Flu Burung;Penyebab, Gejala dan Penanganan

flu burung

 

 

Perlu diketahui bahwa gejala dan tanda flu burung pada masing-masing individu sangatlah beragam dan bergantung pada beragam faktor, seperti jenis virus yang menginfeksi, tingkat keparahan, serta lama masa inkubasi virus.

GoDok- Beberapa tahun silam, Indonesia diguncang pemberitaan mengenai penyebaran flu mematikan. Ya, apa lagi jika bukan flu burung. Yuk, kenali penyakit ini lebih dalam lewat penjelasan lengkap berikut!

Mengenal flu burung

Flu burung -atau avian flu adalah jenis influenza yang sejatinya menyebar diantara unggas, seperti ayam, bebek, kalkun, dan angsa. Namun, dalam beberapa kasus virus ini ternyata dapat menyebar pula ke manusia. Statistik menunjukkan bahwa terdapat dua jenis virus avian flu yang paling banyak menginfeksi manusia; yaitu H5N1 dan H7N9.

Sebenarnya, penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 2003 dan menyebar Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Asia -termasuk Indonesia. Terhitung, hingga kini telah tercatat setidaknya 199 kasus flu burung yang menjangkit warga Indonesia. Mengerikan! Sebab jika tidak ditangani dengan serius, penyakit ini bisa memicu kematian.

Epidemiologi
  • Di seluruh dunia, setidaknya 449 kasus meninggal dunia diakibatkan oleh flu burung.
  • Di Asia, sebanyak 1557 kasus infeksi flu burung telah dilaporkan
  • Di Indonesia, tercatat sebanyak 199 kasus flu burung telah dilaporkan.
Penyebab

Sejatinya, virus pemicu penyakit ini yang menjangkiti unggas dibagi menjadi 12 macam. Namun, hanya 2 di antaranya yang terbukti berbahaya bagi manusia, yaitu jenis H5N1 dan H7N9. Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa kedua virus tadi banyak menjangkiti individu yang sering melakukan kontak langsung dengan unggas (tinggal dekat dengan peternakan unggas, bekerja di peternakan, atau terlibat dalam proses pemotongan unggas).

Gejala

Perlu diketahui bahwa gejala dan tanda  pada masing-masing individu sangatlah beragam dan bergantung pada beragam faktor, seperti jenis virus yang menginfeksi, tingkat keparahan, serta lama masa inkubasi virus. Namun, para ahli dan dokter mempercayai bahwa terdapat beberapa gejala umum yang dapat dikenali, yaitu:

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit atau nyeri pada otot
  • Pilek
  • Diare
  • Muntah sakit perut
  • Nyeri dada
  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Mata merah

Meskipun rata-rata waktu inkubasi yang dibutuhkan virus berkisar antara 5 hari, namun gejala penyakit dapat muncul kapan saja. Bisa sejak hari pertama virus masuk ke tubuh, atau bahkan 7 hari setelah virus menyebar  dan bermutiplikasi di dalam tubuh. Waspada! Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat memicu beragam komplikasi mematikan, seperti pneumonia, sindrom distres pernapasan, kegagalan organ vital, hingga kematian.

Diagnosis

Jika Anda atau anggota keluarga terbukti mengalami beberapa atau banyak gejala di atas, maka jangan tunda lagi keputusan untuk berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat -terlebih lagi jika Anda baru saja melakukan kontak langsung dengan unggas, atau tinggal dekat dengan peternakan.

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, biasanya dokter akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan yang meliputi:

  1. Wawancara medis untuk mengetahui apakah Anda melakukan kontak langsung dengan unggas, atau termasuk individu yang rentan terpapar virus pemicu.
  2. Menyarankan berbagai pemeriksaan penunjang lainnya.
 Penanganan

Jika seseorang didiagnosa menderita penyakit ini, maka ia akan dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Jangan salah! Untuk meminimalisir risiko penularan ke individu lain, pasien akan ditempatkan di ruang/kamar isolasi tersendiri. Lantas, apa saja bentuk penanganan yang umum diberikan dokter dan tim medis? Berikut poin lengkapnya:

  1. Pemberian obat anti virus. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi tingkat keparahan, mencegah komplikasi, hinggameningkatkan angka harapan hidup pasien.
  2. Memastikan pasien untuk minum banyak cairan
  3. Memastikan pasien mengonsumsi makanan yang bergizi
  4. Meresepkan obat jenis tertentu untuk mengurangi demam dan rasa sakit.

Sebenarnya, ada banyak cara untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan virus pemicu flu burung. Apa saja cara yang dimaksud? Berikut poin lengkapnya:

  • Hindari kontak langsung dengan unggas
  • Hindari kontak dengan kotoran unggas
  • Tidakmenyentuh unggas yang mati ataupun hidup
  • Memasakproduk unggas -seperti telur ayam atau bebek, daging ayam atau bebek – hingga matang
  • Menjaga diri, misalnya dengan rajin mencuci tangan secara benar.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.