Bursitis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Bursitis

Bursitismengacu pada peradangan atau inflamasi yang terjadi pada bursa (kantung cairan yang terletak di bawah kulit; biasanya terdapat di atas sendi dan berfungsi sebagai bantalan tulang).

GoDok- Bursitis; nama penyakit yang mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Yuk, kenali penyakit ini lebih dalam lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal bursitis

Sejatinya, istilah ‘bursitis’ mengacu pada peradangan atau inflamasi yang terjadi pada bursa (kantung cairan yang terletak di bawah kulit; biasanya terdapat di atas sendi dan berfungsi sebagai bantalan tulang). Umumnya, pasien akan mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuh, seperti  bahu, siku, lutut, pangkal jempol kaki, atau tumit. Lebih lanjut, nyeri khasnya  juga dapat terjadi di persedian yang sering digunakan untuk melakukan gerakan yang berulang.

Penanganannya amatlah bervariasi dan bergantung pada gejala yang timbul. Dalam sebagian besar kasus, nyeri akibat kondisi ini dapat hilang dalam hitungan minggu saja jika ditangani dengan cara yang benar, sesuai, dan tepat. Akan tetapi, gejala berulang dapat timbul jika perawatan yang dilakukan tidak sesuai.

Epidemiologi
  • Di Amerika Serikat, sebanyak 0.4% kunjungan di rumah sakit didiagnosis sebagai bursitis
  • Bursitis paling sering menimpa atlet, yaitu mencapai 10% pada pelari
  • Bursitis lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
Penyebab

Penyebab yang paling umum adalah penggunaan sendi berlebih. Singkatnya, penyakit ini terjadi jika sebuah sendi dipaksa untuk melakukan gerakan repetitif dan terus-menerus. Inilah yang kemudian memicu timbulnya luka.

Berikut penjabaran lengkap mengenai faktor apa saja yang dapat menyebabkannya:

  • Cedera. Jika sebuah bursa mengalami cedera, maka jaringan di dalamnya dapat teriritasi dan menyebabkan peradangan. Pada sebagian besar kasus, cedera ini umumnya berkembang menjadi lebih serius akibat sendi dan otot digunakan secara terus menerus.
  • Infeksi. Jika terdapat luka, bakteri akan masuk dan mencari jalan untuk mencapai bursa. Nah, sistem kekabalan tubuh secara alami akan merespon kondisi ini dan mengirimkan sinyal ke tubuh akan bahaya adanya ‘agen asing’. Jika sistem kekebalan terlampau lemah, maka dapat dipastikan bahwa bursa kemudian akan mengalami kerusakan akibat infeksi.
  • Kondisi kesehatan. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu peradangan pada bursa:
    • Asam urat tinggi
    • Rheumatoid arthritis
    • Skleroderma
    • Spondilitis
    • Lupus ertematosus
    • Obesitas
Gejala

Pada umumnya, penyakit ini ditandai oleh beberapa gejala umum, seperti:

  • Pembengkakan pada sendi; dalam beberapa kasus, pembengkakan dapat terlihat memerah, menonjol, dan terasa hangat.
  • Rasa sakit & nyeri pada daerah yang bengkak
  • Suhu tubuh yang tinggi
  • Terdapat infeksi pada lokasi yang terkena
  • Kulit yang terkena terlihat rusak.

Penting untuk diketahui, gejala yang dominan pada penyakit ini adalah rasa sakit yang muncul secara perlahan atau mendadak. Gejala lainnya –semisal kekakuan dan pegal atau nyeri saat berpindah- juga bisa saja terjadi, walaupun angka kejadiannya tidaklah terlalu signifikan.

Diagnosis

Segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter jika terbukti mengalami satu atau beberapa gejala bursitis di atas. Ingat! Agar dokter mampu mendiagnosa penyakit dengan tepat, Anda harus menceritakan keluhan secara mendetail dan lengkap.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terkait keluhan Anda. Pemeriksaan penunjang -seperti pemeriksaan darah, radiografi, ataupun pengambilan sampel cairan sendi- mungkin akan dilakukan jika diperlukan.

Penanganan

Sejatinya, pengobatannya ditujukan untuk mengurangi gejala yang muncul. Lantas, apa saja langkah pengobatan yang dimaksud? Berikut paparan lengkapnya:

  • Anti nyeri; diberikan untuk menguarngi sensasi nyeri yang muncul.
  • Anti peradangan; biasanya diberikan dalam bentuk suntikan, obat jenis ini baru digunakan jika gejala yang timbul tidak kunjung membaik. 
  • Antibiotik; umumnya diberikan oleh dokter jika diagnosa bursitis sudah dipastikan lewat pemeriksaan penunjang. Tujuannya sendiri adalah untuk mencegah terjadinya infeksi berulang.

Tenang! Nyatanya, penyakit ini dapat dicegah dengan penerapan beberapa langkah preventif, seperti:

  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga. Jika dilakukan dengan benar (minimal selama 5 menit sebelum berolahrga), pemanasan dapat mencegah terjadinya cedera pada sendi dan otot tubuh.
  • Lindungi sendi. Contoh yang paling mudah adalah dengan rutin mengenakan bantalanpelindung siku dan lutut –khususnya bagi Anda yang berprofesi sebagai atlet.
  • Istirahat secara teratur. Mengapa? Karena langkah ini dianggap ampuh untuk menghindari tekanan berlebih pada bagian tubuh tertentu.

Semoga bermanfaat!

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.