Campak; Penyebab, Gejala dan Penanganan

campak

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini juga dikenal dalam bahasa medis dengan morbilimeasles, atau rubeola. Umumnya, virus campak berada pada lendir di hidung dan di dalam darah.

GoDok – Campak –  merupakan suatu penyakit yang cukup umum di Indonesia. Biasa menyerang anak-anak, penyakit ini  tidak bisa dianggap remeh. Sebab, angka kematiannya pun termasuk tinggi. Untuk itu, Anda yang memiliki bayi dan anak kecil, harus selalu waspada terhadap datangnya penyakit campak! Yuk, kenali serba-serbi lengkapnya agar persiapan Anda lebih matang!

Mengenal campak

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini juga dikenal dalam bahasa medis dengan morbili, measles, atau rubeola. Umumnya, virus campak berada pada lendir di hidung dan di dalam darah. Penularannya cukup efektif, hanya dengan sedikit virus yang tertular, akan langsung timbul infeksi pada seseorang. Penularan terjadi melalui bersin ataupun batuk dengan media udara.

Pada tahun 2015, statistik menunjukkan bahwa sebanyak 134,200 kematian terjadi akibat penyakit ini. Selain itu, diprediksi pula bahwa sekitar 367 kematian terjadi setiap harinya atau 15 kematian setiap jamnya. Sementara itu, di Amerika Serikat, pada tahun 2011 telah dilaporkan angka kejadian campak adalah sebanyak 222 kasus, dan angka kejadian baru penyakit ini adalah 0.7 per 1.000.000 penduduk. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2015, dilaporkan bahwa kasus campak  sebanyak 8185 kasus.

Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah virus campak. Virus ini termasuk dalam golongan paramyxovirus. Virus ini merupakan organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi. Jika berada di luar tubuh manusia, maka virus ini akan kehilangan daya penularannya sebanyak 60%. Pada suhu 37 derajat celcius, virus ini hanya memiliki waktu paruh selama 2 jam, sedangkan pada suhu 56oC hanya satu jam. Penyakit ini menular lewat udara sejak 1 hingga 2 hari sebelum timbul gejala klinis hingga 4 hari setelah munculnya ruam. Virus ini memperbanyak dirinya pada kelenjar getah bening. Penyebaran dimulai ke sel jaringan limforetikuler seperti limpa. Dalam keadaan tertentu, penyakit infeksi saluran pernapasan (pneumonia) dapat terjadi dan dapat menyebabkan gizi kurang.

Gejala

Penyakit ini biasanya digolongkan berdasarkan gejala klinis yang nampak pada penderita, yaitu campak tanpa penyakit komplikasi lain dan campak yang disertai penyakit komplikasi lain. Perbedaan ini penting untuk menentukan terapi apa yang akan diberikan pada penderitanya Tidak semua kasus memiliki manifestasi klinis yang sama. Secara umum, penyakit ini memiliki gejala klinis yang berkaitan seperti mata menjadi merah, hidung berair (pilek) timbul ruam dimulai dari belakang telinga kemudian menyebar ke muka hingga seluruh tubuh, dan meningkatnya suhu tubuh.

Berikut adalah tanda dan gejala campak:

  1. Demam tinggi
  2. Mata merah
  3. Hidung berair (pilek)
  4. Bercak putih pada bagian mulut dalam
  5. Lemas
  6. Pilek
  7. Diare
  8. Batuk
  9. Muncul ruam kemerahan dari kepala, belakang telinga, menyebar hingga muka, badan hingga kaki
Diagnosis

Sejatinya, penyakit ini cukup mudah untuk dikenali. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinis. Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk sekedar membantu seperti: pemeriksaan sitologik -susunan dan fungsi sel-, serta pemeriksaan serologi -kekebalan tubuh terhadap serum-  jika diperlukan.

Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai awal munculnya timbul ruam, penyebaran ruam, timbulnya demam, riwayat kontak dengan penderita campak, riwayat infeksi, riwayat imunisasi hingga penggunaan obat yang telah diberikan. Segera konsultasikan penyakit anda dengan dokter sehingga diberikan pengobatan yang benar, sesuai, dan tepat.

Penanganan
  1. Pencegahannyadilakukan dengan memberi imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan. Program ini sudah dikembangkan dan dilaksanakan sejak lama dan wajib Imunisasi campak diharapkan menurunkan angka kejadian penyakit ini di Indonesia.
  2. Ruang khusus campak. Penyakit ini cukup menular dari 1-2 hari sebelum munculnya ruam dan 4 hari setelah munculnya ruam. Sebaiknya penderita penyakit initidak berada pada satu ruang hingga lewat pada masa penularannya atau dinyatakan sembuh. Hal ini berfungsi agar melindungi individu untuk tidak tertular.

Umumnya, campak yang tidak disertai penyakit komplikasi tidak akan memerlukan rawat inap. Hal ini berbeda dengan campak dengan penyulit yang memerlukan perawatan sehingga perlu di rawat inap. Selain itu, perlu diketahui bahwa pengobatan pada penyakit ini tidak dapat menghilangkan virus penyebab. Tindakan maupun obat yang diberikan bersifat meredakan gejala dan membantu untuk pemulihan kondisi tubuh dan mencegah terjadinya penyulit lain. Berikut ini adalah tindakan yang dapat dilakukan pada penderitanya, yaitu:

1. Menjaga cairan tubuh

Penderita penyakit ini harus memenuhi kebutuhan cairan kesehariannya. Cairan diperlukan tubuh untuk memulihkan keseimbangan tubuh. Cairan yang hilang akibat diare atau pun muntah dapat menyebabkan penderita dehidrasi dan kehilangan minat dalam beraktivitas

2. Penuhi kebutuhan nutrisi harian

Nutrisi merupakan kebutuhan yang penting bagi tubuh. Kebutuhan nutrisi harian pada penderita penyakit ini harus diberikan agar tidak menjadi penyulit lain. Jika nutrisi tercukupi, maka hal ini akan membantu tubuh untuk mempercepat pemulihan.

3. Obat – obat yang meredakan gejala

Obat penurun panas akan diberikan oleh dokter untuk meredakan demam. Pemberian obat ini membantu agar suhu tubuh penderita dapat dipertahankan dalam batas normal. Obat ini antara lain parasetamol dan ibu profen.

4. Pemberian antibiotik jika terdapat infeksi

Apabila dicurigai adanya tanda – tanda infeksi, maka penderita akan mendapatkan antibiotik. Bahkan, jika diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan terkait dengan kecurigaan terhadap infeksi spesifik. Pemberian antibiotik biasanya diberikan hingga 3 hari. Dokter akan memutuskan pemberian antibiotik yang benar, sesuai, dan tepat.

5. Pemberian vitamin A

Pemberian vitamin A akan disesuaikan dengan umur penderita. Jika umur penderita <6 bulan diberikan sebanyak 50.000 IU; 100.000 IU (6-11 Bulan); atau 200.000 IU (12 bulan hingga 5 tahun).

6. Perawatan mata

Perawatan mata dapat dilakukan dengan cara membersihkan mata yang bernanah dengan kain katun yang sudah direbus dalam air mendidih atau lap bersih yang direndam dalam air bersih.

7. Perawatan mulut

Perawatan mulut diperlukan oleh penderita campak. Kebersihan mulut perlu dijaga agar tidak terjadi penyulit lain. Dokter akan memberikan obat kumur jika diperlukan.

8. Istirahat cukup dan kurangi aktivitas.

Kunjungan ulang diperlukan dalam dua hari untuk melihat keberhasilan terapi dan menyingkirkan tanda-tanda bahaya.

Komplikasi
  1. Penyakit telinga
  2. Penyakit infeksi paru-paru
  3. Infeksi jaringan otak
  4. Penurunan jumlah trombosit

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.