Gejala HIV/AIDS yang Harus Diwaspadai oleh Anda

Gejala HIV/AIDS

GoDok- Gejala HIV/AIDS – Ayo, ngaku! Anda pasti akan dibuat bergidik ngeri setiap kali mendengar nama penyakit HIV/AIDS. Ya, salah satu jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) ini memang terkenal mematikan. Parahnya lagi, hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan pasien HIV/AIDS secara total. Lantas, adakah gejala HIV/AIDS yang patut diwaspadai?

Simak poin lengkap seputar gejala HIV/AIDS berikut ini!

1. Tahap awal

Setelah beberapa minggu terinfeksi virus HIV/AIDS, tubuh akan mulai menunjukkan beberapa gejala. Namun, gejala yang dikeluhkan umumnya sangatlah saru dengan penyakit flu. Karenanya tidak heran jika kemudian banyak pasien HIV/AIDS yang menganggap gejala yang timbul sebagai angin lalu saja. Lantas, apa saja gejala HIV/AIDS tahap awal yang dimaksud? Berikut poin lengkapnya:

  • Demam dan diare
  • Tubuh yang mudah lelah
  • Munculnya ruam di permukaan kulit
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri pada otot dan persendian tubuh
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
2. Tahap lanjut

Gejala HIV/AIDS pada tahap lanjut merupakan tahapan infeksi virus HIV/AIDS yang sering mengecoh. Kenapa? Karena pada tahapan yang dikenal juga dengan istilah ‘fase laten’ ini, tubuh biasanya tidak akan menunjukkan gejala apapun. Padahal, virus HIV/AIDS sejatinya tengah menginfeksi sel-sel serta sistem imunitas tubuh (khususnya sel CD4+ atau T4).

Lamanya fase laten pada setiap pasien HIV/AIDS sangatlah bervariasi. Sebagian kasus menunjukkan bahwa fase ini dapat berlangsung selama beberapa bulan, namun kasus lainnya menunjukkan bahwa fase laten dapat berlangsung selama 10 tahun.

3. Tahap akhir

Ini dia tahap terakhir infeksi virus HIV/AIDS. Pada tahapan ini, pasien biasanya mulai menunjukkan beberapa gejala kemunduran sistem imun tubuh. Gejala HIV/AIDS yang dimaksud meliputi:

  • Demam berulang

Ketika virus HIV/AIDS sudah masuk ke aliran darah, maka sistem imun tubuh akan menunjukkan gejala peradangan; salah satunya adalah demam dengan suhu ±39o celsius.

  • Keringat di malam hari

Menurut dr. Malevstutto -seorang instruktur imunologi dan penyakit menular dari NYU School of Medicine-, kira-kira 50% dari jumlah total penderita HIV/AIDS mengeluhkan keluarnya keringat di malam hari; padahal mereka tidak melakukan aktivitas apapun.

  • Perubahan kondisi kuku

Selanjutnya, infeksi HIV/AIDS juga menyebabkan kuku penderitanya mengalami perubahan, seperti kuku yang membelah, menebal, melengkung, atau berganti warna menjadi kehitaman atau kecoklatan.

Pneumonia (paru-paru basah) merupakan kondisi medis yang ditandai dengan meradangnya kantong-kantong udara di salah satu atau kedua belah paru. Usut punya usut, penyakit ini juga merupakan gejala HIV/AIDS tahap akhir, lho! Mengerikan!

  • Infeksi jamur

Karena infeksi HIV/AIDS menyerang sistem imun, maka tidak heran jika kemudian tubuh pasien akan lebih rentan terkena infeksi -salah satunya adalah infeksi jamur Candida yang umumnya menyerang rongga mulut atau kerongkongan.

  • Herpes

Selain infeksi jamur, pasien HIV/AIDS juga terbukti berisiko besar menderita herpes yang menjangkit mulut atau genetalia.

  • Menstruasi tidak teratur

Bagi penderita HIV/AIDS wanita, salah satu gejala tahap akhir penyakit ini adalah ketidakteraturan siklus menstruasi yang cenderung menjadi lebih sedikit dan lebih jarang.

  • Penurunan fungsi kognitif

Terakhir, gejala HIV/AIDS yang harus diwaspadai adalah penurunan fungsi kognitif. Akibatnya, pasien akan sering terlihat kebingungan, susah menghapal detail, dan mudah tersinggung.

Itu tadi beberapa gejala HIV/AIDS yang patut diwaspadai oleh Anda dan keluarga. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.