Cara Tepat Ajarkan Pendidikan Seks pada Anak

pendidikan seks
Ajarkan pendidikan seks  pada anak sedini mungkin jangan biarkan anak megetahui informasi mengenai seks dari orang lain. dengan cara paling sederhana dan disesuaikan dengan tingkatan umurnya

GoDok – Pendidikan seks kepada anak harus diberikan sedini mungkin dengan cara berikan penjelasan seks kepada si kecil akan memperkecil kemungkinan anak mengetahui informasi mengenai seks dari orang lain atau sumber lain yang belum tentu kebenarannya. Pemahaman yang tepat, membuat anak belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Bagaimana memberikan pendidikan seks ?

Ketika mengenalkan perihal seks kepada si buah hati, Anda harus menjelaskan hal ini dalam bentuk yang paling sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak. Hindari memberikan perumpamaan yang tidak objektif dan tidak masuk di akal si kecil. Penjelasan yang Anda berikan harus disesuaikan dengan umur dan tahap perkembangan anak. Bagaimana caranya? Berikut ini merupakan cara-cara memberikan pendidikan seks pada anak, disesuaikan dengan tingkat umurnya masing-masing :

1. Usia 1- 5 tahun

Pada usia ini, Anda bisa mulai memperkenalkan kepada anak mengenai organ-organ seks miliknya dan menjelaskan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya. Beritahukan kepada anak bahwa alat kelamin miliknya tidak boleh diperlihatkan, baik pada orang asing maupun orang yang mereka kenal. Ajarkan kepada anak untuk berteriak apabila ada orang yang menyentuh alat kelaminnya. Anda harus membiasakan anak untuk berganti pakaian diruangan khusus dan menutup pintu kamar mandi ketika anak sedang buang air kecil atau air besar.

2. Usia 6- 10 tahun

Pada usia ini merupakan masa-masa di mana si buah hati memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dia akan mulai aktif bertanya kepada Anda mengenai berbagai macam hal. Salah satu hal yang mungkin si kecil tanyakan, adalah dari mana dirinya berasal atau dari mana munculnya adik bayi. Jika pertanyaan ini terlontar darinya, Anda harus memberikan jawaban jujur yang mudah dimengerti oleh anak. Jawablah dengan memakai perumpaan, seperti mengatakan bahwa bayi ada tumbuh di dalam perut karena Ayah menanamkan benihnya pada rahim di perut ibu. Jika ia bertanya lebih lanjut, katakan bahwa Ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis melalui vagina ibu.  Itulah yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah. Mudah, bukan?

(Baca: Cara Tepat Kenalkan Organ Reproduksi pada Anak)

3. Usia 11 Tahun- Remaja

Anak mulai mengalami perubahan bentuk tubuh dan ini adalah saatnya untuk anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada dirinya.

Ketika anak mulai tertarik dengan lawan jenisnya, biarkan mereka untuk berbicara terlebih dahulu sebelum anda memberikan saran. Katakan kepada anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh teman lawan jenisnya, beritahu kepada anak cara membela diri jika temannya atau ada orang asing  yang bersikap tidak sopan kepadanya.

(Baca: Pengaruh Kata ‘Tidak’ dan ‘Jangan’ Bagi Anak)

Pada saat memberikan penjelasan kepada anak, sebisa mungkin hindari penggunaan kalimat dan kata-kata negatif, seperti kata jangan yang harus diganti dengan kata sebaiknya. Ingat pula bahwa teladan terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak adalah dengan memperlihatkan bahwa orangtuanya merupakan pasangan paling berbahagia dan menyayangi satu sama lain. Tidak apa-apa jika anak melihat orang tuanya beradu argumen, tapi anda harus menunjukan kepada anak bahwa Anda dan suami akan segera baikan. Jadi, selalu jaga perasaan si kecil juga ya, Bunda! Semoga bermanfaat!