang timbul meliputi meningkatnya kepekaanterhadap cahaya serta munculnya nanah dari salah satu atau kedua belah mata
  • Tenggorokan. Pada tenggorokan, gonore dapat memicu timbulnya rasa sakit serta pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sendi.Faktanya, satu atau banyak sendi yang terinfeksi oleh bakteri (septic arthritis) akan terasa hangat, kemerahan, bengkak, dan terasa sangat menyakitkan.
Faktor risiko

Ternyata, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit ini, seperti:

  • Terbiasa menerapkan seks bebas
  • Sering bergonta-ganti pasangan seks
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual lainnya
  • (Bayi) Terlahir dari ibu yang terinfeksi gonore
Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosisnya, dokter umumnya akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

  • Tes urin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakahterdapat bakteri atau tidak pada uretra pasien.
  • Pengambilan sample nanah.
Penanganan

Umumnya, penanganan penyakit ini pada pasien dewasa melibatkan terapi antibiotik. Hal ini sejalan dengan pernyataan para ahli dari Centers for Disease Control and Prevention yang merekomendasikan kombinasi antibiotik suntik dan oral untuk pengobatan gonore yang lebih efektif.

Khusus untuk kasus gonore yang menimpa bayi, dokter biasanya akan menyarankan pengobatan di area mata terlebih dahulu (mata merupakan bagian tubuh bayi yang paling sering terkena dampak penyakit ini). Namun, jika   terlanjur berkembang ke bagian tubuh bayi yang lain, maka terapi antibiotik dianggap sebagai langkah penanganan medis yang paling tepat dicoba.

Pencegahan

Agar tidak terkenapenyakit ini, Anda dapat mempraktikkan beberapa langkah pencegahan, seperti:

  • Gunakan kondom. Alat pengaman ini wajib digunakan setiap kali Anda melakukan kontak seksual, baik yang bersifat anal, oral, atau vaginal.
  • Mintalah pasangan untuk melakukan uji infeksi menular seksual. Dengan cara begini, Anda bisa mengetahui apakah pasangan memiliki riwayat infeksi menular seksual, termasukpenyakit ini.
  • Jangan berhubungan seks secara sembarangan! Maksudnya, Anda dianjurkan untuk menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang tidak jelas riwayat kesehatannnya. Mengapa? Karena bisa saja ia memiliki beberapa atau banyak gejala penyakit seksual, seperti gangguan saat buang air kecil atau gatal di daerah genital
Komplikasi

Penyakit ini  jika tidak diobati terbukti dapat menyebabkan beragam komplikasi medis, seperti:

  • Infertilitas pada wanita.Nyatanya, gonore pada wanita yang tidak diobati dapat menyebar ke dalam rahim dan saluran tuba. Dampaknya, pasien terkait menjadi lebih rentan terkena penyakit radang panggul (PID) pemicu timbulnya jaringan parut.
  • Infertilitas pada pria. Hati-hati! Jika tidak segera ditangani, pada pria terbukti dapat memicu keluhan medis lain, yaitu epididimitis
  • Penyebaran infeksi kepersendian dan bagian tubuh lain. Jarang yang mengetahui bahwa bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi persendian dan bagian tubuh lain.
  • Meningkatnya risiko HIV / AIDS. Memiliki gonorenyatanya membuat seseorang lebih rentan terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) -virus yang mengarah ke AIDS.
  • Komplikasi pada bayi.Terakhir, gonore yang tidak ditangani pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir buta, menderita infeksi, atau memiliki luka pada kulit kepala.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.