Fibroadenoma Mamae (FAM); Penyebab, Gejala dan Penanganan

Fibroadenoma Mamae

Fibroadenoma Mamae (selanjutnya disingkat sebagai FAM) merupakan kondisi medis yang paling sering menimpa wanita berusia 1535 tahun.

GoDok- Fibroadenoma Mamae Ladies, pernahkah Anda mengalami kondisi di mana tiba-tiba muncul benjolan di payudara? Jangan panik dan langsung beranggapan bahwa hal tersebut merupakan pertanda kanker! Karena bisa saja, benjolan dipicu oleh kondisi medis bernama Fibroadenoma. Apa itu Fibroadenoma, dan bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal Fibroadenoma Mamae

Fibroadenoma mamae (selanjutnya disingkat sebagai FAM) merupakan kondisi medis yang paling sering menimpa wanita berusia 15-35 tahun. Umumnya ditandai dengan kemunculan benjolan non-kanker (jinak) di payudara, FAM mengharuskan pasiennya untuk  rutin memantau perubahan ukuran benjolan. Mengapa? Karena dengan cara begitu, pasien dan dokter dapat menentukan langkah medis apa yang dapat diambil untuk menanganinya.

Dilihat dari jenisnya, FAM dibagi menjadi:

  • Fibroadenoma sederhana
  • Fibroadenoma kompleks. Jenis ini terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang sangat cepat dan berlebihan (hyperplasia). Umumnya seorang ahli patologi membuat diagnosis fibroadenoma kompleks setelah meninjau jaringan dari biopsi.
  • Fibroadenoma remaja. Ini adalah jenis benjolan payudara yang paling umum ditemukan pada anak perempuan dan remaja berusia 10-18 tahun. Meskipun ada kemungkinantumbuh membesar, namun fibroadenoma jenis ini biasanya akan mengecil dan menghilang seiring dengan berjalannya waktu.
  • Tumor phyllodes. Meski biasanya jinak, namun beberapa tumor phyllodes bisa saja berubah menjadi sel kanker ganas. Karenanya, jika seseorang didiagnosa menderita tumor inidokter biasanya akan menyarankan langkah medis untuk mengangkat benjolan yang muncul.
Gejala

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Fibroadenoma mamae umumnya ditandai dengan kemunculan benjolan di salah satu atau kedua belah payudara. Berbeda dengan benjolan karena alasan medis lain, benjolan khas FAM biasanya berbatas tegas, mobile, dan kenyal.

Karena munculnya benjolan tidak disertai rasa sakit, banyak pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya terjangkit FAM; hal ini berlangsung hingga akhirnya pasien merasakan adanya benjolan secara langsung. Jangan panik! Berbeda dengan kanker payudara, FAM tidak menyebabkan pelepasan puting susu, pembengkakan, kemerahan, atau iritasi kulit di sekitar payudara. Namun, bukan berarti Anda bisa berleha-leha, ya! Segera konsultasikan kesehatan Anda jika terbukti mungalami gejala di atas.

Penyebab

Hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama seseorang terkena Fibroadenoma mamae. Namun, banyak ahli mengaitkan kondisi medis ini dengan  kondisi hormon reproduksi dalam tubuh. Tidak mengherankan, sebab banyak kasus menunjukkan bahwa benjolan FAM umumnya membesar selama kehamilan -atau saat produksi hormon reproduksi meningkat-, dan mungkin menyusut setelah menopause.

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena FAM:

  • Wanita berusia 15-35 tahun
  • Sedang menjalani masa kehamilan atau
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara.
Diagnosis

Jika saat pemeriksaan fisik ditemukan benjolan, maka dokter umumnya akan merekomendasikan beberapa tes untuk dilakukan, seperti:

  • Mamografi diagnostic. Mamografi menggunakan sinar-X umumnya dilakukan untuk mendapatkan gambaran (mammogram) akan area/jaringan payudara yang mencurigakan.
  • Ultrasound payudara.Dengan menggunakan gelombang suara, dokter bisa mendapatkan gambaran akan bagian dalam payudara.

Setelah melakukan pemeriksaan di atas, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, semisal:

  • Aspirasi jarum halus. Melalui jarum tipis yang dimasukkan ke dalam payudara, dokter akan mencoba menarik isi dari benjolan.Jika berisi cairan, maka benjolan kemungkinan besar merupakan kista.
  • Biopsi jarum inti.Dengan memanfaatkan gelombang ultrasaound, ahli radiologi dapat memetakan hasil biopsy untuk kemudian diperiksa dan dianalisis di laboratorium.
Penanganan

Dalam banyak kasus, fibroadenoma tidak memerlukan perawatan khusus. Mengapa? Karena fibroadenoma umumnya akan mengecil atau hilang dengan sendirinya. Nah, jika Anda memutuskan untuk membiarkan FAM, maka dianjurkan rutin berkonsultasi ke dokter demi terus memantau perubahan ukuran benjolan.

Namun, ingat! Jika hasil biopsi atau pencitraan menunjukkan adanya FAM yang berpotensi membahayakan kesehatan, maka mau tidak mau Anda harus menjalani operasi pengangkatan.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Fibroadenoma mamae selalu jaga kesehatan Anda, ya! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.