Demam Berdarah Dengue; Penyebab, Diagnosis dan Penanganan

Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus tersebut.

GoDok- Demam Berdarah Dengue- Tentunya Anda sudah tak asing dengan istilah DBD, alias Demam Berdarah Dengue. Penyakit yang termasuk endemik di Indonesia ini telah menyerang banyak orang, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Tidak adanya vaksin yang terjangkau membuat penyakit DBD semakin marak terjadi, sehingga yang bisa Anda lakukan hanyalah mencegahnya terjadi. Nah, apa sajakah langkah pencegahan dan penanganan penyakit ini? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus tersebut. Penyakit ini umumnya berkembang di negara tropik dan subtropik, yang mana termasuk wilayah Indonesia hingga bagian utara Australia. Data penelitian terbaru menyebutkan bahwa setiap tahunnya terdapat ±50 juta kasus demam dengue di dunia.

Uniknya, meskipun dapat terinfeksi lewat gigitan nyamuk, namun tidak berarti Anda dapat langsung terinfeksi apabila terpapar langsung oleh darah penderitanya. Selain itu, demam dengue juga jarang menyebabkan kematian. Namun, demam dengue ini dapat berkembang menjadi sebuah kondisi serius yang disebut demam berdarah dengue -yang kita kenal dengan sebutan DBD.

Di Indonesia sendiri, DBD pertama kali terdeteksi di Surabaya pada tahun 1968; ketika 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Sejak itu, DBD mulai menyebar luas di Indonesia dan berdasarkan data terbaru, pada tahun 2015 penderita DBD tercatat ±120 ribu orang, di mana ±1000 orang diantaranya meninggal dunia.

Penyebab

DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang membawa virus dengue. Ada 4 tipe dari virus dengue ini, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Apabila sudah sekali terinfeksi oleh virus ini, sistem imun tubuh kita akan membuat “benteng” untuk virus ini seumur hidup kita. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan anda untuk tidak terinfeksi lagi oleh virus dengue.

Diagnosis

Secara klinis, dokter dapat menyatakan bahwa seseorang positif terdiagnosa DBD bila terdapat gejala dan tanda sebagai berikut :

  • Selama 2-7 hari timbul demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas;
  • Rumple leed tes positif;
  • Terdapat petekie, perdarahan gusi, epistaksis (mimisan);
  • Hepar (hati) membesar
  • Nadi berdeyut cepat dan lemah-sampai tidak teraba, hipotensi-sampai dengan tidak terukur, tangan dan kaki teraba dingin, pasien tampak gelisah; pada fase ini dapat dikatakan sebagai syok.

Tak hanya melalui pengamatan tanda dan gejala, diagnosis DBD juga didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium, seperti :

  • Trombositopenia (≤100.000/μl)
  • Kebocoran plasma yang ditandai dengan :
  • Hemokonsentrasi
  • Peningkatan hematokrit ≥20% dari nilai standar
  • Penurunan hematokrit ≥20% setelah mendapat terapi cairan
  • Efusi pleura, asites.

Diagnosis dapat ditegakkan apabila pasien memenuhi 2 kriteria klinis + 1 kriteria laboratorium.

Klasifikasi

DBD diklasifikasikan menjadi 4 derajat, di mana pada setiap tingkatan/derajat ditemukan trombositopenia dan hemokonsentrasi sebagai berikut :

  • Derajat I : Demam disertai gejala tidak khas + rumple leedtes positif
  • Derajat II : Seperti derajat I + petekie dan atau perdarahan gusi, epistaksis
  • Derajat III : Ditemukan hipotensi, nadi cepat dan lemah, sianosis (kebiruan) di sekitar mulut, kulit teraba dingin
  • Derajat IV : Syok berat; tekanan darah tidak dapat diukur dan nadi tidak teraba
Penanganan

Jika keluarga atau kerabat Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan tadi, sebaiknya SEGERA ke fasilitas kesehatan terdekat untuk ditangani secara cepat dan tepat – umumnya dokter akan melakukan prosedur yang sudah ditetapkan untuk menangani penderita DBD; karena apabila terlambat kematian dapat terjadi. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai penanganan pertama pada penderita yang diduga terkena DBD :

  • Berikan minum yang banyak untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat demam maupun kebocoran plasma.
  • Berikan obat parasetamol apabila demam. Jangan berikan ibuprofen/obat golongan lain karena obat tersebut justru dapat memicu perdarahan.

Hingga saat ini, belum ada obat dan vaksin untuk mencegah Demam Berdarah Dengue dan penanganan untuk penyakit ini umumnya hanya bersifat simtomastis dan suportif (merawat serta meredakan gejala-gejala yang ada). Namun, terjadinya kasus DBD dapat dikendalikan dengan cara ikut serta dalam gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang kerap digalakkan pemerintah setiap tahunnya.

Nah, itu dia serba-serbi penyakit Demam Berdarah Dengue yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.