Gejala Hipotensi -atau Tekanan Darah Rendah- yang Harus Anda Waspadai

Gejala hipotensi

 

GoDok- Gejala hipotensi- Berbanding terbalik dengan hipertensi (tekanan darah tinggi), istilah hipotensi mengacu pada kondisi di mana tekanan darah dalam tubuh justru terhitung rendah jika dibandingkan dengan angka normal. Ternyata, kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari bertambahnya usia, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga kondisi cuaca.

Lantas, apa saja gejala hipotensi yang harus diwaspadai? Berikut paparan lengkapnya:

1. Jantung berdebar

Gejala hipotensi yang pertama adalah jantung yang berdebar-debar. Banyak yang mengira bahwa kondisi ini hanya dapat dipicu oleh penyakit jantung saja. Padahal, rendahnya tekanan darah dalam tubuh terbukti dapat turut membuat jantung bekerja lebih cepat dan kuat.

2. Pusing dan mual

Selanjutnya, penderita hipotensi jugga kerap mengeluhkan kepala yang terasa pusing; biasanya disertai dengan sensasi mual dan ingin muntah. Mengapa bisa begitu? Perlu diketahui bahwa tekanan darah dalam tubuh turut menentukan kadar oksigen yang dibawa oleh darah.

Nah, ketika tekanan darah rendah, oksigen yang diedarkan ke tubuh pun akan berkurang. Hasilnya, kerja beberapa organ -termasuk otak dan sistem pencernaan- akan menurun. Inilah yang ditenggarai menjadi penyebab utama munculnya sensasi pusing, mual, dan muntah.

3. Nafas cepat & pendek

Selain memengaruhi kerja jantung, hipotensi juga terbukti dapat menganggu fungsi paru-paru. Akibatnya, banyak penderita hipotensi yang mengeluhkan nafas yang cepat dan pendek; malah dalam beberapa kasus, penderita kerap mengeluhkan sesak dan nyeri di ulu hati.

4. Tubuh dan wajah pucat

Gejala hipotensi yang selanjutnya adalah kulit tubuh dan wajah yang terlihat pucat. Selain itu, banyak pula penderita hipotensi yang mengeluhkan jari-jari kaki dan tangannya terasa dingin. Faktanya, hal ini disebabkan oleh terhambatnya penyebaran oksigen ke jaringan tepi tubuh.

5. Pandangan buram

Berbeda dengan pandangan buram yang dipicu oleh keluhan medis miopia, pandangan buram yang disebabkan oleh hipotensi biasanya muncul ketika penderita bangkit/berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk.

6. Hilang keseimbangan

Selain pandangan yang menjadi lebih buram, penderita hipotensi juga kerapkali mengeluhkan hilangnya keseimbangan. Lagi-lagi, kondisi ini biasanya muncul ketika penderita bangun atau berdiri secara tiba-tiba.

7. Gangguan fungsi kognitif

Salah satu gejala hipotensi yang sering terlewatkan adalah kecenderungan penderita menunjukkan bebagai bentuk gangguan fungsi kognitif, seperti kebingungan, depresi, hingga kesulitan dalam megingat detail yang sederhana -semisal nama, tempat, dan tanggal.

8. Pingsan

Gejala hipotensi terakhir yang harus Anda waspadai adalah pingsan. Meskipun jarang terjadi, namuan penderita hipotensi yang tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat bisa saja kehilangan kesadaran hingga kemudian pingsan.

Karenanya, jika ada kerabat atau sahabat yang menunjukkan beberapa atau banyak gejala hipotensi di atas, maka segera bawa mereka ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Ingat, semakin lama langkah konsultasi ditunda, maka semakin berisiko pula penderita kehilangan kesadarannya.

Itu tadi 8 gejala hipotensi yang harus diwaspadai. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggu? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.