Epilepsi; Apa dan Bagaimana Cara Menanganinya? Cari Tahu di Sini!

epilepsi

Epilepsi mengacu pada sebuah kondisi medis yang seringkali membuat pasiennya mengalami kejang. Pada sebagian kasus, penyakit ini disebabkan olah adanya gangguan atau kerusakan pada otak.

GoDok- Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan epilepsi. Ya, penyakit yang juga dikenal sebagai ‘ayan’ ini memang seringnya disangkutpautkan dengan kecenderungan pasien yang bisa tiba-tiba mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Lantas, adakah gejala epilepsi lain? Serta bagaimana cara mengatasinya? Cari tahu lewat penjelasan di bawah ini!

Ternyata, epilepsi adalah…

Secara singkat, epilepsi mengacu pada sebuah kondisi medis yang seringkali membuat pasiennya mengalami kejang. Pada sebagian kasus, penyakit ini disebabkan olah adanya gangguan atau kerusakan pada otak. Lantas, bagaimana dengan kasus lainnya? Sayangnya, hingga kini belum ditemukan hasil studi yang dapat mengungkap penyebab pasti kondisi ini.

Berikut penjelasan singkat bagaimana kondisi ini dapat memicu kejang:

Dalam otak, terdapat jutaan neuron atau sel syaraf yang saling berkomunikasi antar satu sama lain dengan menggunakan impuls listrik. Dalam kondisi normal, jumlah impuls listrik yang dihasilkan tidak akan terlalu tinggi -atau terlalu rendah-; alias cukup. Namun, dalam kasus epilepsi impuls listrik yang dihasilkan terlalu tinggi. Akibatnya, otak tidak bisa mengendalikan gerak tubuh. Kondisi inilah yang dikenal masyarakat awam sebagai kejang.

Ini dia gejala epilepsi yang perlu Anda waspadai!

Selain kejang yang berulang dan terjadi secara mendadak, kondisi ini juga bisa ditandakan dengan beberapa gejala, seperti:

  • Pusing
  • Tiba-tiba merasa sedih, marah, atau bahagia
  • Mengalami kaku otot
  • Mati rasa di sebagian atau seluruh tubuh
  • Halusinasi, diikuti dengan hilangnya kesadaran
  • Pada sebagian kasus, pasien dapat mengalami kejang parsial yang ditandai dengan gerakan menelan, mengunyah, atau menggosok-gosokkan tangan secara berulang.

Perlu diketahui bahwa epilepsi menyerang setidaknya 1% dari total populasi dunia; dan, penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, dari 70% kasusnya terlihat bahwa gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan yang teratur. Karenanya, bagi Anda yang menderita epilpesi, jangan menyerah ya!

Tangani epilepsi dengan cara ini!

Umumnya, kasus epilepsi ditangani dengan terapi obat antiepilepsi (OAE). Namun, perlu iingat bawa konsumsi obat jenis ini ternyata memilki beberapa efek samping, seperti:

  1. Badan yang mudah terasa lemah dan lesu
  2. Berat badan naik secara siginifikan
  3. Menurunnya daya ingat dan kemampuan untuk mengoordinasikan gerakan anggota tubuh
  4. Munculnya ruam di permukaan kulit
  5. Risiko timbulnya peradagan pada beberapa organ tubuh, seperti hati.
  6. Depresi dan cemas berlebih.

Selain dengan terapi obat-obatan, frekuensi penyakit ini juga dapat diminimalisir dengan menerapkan diet ketogenik. Singkatnya, diet ini mengharuskan Anda untuk memperbanyak konsumsi bahan pangan yang tinggi akan lemak, tapi rendah kandungan karbohidrat dan lemaknya. Mungkin terdengar aneh, namun banyak ahli percaya bahwa diet ini dapat mengurangi frekuensi keajng sekaligus memperbaiki komposisi senyawa dalam otak.

Itu tadi sekelumit penjelasan mengenai epilepsi yang harus Anda ketahui. Ingat! Jika memiliki saudara atau kerabat yang memiliki penyakit ini, maka peran Anda sebagai supporter amatlah dibutuhkan. Karenanya, jangan mudah menyerah dan selalu semangat, ya!

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.