Efek Pil KB Bagi Remaja yang Wajib di Waspadai!

Efek pil KB
Efek pil KB bagi remaja memiliki efek samping yang berbahaya untuk tubuh Anda. Penasaran apa saja efek pil KB bagi remaja? Simak selengkapnya berikut ini

Dewasa ini, pil KB memiliki persentasi tinggi dalam mencegah terjadinya kehamilan, yaitu sebanyak 99%. Tak ayal, reputasi ini membuatnya menjadi pilihan favorit para wanita dewasa untuk menunda waktu memiliki buah hati. Sayangnya, pil KB kini tak hanya digunakan oleh usia dewasa melainkan juga para remaja guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sebenarnya, seberapa amankah hal ini? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan lengkap berikut!

Sebenarnya, bagaimana pil KB bekerja ?

Setiap butir pil KB mengandung versi sintetis hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh tubuh Anda ketika memasuki masa menstruasi. Nah, kehadiran kedua hormon sintetis inilah kemudian akan mencegah tubuh memproduksi hormon estrogen dan progesteron alami. Nah, tanpa adanya hormon yang asli, maka proses pembuahan sperma akan lebih sulit terjadi. Kandungan hormon sintetis bekerja dengan dua cara, yaitu :

  1. Esterogen sintesisbekerja dengan membuat tubuh berhenti dalam memproduksi dua hormon yang muncul pada siklus menstruasi, yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinising Hormone (LH). Pada saat kedua hormon tersebut berhenti diproduksi oleh tubuh, maka kerja ovarium dalam memproduksi sel telur serta akan terhambat dan menghentikan proses pematangan sel telur. Hasilnya, kehamilan pun dapat dicegah.
  2. Progesterone sintetis, bekerja dengan cara menipiskan lapisan rahim dan menebalkan lendir pada mulut serviks sehingga sulit bagi sperma untuk membuahi sel telur.

(Baca: Menunda Kehamilan dengan Pil KB, Amankah?)

Efek pil KB bagi remaja

Efek pil KB bagi wanita dewasa dan Anda yang berusia remaja sama berbahayanya. Bahkan, efek pil KB bagi remaja dapat meningkatkan risiko Anda terkena berbagai macam penyakit berbahaya sebanyak 3-4 kali lipat. Penasaran apa lagi yang menjadi bahayanya? Ini dia daftarnya :

1. Penggumpalan darah

Seiring dengan penggunaannya secara rutin, progesteron sintetis yang terdapat dalam pil KB perlahan-lahan akan mengakibatkan pembekuan pada darah. Nah, saat pembekuan ini memasuki daerah otak dan paru-paru, kemungkinan besar akan  terjadi serangan jantung dan stroke. Risiko ini dapat semakin meningkatkan jika pil KB dikonsumsi oleh kalangan remaja. Ngeri, kan?

(Baca: 9 Komplikasi Kehamilan yang Harus Anda Waspadai)

2. Bercak darah pada vagina

Berdasarkan suatu penelitian, sebanyak 50% wanita yang mengonsumsi pil KB akan mengeluarkan bercak darah pada vaginanya. Hal ini biasanya terjadi pada tiga bulan pertama penggunaan pil KB. Nah, munculnya bercak darah pada vagina disebabkan oleh rahim yang tengah berproses untuk menyesuaikan diri dengan penipisan pada lapisan endometrium akibat pemakaian pil KB. Sebenarnya hal ini wajar, namun jika terjadi pada seorang remaja, pastinya membuat tidak nyaman, kan?

3. Mual

Ketika pertama kali mengonsumsi pil KB, Anda akan merasa mual. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut akan segera hilang dalam waktu singkat. Hanya saja, jika terjadi pada remaja, tentu hal ini akan mengganggu proses belajar dan mengundang omongan yang tidak-tidak dari lingkungan sekitar. Tentu Anda tidak mau ini terjadi, bukan?

4. Payudara

Di awal penggunaan pil KB, payudara Anda menjadi lebih besar dan efek ini akan bertahan selama beberapa minggu. Selain itu, pil KB bisa pula mengakibatkan munculnya benjolan pada payudara yang disertai rasa nyeri tidak tertahankan. Gawatnya, bisa jadi benjolan tersebut merupakaan salah satu tanda dari kanker payudara. Karenanya, jika benjolan muncul, segeralah berkonsultasi pada dokter, ya!

(Baca: Kanker Payudara)

5. Berat badan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kandungan hormon estrogen sintetis yang terdapat dalam pil KB dapat mempengaruhi berat badan Anda. Karenanya, tidak heran apabila konsumsi pil KB sering menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena hormon esterogen sintetis menyebabkan ukuran sel dalam tubuh menjadi lebih besar dan menyebabkan kenaikan retensi cairan di daerah payudara dan pinggul.

6. Siklus mentruasi

Terakhir, konsumsi pil KB mengakibatkan siklus menstruasi Anda terganggu, sehingga datang bulan terjadi lebih awal atau telat. Tak hanya itu, periode atau lamanya waktu menstruasi juga akan mengalami perubahan. Tidak pula menutup kemungkinan siklus menstruasi menjadi lebih pendek dari sebelumnya. Memang tidak berpengaruh banyak, namun jika terjadi pada remaja, hal ini akan menimbulkan kekhawatiran, bukan?

(Baca: Menstruasi Sering Terganggu? Mungkin Ini Penyebabnya)

Nah, itu tadi efek pil KB bagi yang wajib diwaspadai. Karenanya, jika ingin memakai kontrasepsi tersebut, jangan lupa untuk selalu mengonsultasikannya lebih dulu pada dokter. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.