Disentri; Seberapa Dalam Anda Mengenal Kondisi Medis Ini?

disentri
Disentri merupakan penyakit buang air besar berdarah dan berlendir yang umumnya disebabkan oleh infeksi kuman dan bakteri

GoDokDisentri yang umumnya ditandai dengan buang air besar disertai darah, merupakan salah satu penyakit yang sudah lama mewabah di Indonesia. Biasanya, penyakit ini terjadi pada kalangan menengah ke bawah dan didukung oleh kurangnya sanitasi di pemukiman-pemukiman pinggiran perkotaan. Tak hanya itu, kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia mengenai penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab mewabahnya penyakit menular ini.

Hati-hati, jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian! Tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Baiknya simak penjelasan lengkap mengenainya berikut ini:

Apa itu disentri?

Disentri merupakan penyakit buang air besar berdarah dan berlendir yang umumnya disebabkan oleh infeksi kuman dan bakteri. Penyebaran infeksi tersebut dapat diperparah dengan kondisi lingkungan, sumber air, serta makanan yang tidak bersih.

Jika ditilik dari jenisnya, maka penyakit ini dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Bacillary dysentery (shigellosis), disebabkan oleh bakteri Shigella. Biasanya, bakteri ini dapat dengan mudah ditemukan di wilayah-wilayah kumuh yang tingkat sanitasinya sangat rendah.
  • Amoebic dysentery (amoebiasis), yaitu disentri yang disebabkan oleh infeksi parasit Entamoeba histolyticayang banyak ditemukan di wilayah tropis.
Jika terkena, apa saja gejala yang muncul?

Segera bawa anggota keluarga atau sahabat jika mereka terbukti menunjukkan gejala berikut ini:

  • Buang air besar disertai dengan darah dan lendir (tergantung bakteri penyebabnya)
  • Diare
  • Intolerasi laktosa sementara
  • Demam
  • Sakit perut ringan hingga berat
  • Rasa mual dan muntah

Biasanya, gejala-gejala berlangsung selama 1 – 3 hari, dan akan mulai membaik setelah satu minggu.

Bisakah penyakit disentri menular?

Ya, penyakit ini bisa menular! Faktanya, bakteri pemicu penyakit ini yang menyerang usus dapat menyebar melalui banyak cara, seperti konsumsi makanan dan air minum yang telah tercemar, kebiasaan tidak mencuci tangan setelah berkontak langsung dengan penderita, hingga pemakaian peralatan makan bersama-sama dengan penderitanya.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularannya? Cara yang paling ampuh adalah dengan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal Anda. Dengan begitu, risiko penyebaran bakteri dapat ditekan serendah mungkin.

Terakhir, adakah komplikasi yang berakibat fatal?

Jika dibiarkan saja tanpa pengobatan, penyakit ini memang dapat memicu komplikasi lebih lanjut. Salah satunya adalah dehidrasi. Penyebabnya tidak lain karena penderita disentri biasanya akan banyak mengeluarkan cairan tubuh melalui feses yang sering dikeluarkan. Selain itu, disentri juga dapat memicu penyebaran infeksi dari usus ke organ tubuh yang lain, seperti lambung dan hati. Inilah alasannya mengapa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat memicu kematian.

Itu tadi sekelumit penjelasan mengenai disentri. Mengingat dampaknya yang sangat mengerikan, sudah saatnya Anda lebih waspada dan hati-hati terhadap risiko infeksi dan penyebaran penyakit ini! Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.