Dermatitis Kontak Iritan; Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Dermatitis kontak iritan

 

 

Dermatitis kontak iritan merupakan suatu kelainan kulit yang ditandai dengan peradangan lokal terhadap berbagai bahan kimia dan/atau fisik. Penyakit ini merupakan efek langsung dari bahan iritan pada kulit yang menjadi racun untuk sel-sel kulit.

Go Dok- Dermatitis Kontak Iritan- Pernahkah Anda mengalami penebalan dan kekeringan pada kulit, setelah tersentuh suatu benda, bahan, ataupun zat tertentu? Dan apakah hal ini diiringi dengan rasa gatal, terbakar dan menyengat? Jika iya, mungkin saja Anda terkena dermatitis kontak iritan. Penyakit kulit apakah itu? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan merupakan suatu kelainan kulit yang ditandai dengan peradangan lokal terhadap berbagai bahan kimia dan/atau fisik. Penyakit ini merupakan efek langsung dari bahan iritan pada kulit yang menjadi racun untuk sel-sel kulit. Hal ini berbeda dengan dermatitis kontak alergi karena tidak terkait langsung terhadap sistem kekebalan tubuh. Secara medis, penyakit ini merupakan kelainan yang disebabkan berbagai hal, baik akibat pengaruh bahan kimia atau fisik dari zat yang mengiritasi, pertahanan kulit yang lemah, maupun faktor lingkungan. Untuk dampaknya, penyakit ini  memiliki dampak yang hampir mirip dengan dermatitis kontak alergi.

Di Eropa, telah dilaporkan bahwa kasus dpenyakit ini terjadi pada 20% populasi yang bekerja di salon, tenaga kesehatan, dan pekerja logam. Di Jerman, angka kejadian penyakit ini adalah 4,5 kasus per 10.000 populasi per tahun. Sementara untuk perbandingan kasus penyakit ini antara wanita dengan pria adalah 2:1 dan penyakit ini dapat terjadi pada semua usia.

Penyebab

Sejatinya, hampir semua bahan dapat menimbulkan iritasi terhadap kulit jika paparannya terjadi cukup lama atau konsentrasi zat tersebut cukup tinggi. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi apabila bahan kimia atau fisik merusak permukaan kulit atau lebih parah. Harus Anda tahu, bahwa kulit manusia lebih mudah untuk mengalami kerusakan dibandingkan memperbaiki kerusakan. Bahan iritan merusak pertahanan kulit yang berupa struktur minyak dan pengatur kelembapan alami dari lapisan luar kulit, sebelum akhirnya dapat menembus lebih dalam dan menyebabkan kerusakan lebih hingga  timbul peradangan pada kulit.

Beberapa hal yang dapat menimbulkan penyakit ini, ialah :

  1. Cairan logam.Pekerja yang terpapar oleh zat ini (logam cair) akan lebih banyak mengalamnya dibandingkan mereka yang tidak terpapar. Zat surfaktan pada cairan tersebut lah yang merupakan penyebab utama timbulnya penyakit ini
  2. Zat pelarut.Zat alkohol seringkali ditemukan sebagai bahan pelarut utama. Individu yang terpapar bahan ini dapat menderita penyakit ini, karena alkohol sendiri dapat menyebabkan lemak pada kulit menghilang sehingga kulit lebih rentan terhadap bahan kimia lainnya.
  3. Trauma mekanik.Gesekan atau tekanan pada kulit dapat menimbulkan bintik merah hingga kemerahan pada kulit. Hal ini dapat membuat lapisan kulit luar Anda Menggosok atau menggaruk kulit secara kasar dan terus-menerus akan menimbulkan penebalan pada kulit. Karenanya, penggesekan maupun tekanan yang kasar pada kulit merupakan penyebab utama dermatitis pada anak.
  4. Sarung tangan berbahan karet. Pada beberapa individu, sarung tangan karet dapat memicu timbulnya iritasi pada kulit. Sarung tangan karet yang bolong memungkinkan bahan iritan menembus kulit secara langsungsehingga akhirnya menimbulkan penyumbatan terhadap kulit. Penyumbatan ini dapat meningkatkan kerusakan dan membuat kulit menjadi iritasi.
  5. Zat asam.Individu yang terpapar zat asam akan menunjukan gejala iritasi pada kulitnya. Kulit yang telah terpapar zat asam umumnya akan menderita sakit yang cukup berat dan penangannya pun lebih sulit.
  6. Zat basa.Zat ini dapat ditemukan pada sabun dan bisa lebih banyak menyebabkan iritasi dibandingkan zat asam. Hal  ini dikarenakan sistem pertahanan kulit alami yang terdapat pada sesorang umumnya memiliki pH asam. Nah, jika pH asam tersebut terpapar dengan zat basa yang berlebihan, tentunya akan mengikis kulit pada lapisan terluar.
  7. Udara kering. Udara yang kering dan suhu tinggi dapat menyebabkan kulit lebih rentan terkena iritasi. Selain itu, cuaca yang panas juga dapat memicu kulit untuk menjadi iritasi.
  8. Air. Kulit yang terpapar air secara terus-menerus dapatmenjadi kering dan memiliki pertahanan yang rapuh sehingga menimbulkan iritasi.
Gejala

Tingkat keparahan dermatitis kontak iritan cukup beragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

  1. Jumlah dan kekuatan suatu bahan yang  membuat iritasi,
  2. Lamanya kulit terpapar (contohnya, paparan pendek atau paparan rendah berulang / lama),
  3. Pertahanan kulit (contohnya, kulit tebal, tipis, berminyak, kering, sangat kencang, atau kulit sebelumnya rusak), dan
  4. Faktor lingkungan (contohnya, suhu yang panas atau dingin).

Nah, untuk gejalanya, berikut adalah beberapa tanda yang dapat timbul:

  1. Kemerahan pada kulit
  2. Penebalan pada kulit
  3. Kulit menjadi kering
  4. Lepuhan atau gelembung pada kulit
  5. Sensasi gatal, terbakar atau menyengat
  6. Kulit yang terkena timbul rasa sakit
  7. Nanah
  8. Suhu tubuh meningkat

Walaupun tangan dan wajah merupakan area yang paling sering terkena, namun penyakit ini tetap dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun. Gejala dapat timbul segera atau 48 jam setelah terpapar bahan iritan. Jika Anda mencegah kulit yang teriritasi agar terhindar dari paparan zat iritan, biasanya kulit akan beregenerasi kembali dalam beberapa hari atau minggu. Meskipun demikian, beberapa individu mengalami gejala ini dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan sehingga memengaruhi kualitas hidupnya.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis Anda terkena dermatitis kontak iritan melalui gejala yang timbul pada kulit. Jika sudah terdiagnosis, maka identifikasi dari zat yang memicu terjadinya penyakit ini akan dilakukan. Setelah teridentifikasi, sebaiknya Anda mulai berusaha untuk menghindari zat tersebut sehingga gejala dapat berkurang. Riwayat kesehatan sebelumnya, pekerjaan, kebiasaan hingga hobi penting untuk Anda diskusikan dengan dokter. Tak hanya itu, dokter pun akan melakukan beberapa tes tambahan jika diperlukan.

Pencegahan dan Pengobatan

Sejatinya, pencegahan yang paling baik adalah dengan menghindari penyebabnya. Perlunya identifikasi zat iritan dan menghindarinya merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Berikut adalah langkah-langkahnya :

  1. Identifikasi dan hindari bahan iritan.Gejala penyakit ini seharusnya tidak terjadi jika Anda dapat menghindari serta mengurangi paparan zat yang dapat mengiritasi kulit.
  2. Gunakanlah pelindung.Pelindung berfungsi untuk meminimalisir kulit Anda untuk melakukan kontak terhadap zat iritan.
  3. Gunakan krim pelembapalami. Pelembap alami dapat mengurangi terjadinya penyakit ini. Penggunaan yang benar dan tepat akan membuat suatu pertahanan antara kulit dengan bahan iritan.

Sedangkan untuk pengobatannya, secara umum bertujuan untuk membantu dalam mengurangi gejala yang tejadi. Pada beberapa penderita, gejala yang timbul akibat penyakit ini menghilang seluruhnya.

Beberapa pengobatan akan diberikan pada penderita, antara lain:

  1. Emolien. Emolien merupakan pelembab kulit yang dapat menyegarkan dan membentuk pertahanan pada kulit. Penggunaan obat ini biasa diberikan pada penderita yang mengalami kulit kering atau bersisik. Namun, Anda harus berhati-hati sebab beberapa emolien dapat menyebabkan iritasi pada sebagian Maka itu, konsultasikanlah kepada dokter Anda terlebih dahulu sebelum memulai penggunaan obat ini.
  2. Kortikosteroid topikal.Pengunaan obat ini berfungsi untuk mengurangi kemerahan, sakit hingga meradang pada kulit. Beberapa efek sampingnya ialah penipisan kulit, perubahan warna kulit, dan timbul bintik-bintik pada kulit.
  3. Kortiosteroid oral.Penggunaan obat ini diberikan pada penderita yang mengalami kelainan kulit pada area yang luas. Efek sampingnya ialah peningkatan tekanan darah, osteoporosis, dan diabetes. Pada anak-anak efek samping obat ini dapat mengganggu pertumbuhannya.

Nah, itu dia serba-serbi dermatitis kontak iritan yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasi dokter. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.