Dermatitis Kontak Alergi; Penyebab, Gejala dan Penanganan

dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi adalah bentuk dermatitis atau eksim yang disebabkan oleh reaksi alergi pada kulit setelah melakukan kontak terhadap suatu bahan alergen -penyebab alergen. Eksim merupakan kondisi kelainan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi.

GoDok- Dermatitis kontak alergi – Pernahkah Anda menyentuh sesuatu, lalu seketika  bintik-bintik kemerahan muncul di area kulit yang tersentuh tadi? Dalam dunia medis, kejadian ini disebut dengan dermatitis kontak alergi. Apa saja gejala dan penanganannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini untuk mengenalnya lebih dekat.

Mengenal derrmatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi adalah bentuk dermatitis atau eksim yang disebabkan oleh reaksi alergi pada kulit setelah melakukan kontak terhadap suatu bahan alergen -penyebab alergen. Eksim merupakan kondisi kelainan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Sejatinya, tidak semua orang dapat terkena dermatitis kontak alergi. Apabila seseorang tidak alergen tidak berbahaya untuk orang yang tidak memiliki alergi bahan tersebut. Alergen pada dermatitis kontak alergi adalah suatu bahan yang dianggap oleh kulit sebagai benda asing dan menimbulkan tanda-tanda alergi pada kulit. Setiap reaksi alergi yang terjadi pada kulit menyebabkan peradangan yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, bengkak, bahkan menjadi lepuh tergantung tingkat keparahannya. Penyakit ini ditandai dengan peradangan kulit yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan, ataupun bengkak. Dermatitis kontak alergi erat kaitannya dengan sistem imun tubuh terhadap suatu alergen. Pengobatan yang tepat terhadap penyakit ini dapat membuat gejala yang ditimbulkan membaik.

Berikut adalah beberapa fakta terkait statistik dermatitis kontak alergi :

  • Di Amerika Serikat,  diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah sebanyak 13,6 kasus per 1000 penduduk.
  • Di Swedia, angka kejadian penyakit ini adalah sebanyak 2,7 kasus per 1000 populasi.
  • Di Belanda, angka kejadian penyakit ini adalah sebanyak 12 kasus per 1000 populasi.
  • Penelitian menunjukan 20% – 40% penderita penyakit ini memliki reaksi alergi terhadap bahan nikel.
  • Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
Penyebab

Dermatitis kontak alergi merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh imun tubuh dan terjadi pada 48-72 jam setelah terpapar bahan alergen. Hanya sebagian kecil individu yang bereaksi terhadap alergen yang spesifik. Mereka yang tidak alergi terhadap alergen tersebut tidak akan terkena dampaknya. Penyakit ini bukan terjadi akibat makanan atau minuman yang dikonsumsi. Diperkirakan sebanyak lebih dari 25 bahan alergen diduga menjadi penyebab terjadinya penyakit ini.

Alergen tersebut, di antaranya:

  • Bahan perekat seperti yang digunakan untuk bulu mata palsu atau rambut palsu
  • Antibiotik, seperti salep yang digunakan pada permukaan kulit
  • Kain dan pakaian
  • Campuran zat dalam parfum, kosmetik, sabun, dan pelembap
  • Cat kuku, pewarna rambut, dan solusi gelombang permanen
  • Nikel atau logam lainnya seperti pada perhiasan, tali pengikat, ritsleting logam, kait bra, kancing, kantong pengikat, pemegang lipstik, dan bedak bubuk)
  • Getah pada tanaman atau pepohonan
  • Bahan lateks seperti pada sarung tangan atau sepatu karet

Faktor risiko penyakit ini  antara lain:

  • Pekerja dengan risiko tertinggi penyakit ini,yaitu pekerja industri kimia, ahli kecantikan dan penata rambut, teknisi mesin, dan pekerja konstruksi.
  • Penyakit inipernah dianggap sebagai kelainan hanya pada orang dewasa. Anak-anak dianggap terhindar karena rendahnya paparan terhadap zat alergen potensial. Akan tetapi, saat ini sudah diketahui bahwa penyakit ini dapat terjadi pada masa kanak-kanak hingga remaja melalui paparan seperti tindik, penggunaan obat topikal, dan kosmetik.
  • Riwayat penyakit ini- Beberapa penelitian melaporkan tingkat tertinggi yang terkena penyakit ini ialah mereka yang memiliki riwayat alergi sebelumnya.
Gejala

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini bisa bervariasi. Hal ini terkait dengan sistem imun yang berbeda-beda pada setiap orang. Pada penderita yang sama, reaksi alergi yang ditimbulkan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus tertentu, gejala alergi dapat pula tertunda, dan  tidak akan muncul dalam waktu 24 jam hingga 48 jam setelah terpapar. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat timbul jika Anda terkena penyakit ini :

  • Reaksi ini dapat terjadi secara tiba-tiba.
  • Umumnya, alergipaling sering mengenai tangan, wajah, leher. Hal ini biasa disebabkan oleh produk-produk kosmetik, perhiasan, parfum yang terpapar pada kulit.
  • Timbul rasa gatal di area alergi, yang pada kasus tertentu, dapatmenjadi sangat hebat.
  • Timbul warna kemerahan pada kulit yang terpapar bahan alergen.
  • Kulit menjadi kering hingga bersisik dan menebal.
  • Rasa terbakar pada kulit yang terkena.
  • Terdapat benjolan merah yang dapat membentuk luka.
Diagnosis

Diagnosis terhadap penyakit ini bisa didapatkan melalui hasil wawancara dan pemeriksaan klinis terkait keluhan Anda. Zat penyebab terkait penyakit ini perlu ditemukan. Diskusikanlah dengan dokter Anda terkait dengan pekerjaan, hobi, obat kulit yang pernah digunakan, obat yang saat ini digunakan, kosmetik, hingga paparan bahan alergen yang pernah mengenai kulit Anda. Riwayat alergi milik Anda juga perlu dikonsultasikan terhadap dokter Anda. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat lokasi pola kelainan kulit yang terjadi pada tubuh Anda. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukan.

Pencegahan dan pengobatan

Hal terbaik untuk mencegah dermatitis kontak alergi adalah dengan menghindari kontak dengan alergen. Jika tidak memungkinkan untuk menghindari alergen tersebut, maka Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut guna mengurangi risiko terjadinya reaksi yang menimbulkan gejala :

  • Bersihkan kulit Anda.Jika Anda terpapar pada suatu bahan yang menyebabkan alergi, cucilah kulit Anda dengan air hangat secepatnya.
  • Gunakan sarung tangan.Menggunakan sarung tangan akan melindungi tangan anda terhadap zat alergen. Akan tetapi, lepaskanlah sarung tangan Anda secepat Pasalnya, keringat pada tangan Anda dapat membuat gejala yang timbul menjadi lebih serius.
  • Ganti produk yang menimbulkan gejala alergi.Periksalah bahan pada kosmetik atau sabun untuk memastikan tidak terdapatnya kandungan alergen.
  • Gunakan emolien.Penggunaan emolien dapat membuat kulit anda terlindung dari alergen.

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara menghindari alergen yang menyebabkan kelainan pada kulit anda. Namun, tidak semua alergen dapa teridentifikasi. Beberapa obat mungkin disarankan kepada anda untuk, diantaranya:

  • Emolien. Pelembapyang dioleskan ke kulit ini dapat membantu kulit anda terhindar dari risiko reaksi alergi.
  • Kortikosteroid topikal. Salep atau krim steroid digunakan pada kulit anda untuk mengurangi gejala yang di timbulkan.
  • Kortikosteroid oral.Steroid tablet umumnya membantu untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit anda.

Nah, itu tadi informasi seputar penyakit dermatitis kontak alergi. Jadi, selalu jaga kesehatan Anda ya.

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.