Dermatitis Seboroik; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang terjadi pada suatu area tubuh, khusunya pada daerah yang memiliki kelenjar minyak seperti kulit kepala, wajah, dan bagian medial tubuh (dada, punggung –sisi depan maupun belakang-)

GoDok – Dermatitis Seboroik – Pernahkah Anda mengalami rambut yang berketombe? Pastinya kondisi ini menyebalkan, bukan? Usut punya usut, ketombe ternyata merupakan kelainan yang termasuk dalam penyakit dermatitis seboroik. Penyakit apakah itu? Dan bagaimana cara penanganan yang tepat? Berikut adalah penjelasannya.

Mengenal dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang terjadi pada suatu area tubuh, khusunya pada daerah yang memiliki kelenjar minyak seperti kulit kepala, wajah, dan bagian medial tubuh (dada, punggung –sisi depan maupun belakang-). Saat terjadi pada area kulit kepala, biasanya hal ini dikenal sebagai ketombe. Ketombe ini akan muncul dengan bentuk seperti bercak-bercak yang tersebar di kulit kepala dan merupakan bentuk dermatitis seboroik yang tidak mengalami peradangan

Selain terjadi pada daerah kulit yang memiliki kelenjar minyak kelainan kulit ini erat hubungannya dengan jamur yang terdapat pada kulit manusia, kelainan sistem kekebalan tubuh, dan protein yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Kelainan kulit ini dapat diperparah oleh perubahan cuaca, perubahan musim, goresan pada kulit, maupun perubahan emosional. Dalam dunia medis, penyakit ini dikenal pula sebagai eksim dan dapat menjadi kronis dengan menyerang kulit pada daerah kepala dan wajah. Dermatitis seboroik dapat pula terjadi lebih parah pada penderita Parkinson dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Tak hanya itu,penyakit ini juga dikaitkan dengan psoriasis yang dikenal dengan sebutan sebopsoriasis.

Untuk membantu Anda lebih memahami mengenai penyakit ini, berikut fakta dan data statistik terkaitnya :

  • Di Amerika Serikat, diperkirakan sebanyak 15-20% populasi mengalami penyakit ini. Ketombe merupakan bentuk paling ringan dari penyakit ini.
  • Lebih sering terjadi pria dibandingkan wanita.
  • Penyakit ini dapat terjadi pada segala usiadan umumnya ditemukan pada awal masa pubertas hingga  usia 40 tahun.
  • Risiko terjadinya penyakit ini akan meningkat pada penderita yang memiliki salah satu faktor ini :Penyakit HIV, Jerawat, psoriasis, parkinson, epilepsi, depresi, gangguan makan, dan peminum alkohol.
Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya dermatitis seboroik belum diketahui secara pasti, dan masih menjadi bahan perdebatan para ahli. Kerumitan dari faktor penyebab  yang saling berkaitan membuat para ahli masih dalam tahap mempelajari penyakit ini. Pasalnya,  terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan dermatitis seboroik, antara lain organisme jamur alami pada kulit, iklim yang dingin dan kering, kondisi stres, serta sistem kekebalan tubuh pada individu tertentu.

Selain itu, individu yang rentan terhadap penyakit ini kemungkinan juga mengalami  kelainan pada sistem pertahanan kulitnya. Pada anak-anak, infeksi jamur seringkali menjadi penyebab timbulnya ketombe. Sedangkan pada orang dewasa, konsumsi obat-obatan tertentu dapat pula menjadi penyebab terjadinya dermatitis seboroik. Para ahli kemudiaan mengambil kesimpulan bahwa penyakit ini tidaklah disebabkan oleh faktor kebersihan diri yang buruk, alergi, serta bukan hal yang membahayakan untuk tubuh.

Gejala 

Penyakit ini adalah penyakit kulit yang sering terjadi dan menyebabkan timbulnya kemerahan pada kulit. Pada individu yang menderita penyakit ini, akan cenderung muncul warna kemerahan pada kulit, terlihat bengkak dan berminyak, dan terdapat warna putih atau kekuningan pada permukaan kulit. Kemerahan yang timbul pada penyakit ini dapat terjadi pada lebih dari satu bagian tubuh dan menyebabkan kulit yang terkena memiliki sensasi gatal.

Penampilan pada kulit yang mengalami dermatitis seboroik umumnya bervariasi. Berikut adalah tanda dan gejala umum yang dapat Anda perhatikan :

  • Permukaan kulit terlihat bersisikpada satu atau beberapa area
  • Kulit terlihat lebih menonjol dan terdapat kemerahan.
  • Kulit yang bersisik terlihat berminyak atau lembap.
  • Terdapat kulit yang terkelupas dengan warna putih kekuningan.
  • Terdapat sensasi gatal, terutama jika terjadi pada kulit kepala atau di liang telinga.
  • Muncul sensasi seperti terbakar, mungkin sedikit

Tanda dan gejala dermatitis seboroik bervariasi seiring dengan bertambahnya usia. Pada usia remaja dan dewasa, dermatitis seboroik dapat terjadi di sekitar liang telinga, alis, wajah, kelopak mata, dada, punggung, ketiak, maupun kelamin. Sementara pada bayi, penyakit ini dapat terjadi di area wajah, kelopak mata, di sekitar hidung, atau telinga, dan di daerah yang tertutup popok.

Bayi yang mengalami penyakit ini umumnya mengalami gejala pada bagian kepala dan wajah, dan sebagian besar tidak merasa terganggu dengan kondisi seperti ini. Berikut adalah beberapa gejala yang timbul pada bayi jika sudah terkena dermatitis seboroik :

  • Kulit kepala menjadi berminyak dan terdapat warna kulit menjadi kekuningan
  • Terdapat lapisan tebal yang dapat menutupi seluruh kulit kepala.
  • Kulit yang terkelupas berwarna kuning hingga kecoklatan.
  • Kulit yang terkena umumnya menjadi mudah terkelupas.
  • Kadang timbul pula rasa gatal
Diagnosis

Penyakit dermatitis seboroik umumnya terjadi akibat penyakit lain yang mendasarinya. Dalam pemeriksaan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien terkait penyakit yang dialami. Diagnosis dapat dilakukan dan ditentukan berdasarkan kelainan yang timbul pada kulit penderita. Pada bagian pemeriksaan awal, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai penyakit yang sedang dialami secara mendetail. Setelah itu, dokter baru akan memeriksa keadaan kulit penderita. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan mikroskopik jika diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain.

Penanganan

Terdapat berbagai cara untuk terhindar dari terjadinya penyakit ini. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna mengurangi gejala penyakit ini:

  • Cuci kulit anda setiap hari dengan cara:
    • Basahi kulit anda secara menyeluruh
    • Gunakan sampo dan sabun yang mengandung anti ketombe.
    • Bilaslah dengan baik.
    • Oleskan pelembapkulit alami setelah mandi.
    • Jika Anda ingin melembutkan kulit, krim pelembut kulit alami yang mengandung asam salisilat dapat digunakan pada bagian yang bersisik.

Pada bayi yang mengalami penyakit ini, berikut adalah langkah tips yang dapat Anda lakukan:

  • Basahi kulit bayi secara menyeluruh
  • Gunakan sampo bayi setiapkali ingin membersihkan tubuhnya, untuk melembutkan kulit kepala yang mulai menebal
  • Setelah kulit kepala mulai terasa lembut, sikat secara halus
  • Lalu, bilaslah dengan baik.

Jika bayi Anda menderita dermatitis seboroik di daerah popok atau di bagian tubuh lainnya, sebaiknya segeralah konsultasikan dengan dokter anak. Sebab, warna kemerahan pada area yang terkena dapat terlihat sebagai eksim, psoriasis, atau reaksi alergi. Setiap kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis dan perawatan yang berbeda.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk menangani dermatitis seboroik tidak akan menjamin kesembuhan secara permanen. Penderita yang mengalami dermatitis seboroik dapat terjadi berulang walaupun sudah mendapat pengobatan. Berikut ini adalah obat yang diberikan pada penderitanya, yaitu:

  • Obat yang dapat mengikis lapisan luar kulit. Biasanya obat ini digunakan untuk menghilangkan sisik yang sudah terkelupas. Bahan dasar dari obat ini biasanya mengandung asam salisilat, urea, maupun propen glikol.
  • Penggunaan anti jamur pada kulit. Pengobatan ini diberikan pada penderita yang diduga mengalami penyakit ini yang diakibatkan oleh jamur. Bahan yang terkandung pada pengobatan ini umumnya ketokonazol.
  • Kortikosteroid topikal. Pengobatan akan diberikan selama 3 minggu untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit.
  • Penggunaan obat kulit lainnya. Hal ini diperlukan jika kortikosteroid topikal digunakan karena efeknya sampingnya yang kurang terhadap kulit.

Nah, itu tadi serba-serbi penyakit dermatitis seboroik yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.