Bunda, Ini Dia Tips Menyajikan Makanan bagi Balita!

www.go-dok.com

Seperti yang telah kita ketahui, rentang usia 0-5 tahun merupakan masa keemasan (golden age) pada proses tumbuh kembang anak. Mengapa demikian? Karena di usia tersebut, potensi perkembangan fisik dan kognitif buah hati sedang di titik puncak sehingga berdampak besar bagi proses pendewasaan dan pertumbuhannya kelak. Sebab itulah, sudah menjadi tugas Anda sebagai orangtua untuk selalu memperhatikan asupan gizi serta nutrisi si kecil agar mereka dapat tumbuh secara optimal. Namun, seringkali karena kurangnya pengalaman, banyak hal penting yang dilupakan oleh para ibu muda dalam memastikan asupan makanan balita.

Nah, berikut beberapa panduan dalam menyajikan makanan balita yang perlu new mommy ketahui :

1. Perhatikan kebersihan makanan

Memperhatikan kebersihan makanan balita sudah seharusnya menjadi prioritas Anda sebagai orangtua. Mengapa? Sebab sistem pencernaan balita yang belum terbentuk secara sempurna membuat ia lebih rentan terinfeksi kuman dan bakteri sumber penyakit. Karena alasan inilah, tidak heran jika kemudian banyak orangtua yang membatasi buah hatinya untuk jajan sembarangan di luar.

Solusi paling ideal yang dapat Anda terapkan adalah dengan memasak sendiri setiap hidangan yang akan disajikan untuk anak. Meskipun terkesan repot, namun cara ini dapat membuat ibu mengetahui dengan pasti kebersihan dan kandungan nutrisi dari setiap makanan yang dikonsumsi buah hati.

2. Perhatikan menu makan anak

Idealnya, jam makan balita dibagi menjadi 3 waktu. Nah, untuk menghindari kebosanan akan menu makanan yang itu-itu saja, ada baiknya Anda menyiapkan sajian yang berbeda tiap harinya. Langkah ini juga dianggap ampuh untuk mengenalkan anak pada beragam bahan pangan sehingga ia pun nantinya akan familiar dengan beragam rasa dan tekstur. Bingung dengan pilihan menunya? Cobalah variasi menu bubur dan nasi tim untuk sajian sarapan. Sedangkan untuk makan siang dan malam, berikan si kecil makanan yang kaya akan protein dan omega-3, seperti ikan segar, telur, dan berbagai sayuran. Mudah, bukan?

3. Perhatikan cara penyimpanan makanan

Apakah Anda salah satu ibu muda yang juga seorang wanita karir? Jika iya, pastilah Anda terbiasa menyimpan makanan untuk si buah hati sebelum berangkat kerja. Eits, selalu perhatikan suhu ruang penyimpanan makanan, ya! Mengapa? Karena makanan yang disimpan di suhu ruangan justru akan menjadi sarang tumbuh kembangnya bakteri serta jamur. Lalu, apa yang harus dilakukan? Simpanlah makanan balita di freezer bersuhu -15o C dan panaskan kembali dengan suhu lebih dari 60o C.

4. Kurangi penggunaanpenyedap/MSG

Terakhir, hindari menambahkan penyedap atau MSG (monosodium glutamat) di makanan si kecil. Penelitian membuktikan bahwa penggunaan MSG secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak pada anak. Solusinya, gantilah MSG dengan penyedap rasa alami, seperti garam, gula, hingga kaldu daging dan tulang.

Itu dia beberapa panduan menyajikan makanan bagi si kecil yang tentunya tidak hanya lezat, namun juga menyehatkan. Selamat mencoba!