Cacar Air; Gejala, Komplikasi dan Penanganan

www.go-dok.com

Cacar air (varicella simplex) atau yang dikenal juga sebagai chikenpox merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster.

GoDok- Sering kali kita mendengar bahwa kemungkinan mengidap cacar air adalah sekali seumur hidup. Benarkah seperti itu? Lalu apa saja penyebab, gejala, serta cara penanganannya? Berikut penjelasan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.

Mengenal cacar air

Cacar air (varicella simplex) atau yang dikenal juga sebagai chikenpox merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini biasanya diderita oleh anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Tetapi, di beberapa kasus menunjukkan kalau cacar air juga dapat menyerang orang dewasa. Cara penyebaran penyakit ini adalah melalui udara (airbone desease). Oleh karena itu, hindarilah kontak terlalu dekat dengan penderita cacar air karena infeksi dapat menyebar jika pasien batuk atau bersin.

Gejala

Gejala cacar air muncul secara bertahap. Pada umumnya gejala timbul 10-21 hari semenjak tubuh terinfeksi virus dan akan bertahan selama 5-10 hari.

Pada awalnya, penderita akan merasa sedikit pusing dan terserang demam yang umumya disertai batuk pilek, lesu, dan lemah. Setelah beberapa hari, mulai terlihat bintik-bintik kemerahan kecil pada kulit area dada dan perut, kemudian diikuti oleh area wajah dan alat gerak.

Komplikasi

Cacar air sebenarnya dapat dikategorikan sebagai penyakit ringan. Namun, jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

1. Infeksi sekunder pada kulit

2. Infeksi pada otak (ensefalitis)

3. Pneumonia

4. Toxic shock syndrome

5. Reye’s syndrome

6. Komplikasi lain yang dapat ditemukan namun jarang terjadi: neuritis optik, myelitis transversa, orkitis, dan arthritis

Pemeriksaan

Dengan berkonsultasi ke dokter, cacar air akan didiagnosa berdasarkan gejala klinik yang timbul. Jika diagnosa gejala klinik dirasa kurang, maka Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah atau kultur sampel dari lesi kulit yang terkena.

Penanganan dan pencegahan

Cacar air sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan seseorang akan kembali terserang penyakit ini jika daya tahan tubuhnya menurun.

Cara pengobatan cacar air yang paling efektif adalah dengan pemberian anti virus, seperti asiklovir. Selama proses penyembuhan, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan atau buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jambu biji, tomat, dan anggur untuk mengembalikan daya tahan tubuh agar tidak terserang infeksi bawaan.

Sebagai langkah pencegahan, pastikan Anda atau anggota keluarga mendapatkan imunisasi cacar air. Imunisasi jenis ini biasanya diberikan saat balita berusia 12 bulan. Bagaimana dengan orang dewasa? Karena efek cacar lebih parah jika mendera orang dewasa, maka bagi mereka yang berusia di atas 12 tahun serta mempunyai kekebalan tubuh rendah atau belum pernah terkena cacar air sebelumnya bisa mendapatkan imunisasi cacar air sebagai langkah pencegahan.

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.