Bunda, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Tips peralihan dari ASI ke susu formula

Go Dok- Tips peralihan dari ASI ke susu formula- Bunda, sebagai seorang ibu tentu saja pernah atau bahkan sedang menyusui si kecil. Apakah Bunda pernah mengalami masalah seperti produksi ASI sedikit hingga ASI tidak keluar? Pasti Bunda merasa sangat khawatir akan asupan energi dan nutrisi untuk si kecil yang baru lahir. Bukan tidak mungkin, Bunda berniat untuk memberikan susu formula pada si kecil yang usianya belum genap enam bulan. Sabar dan terus berusaha, Bunda. Usia 0-6 bulan adalah usia di mana bayi harus mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini juga telah direkomendasikan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), lalu setelah usia bayi mencapai 6 bulan dilanjutkan bersama makanan pendamping sampai usianya 2 tahun. Kandungan ASI berbeda dengan susu formula yang kebanyakan berasal dari susu sapi. ASI lebih higienis, aman, dan mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit yang biasanya menyerang di usia rentan tersebut. Meskipun demikian, angka menyusui eksklusif di Indonesia menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 baru mencapai 32%.

Padahal selain sangat bermanfaat bagi bayi, menyusui juga sangat bermanfaat bagi Bunda, lho. Menyusui ternyata adalah KB alami yang disamping dapat menurunkan risiko kanker payudara dan kanker rahim, juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Sebagai upaya mengoptimalkan kesehatan bayi dan diri Anda, berikan ASI eksklusif dan berikan susu formula sebagai pendamping ASI hanya ketika bayi telah berusia lebih dari 6 bulan. Namun, peralihan dari ASI ke susu formula ini sering kali bukan tanpa hambatan. Bayi terkadang tidak langsung mau saat diberikan susu formula pada botol.

Berikut tips peralihan dari ASI ke susu formula yang bisa Bunda lakukan:

  1. Tips peralihan dari ASI ke susu formula yang pertama dengan mempersiapkan botol susu yang sudah teruji sterilisasinya. Pilih juga susu formula yang direkomendasikan oleh dokter untuk menjamin kandungannya sesuai dengan kebutuhan si kecil.
  2. Berikan setengah porsi ASI dari biasanya, jika si kecil masih merasa lapar. Coba berikan botol susu berisi ASI kepadanya. Bantu ia agar bisa terbiasa dengan bentuk kepala botol. Biarkan ia mencicipi rasa ASI yang ia dapat bukan melalui puting payudara ibunya. Ini akan membantu bayi terbiasa untuk minum susu di botol.
  3. Selanjutnya, tips peralihan dari ASI ke susu formula dengan mencoba perlihatkan dan tawarkan botol berisi susu ketika jam lapar si kecil tiba. Lakukan pemberian susu dengan posisi berbeda dari pemberian ASI. Misalnya dengan membuat bayi setengah terduduk dan Bunda memberikan susu padanya dengan berhadapan dan tatap matanya ketika pemberian susu dari botol.
  4. Jika si kecil mulai terbiasa dengan botol, gantilah ASI dalam botol dengan susu formula yang suhu dan kekentalannya kurang lebih sama dengan ASI. Biarkan si kecil mencicipi rasa baru yang mungkin aneh baginya. Si kecil bisa saja rewel dan kembali meminta ASI. Jika ini terjadi, cobalah cara tradisional dengan mengoleskan batrawali pada puting susu. Batrawali terasa pahit namun tidak berbahaya bagi kesehatan. Ketika si kecil akan minum ASI dari payudara Bunda, ia pasti akan melepaskannya karena terasa pahit. Kemungkinan besar si kecil akan menangis. Tenangkan ia dan segera berikan botol berisi susu formula untuknya.
  5. Jika berhasil, bayi akan mulai terbiasa dengan susu formula. Nah, tips peralihan dari ASI ke susu formula terakhir Bunda juga harus memperhatikan bagaimana kotoran si kecil setelah peralihan dari ASI ke susu formula ini. Jika bayi mengalami konstipasi ataupun diare, cobalah konsultasi pada dokter untuk mengetahui apakah si kecil memiliki alergi terhadap susu formula.

Nah, Bunda, itulah tadi empat tips peralihan daro ASI ke susu formula. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.