Cutaneous Larva Migran; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Cutaneous larva migran

 

 

Cutaneous Larva Migran (CLM) adalah infeksi pada manusia yang disebabkan oleh cacing tambang. Seringkali, penderita terinfeksi CLM melalui cacing tambang yang hidup pada anjing atau kucing, dikenal dengan nama Ancylostoma braziliense atau Ancylostoma caninum.

Go Dok- Tahukah Anda mengenai cacing tambang? Jenis cacing yang satu ini kerap kali menetap pada hewan peliharaan berbulu Anda, seperti anjing dan kucing. Hati-hati! Sebab, cacing tambang dapat pula menular pada manusia, dan menyebabkan penyakit Cutaneous Larva Migran Bagaimana bisa? Nah, untuk penjelasan lebih lengkap, ada baiknya Anda menyimak penyebab, gejala dan penanganannya berikut ini!

Mengenal cutaneous larva migran

Cutaneous Larva Migran (CLM) adalah infeksi pada manusia yang disebabkan oleh cacing tambang. Seringkali, penderita terinfeksi CLM melalui cacing tambang yang hidup pada anjing atau kucing, dikenal dengan nama Ancylostoma braziliense atau Ancylostoma caninum. Tak hanya pada kedua hewan yang telah disebutkan, infeksi pada manusia dapat pula didapat melalui cacing tambang di hewan lainnya.

 Perlu Anda ketahui, bahwa infeksi cacing tambang lebih sering ditemukan pada wilayah yang berpasir, seperti area pantai maupun rumah. Karenanya, infeksi dari cacing tambang pun lebih sering terjadi pada daerah beriklim hangat terutama di negara tropis dan sub-tropis di Asia Tenggara,  Afrika, Amerika Selatan, dan Karibia. Pada beberapa tempat, penyakit ini dikenal pula dengan nama creeping eruption dan sandworm disease, mengacu pada perpindahan larva cacing tambang melewati jaringan di bawah kulit, sebelum kemudian bermanifestasi seperti sebuah jalur pada kulit yang berbentuk garis lurus atau berkelok-kelok.

Berikut adalah beberapa fakta terkait penyakit CLM yang harus Anda ketahui :

  • Individu dengan risiko terbesar yang paling umum terkena penyakit ini ialah anak-anak, perenang wisatawan, dan pekerja yang aktivitasnya bersentuhan dengan tanah yang telah  terkontaminasi cacing tambang.
  • Cutaneous Larva Migran(CLM) merupakan penyebab umum yang terjadi pada mereka yang sering berpergian ke daerah tropis.
  • Angka kejadian tinggi di daerah dengan iklim hangat.
  • Penyakit CLM lebih sering terjadi pada mereka yang berjalan tanpa alas kaki.
  • CLM dapat menyerang orang-orang pada segala usia. Akan tetapi, pada anak-anak lebih sering terjadi daripada orang dewasa.
Penyebab

Seperti yang telah Anda ketahui, cacing tambang memiliki jenis yang berbeda-beda. Beberapa jenis di antaranya merupakan parasit yang terdapat pada manusia,  sedangkan jenis lainnya merupakan parasit hewan. Seseorang dapat terinfeksi oleh larva cacing tambang melalui kontak terhadap anjing dan kucing yang juga telah terkontaminasi cacing tambang.

Penyebab terjadinya penyakit CLM antara lain adalah :

  • Ancylostoma braziliense(cacing tambang pada anjing liar, peliharaan dan kucing)
  • Ancylostoma caninum(cacing tambang pada anjing)
  • Uncinaria stenocephala (cacing tambang pada anjing)
  • Bunostomum phlebotomum (cacing tambang ternak)

Selain jenis cacing tambang di atas, terdapat pula beberapa jenis yang dapat menginfeksi, dan walaupun jarang terjadi, tetap dapat menimbulkan gejala, yaitu :

  • Ancylostoma ceylonicum
  • Ancylostoma tubaeforme(cacing tambang pada kucing)
  • Necator americanus(cacing tambang manusia)

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit CLM :

  • Hobi dan pekerjaan yang melibatkan kontak dengan tanah, lembapdan berpasir
  • Wisatawan yang berkunjung ke daerah tropis / subtropis
  • Pejalan kaki pantai bertelanjang kaki / berjemur
  • Anak-anak yang sering kontak dengan pasir
  • Petani
  • Tukang kebun
Gejala

Awalnya, CLM menimbulkan gejala gatal disertai kemerahan yang dapat bertambah atau berpindah di setiap lokasi masuknya larva. Meskipun demikian, banyak penderita yang tidak menyadari lokasi masuknya larva tersebut pada tubuhnya. Jika tubuh sudah terpapar tanah yang sudah terkontaminasi larva, rasa gatal dapat dirasakan sangat berat. Dalam dua atau tiga hari setelahnya gejala pada kulit dapat timbul, seperti rasa gatal yang sangat berat, penonjolan pada kulit yang berbentuk garis lurus hingga berkelok, kulit berwarna coklat kemerahan. Larva tersebut dapat berpindah beberapa milimeter per harinya. Di beberapa kasus, kelainan tersebut mungkin tidak ditemukan hingga berbulan-bulan setelah terpapar. Rasa gatal yang sangat berat dapat menyebabkan gangguan tidur pada beberapa kasus. Dalam dua hingga delapan minggu gejala dapat hilang, tetapi infeksi yang terjadi pada tubuh dapat berkembang. Gejala ini dapat kambuh beberapa hari hingga berbulan-bulan kemudian.

Diagnosis

Cutaneous Larva Migran (CLM) dapat didiagnosis oleh dokter berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Penderita yang terinfeksi biasanya pernah terekspos pada tanah atau pasir yang telah terkontaminasi cacing tambang. Terdapatnya ruam kemerahan, rasa gatal pada kaki, serta penonjolan kulit berupa garis atau berkelok-kelok dapat menguatkaan diagnosis penyakit ini.  Apalagi jika penderita memiliki riwayat perjalanan terakhir ke daerah tropis.

Tidak ada tes yang spesifik atau sensitif untuk penyakit CLM, sebab lokasi infeksi pada setiap orang berbeda-beda. CLM umumnya cukup mudah dikenali. Namun, dokter akan mempertimbangkan kemungkinan penyakit lainnya yang dapat menimbulkan gejala yang serupa.

Penanganan

Sejatinya, penyakit Cutaneus Larva Migran (CLM) dapat Anda cegah dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan berikut ini :

  • Gunakanlah pelindung.Menggunakan sarung tangan atau pelindung lainnya untuk menghindari kontak kulit dengan pasir maupun tanah akan mencegah terjadinya infeksi cacing tambang. Untuk anda yang sering berpergian ke daerah yang berpasir, misalnya pantai sebaiknya gunakan sepatu atau alas pelindung atau penutup lainnya. Hal ini berfungsi untuk mencegah kontak langsung dengan pasir atau tanah.
  • Perawatan hewan yaitu anjing dan kucingterbukti dapat mengurangi kontaminasi telur cacing tambang.
  • Membuang kotoran hewan dengan cara yang tepatdapat mencegah perkembangan telur yang dapat mencemari tanah.

Terapi yang diberikan untuk penyakit CLM berfungsi untuk mengurangi serta menghilangkan gejala. Larva cacing tambang yang menyebabkan CLM biasanya dapat hilang sendiri setelah 5-6 minggu. Di kebanyakan kasus, penderita dengan CLM mengalami perbaikan tanpa perawatan medis. Akan tetapi, pengobatan perlu dilakukan untuk membantu mengendalikan gejala. Jika tidak segera ditangani penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi bakteri sekunder.

Pilihan pengobatan meliputi

  • Obat minum, seperti ivermectin atau albendazole. Gejala umumnya hilang dalam waktu satu minggu setelah perawatan jika dilakukan dengan dosis yang tepat, benar, dan sesuai.
  • Obat topikal merupakan pengobatan pilihan kedua. Thiabendazole topikal, salep albendazol topikal cukup efektif untuk mengurangi rasa gatal yang timbul pada penyakit ini. Akan tetapi, cukup sulit untuk mendapatkan obat ini.

Komplikasi

  • Infeksi bakteri sekunder
  • Reaksi alergi

Nah, itu tadi serba-serbi penyakit Cutaneous Larva Migran yang harus Anda ketahui. Smeoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.