Efek Samping Kemoterapi Selain Kerontokan Rambut

Efek samping kemoterapi
Selain bisa membunuh semua sel kanker, kemoterapi ini juga bisa membunuh sel-sel dari organ tubuh sehat lainnya

GoDok Efek samping kemoterapi Mungkin banyak diantara Anda sering mendengar atau bahkan pernah menjalani kemoterapi. Kemoterapi atau terapi yang dijalankan untuk penderita kanker ini merupakan penyembuhan yang paling mampu membunuh semua sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Namun, selain bisa membunuh semua sel kanker, kemoterapi ini juga bisa membunuh sel-sel dari organ tubuh sehat lainnya. Hal tersebut  dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja efek samping kemoterapi yang mungkin terjadi setelah kemoterapi dilakukan.

Yuk, simak penjelasan efek samping kemoterapi di bawah ini!

1.  Rambut rontok

Efek samping kemoterapi yang mungkin muncul adalah rontoknya rambut dari akarnya. Selain membunuh sel kanker, obat yang digunakan pada kemoterapi ini juga membunuh sel-sel folikel rambut yang dapat menyebabkan rambut rontok.

2. Mual dan muntah

Efek samping kemoterapi lainnya dapat menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan, mual dan bahkan muntah. Apabila Anda konsultasikan kepada tim medis, hal tersebut dapat diobati.

3.  Anemia

Efek samping kemoterapi juga dapat menyebabkan anemia atau kurangnya sel darah merah dalam tubuh karena dibunuh oleh obat kemoterapi. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah lelah, pusing dan tidak enak badan.

4. Diare atau konstipasi

Diare adalah bertambahnya frekuensi keenceran buang air besar, karena obat dari kemoterapi yang sering mempengaruhi sel yang melapisi saluran pencernaan atau gastrointestinal. Sebaliknya dengan konstipasi atau sembelit, saat tinja menjadi keras dan sulit untuk dikeluarkan, terjadi ketika obat-obatan dari kemoterapi diberikan untuk meringankan mual dan muntah, dan menurunkan asupan cairan. Oleh karena itu, terjadinya sembelit.

5. Perubahan kulit dan kuku

Efek samping kemoterapi pada kulit yakni terjadi iritasi pada kulit akibat obat dari kemoterapi yang digunakan untuk membunuh sel kanker. Reaksi ini bisa memunculkan gatal, kemerahan atau kekeringan. Efek lain dari kemoterapi juga dapat merusak bentuk kuku dan membuatnya kering.

6. Mudah memar dan pendarahan

Selain membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat mengurangi trombosit dalam darah yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan apabila Anda terluka. Jika Anda memiliki jumlah trombosit yang sedikit, akan mudah bagi Anda untuk memar dan pendarahan sesaat Anda sedang terluka. Contohnya, gusi berdarah, mimisan dan kulit yang memar.

7. Masalah pada mulut dan tenggorokan

Sakit mulut yang terjadi ini karena obat kemoterapi menyerang selaput lendir yang merupakan lapisan jaringan lunak yang melapisi sistem pencernaan dari mulut ke anus. Oleh karena itu, efek samping dari kemoterapi ini Anda akan merasa kesusahan merasakan makanan, iritasi pada mulut, bau mulut, mulut kering dan ketidaknyamanan saat makan maupun minum.

8. Ketidaksuburan atau infertilitas

Efek samping kemoterapi selanjutnya dapat terjadinya ketidaksuburan pada alat reproduksi pria maupun wanita. Loh kok bisa? Bagi wanita, obat kemo ini dapat merusak ovarium. Dan apabila terjadi, maka fungsi ovarium dalam memproduksi hormon akan terganggu sehingga akan cepat bagi Anda untuk menopause. Dan apabila saat itu tiba, Anda tidak akan dapat hamil karena tidak ada sel telur yang diproduksi untuk dibuahi.

Sedangkan bagi pria, dampaknya akan sulit untuk ereksi dan kehilangan hasrat untuk berhubungan intim. Jadi akan sangat lebih baik apabila Anda konsultasikan terlebih dahulu apakah obat kemo Anda menyebabkan infertilitas atau tidak.

9. Masalah pada ingatan dan konsentrasi

Pengobatan kanker seperti kemoterapi juga dapat menyerang otak seseorang yang mengakibatkan mereka untuk sulit berpikir, berkonsentrasi atau mengingat sesuatu. Apabila Anda mengalaminya, gunakanlah catatan pengingat atau minta bantuan seseorang untuk membantu mengingatkan Anda.

10. Masalah tidur

Selanjutnya, efek samping kemoterapi menyebabkan pola tidur seseorang terganggu. Itu akan membuatnya sulit untuk tidur dan mudah untuk bangun di tengah malam, tanpa bisa tidur kembali. Hal ini disebut insomnia. Apabila Anda sering mengalaminya, konsultasikanlah ke dokter agar Anda dapat melakukan perawatannya.

11. Mudah terinfeksi

Terakhir efek samping kemoterapi juga menurunkan kemampuan sel dalam tubuh Anda untuk melawan bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan Anda terinfeksi. Oleh karena itu, tubuh akan rentan terinfeksi karena tidak adanya sel yang melawan bakteri-bakteri tersebut. Maka, jagalah diri Anda dari kotoran yang memungkin Anda untuk terserang bakteri.

Nah, sekarang sudah mengetahui kan efek samping kemoterapi? Hati-hati, ya! Jangan lupa untuk konsultasikan ke dokter segera saat Anda mengalaminya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.