Cara Agar Anak Berhenti Ngompol dengan Ajarkan Toilet Training

cara agar anak berhenti ngompol

GoDok – Cara Agar Anak Berhenti Ngompol Seiring dengan semakin beranjaknya umur si kecil, perkara apakah ia mengompol atau tidak di malam hari sudah pasti mulai jadi perhatian Anda selaku orangtua. Bayangkan saja! Jika kebiasaan buang air kecil di kamar mandi tidak diajarkan sejak dini, anak akan tumbuh dengan persepsi bahwa ngompol di kasur merupakan hal yang lumrah dilakukan.

Tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Yuk, ajarkan si kecil toilet training! Masih bingung cara agar anak berhenti ngompol dengan penerapan toilet training ini? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu toilet training?

Pada dasarnya, toilet training –atau dikenal juga dengan istilah potty training– merupakan proses melatih anak untuk buang air kecil dan besar di toilet. Memang terdengar sederhana; namun dalam pelaksanannya, dibutuhkan usaha serta kesabaran ekstra karena seringkali anak lebih terbiasa untuk buang air di popok atau celana.

Lantas, kapankah waktu yang tepat untuk memulai toilet training? Idealnya, langkah ini patut dicoba oleh orangtua ketika usia anak sudah menginjak 22-28 bulan. Nah, agar toilet training berjalan lebih optimal, Anda sebagai orangtua diharuskan untuk memperhatikan beberapa ciri kesiapan fisik dan mental anak, seperti:

1. Ciri kesiapan fisik

  • Anak lebih sering terlihat menahan BAB atau BAK
  • Anak sudah mampu mengenakan dan melepas pakaian sendiri
  • Anak rutin BAB di waktu yang sama
  • Popok terasa kering di pagi hari, atau 2 jam setelah dipakaikan

2. Ciri kesiapan mental

  • Anak menunjukkan antusiasme ketika melihat orang dewasa di sekitarnya tengah menggunakan toilet
  • Anak akan merasa risih dengan popok yang kotor, dan akan segera meminta Anda untuk menggantinya
  • Lebih memilih untuk menanggalkan popok dan langsung memakai celana saja
  • Bersemangat mengikuti toilet training
Apa yang harus dilakukan?

Adakah cara jitu yang dapat diterapkan agar toilet training berjalan maksimal? Tenang! Berikut Go Dok 7 trik jitunya:

  1. Atur jadwal ke toilet. Biasakan untuk mengajak anak ke toilet setidaknya 30 menit setelah ia diberi susu atau makan. Dengan begitu, lambat laun si kecil akan merasakan hasrat ingin buang air kecil atau besar.
  2. Berikan contoh. Memang, contoh yang diberikan oleh orang dewasa dalam menggunakan toilet merupakan langkah yang paling ampuh agar si kecil berhenti buang air besar atau ngompol di popok. Karenanya, jangan segan untuk sesekali mengajak anak ke toilet dan ajarkan ia bagaimana cara menggunakan alat mandi atau kebersihan yang ada.
  3. Ciptakan suasana menyenangkan. Agar anak lebih bersemangat menjalani proses toilet training, Anda dapat mendekorasi toilet dengan tempelan stiker atau gambar tokoh kartun favorit si kecil.
  4. Beri pujian. Ada baiknya, Anda sebagai orangtua rajin memberikan pujian setiap kali anak berhasil buang air di toilet. Dengan cara begini, buah hati akan lebih bersemangat sebab ia merasa bahwa usahanya mendapatkan perhatian Anda.
Apa yang jangan dilakukan?

Ternyata, dalam menerapkan proses toilet training, terdapat beberapa hal yang jangan Anda lakukan, seperti:

  1. Memulai toilet trainingdi usia anak yang terlalu dini
  2. Mewajibkan anak untuk mengikuti aturan menggunakan toilet yang dicontohkan orang lain
  3. Memarahi anak ketika ia gagal menerapkan toilet trainingsecara sempurna
  4. Menjadikan toilet trainingsebagai beban, bukan sebagai kegiatan yang menyenangkan

Bunda, jadi jangan lupa ajarkan anak toilet training, ya!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.