Bunda, Ini Dia Panduan Memilih Popok Bayi

Panduan memilih popok bayi

GoDok- Panduan memilih popok bayi- Memiliki bayi tidak hanya memberikan rasa bahagia saja, tetapi juga menimbulkan rasa bingung pada orangtuanya, terutama orang tua yang pertama kali memiliki keturunan. Mengapa? Pasalnya, mengurus bayi tidak mudah. Apalagi jika menyangkut soal kenyamanan dan higienitas si bayi. Masalah kebersihan bisa dimulai dari cara memilih popok  bayi yang tepat.

Bagaimana cara memilih popok bayi yang sesuai dengan kebutuhan? Berikut panduan memilih popok bayi dari Go Dok!

Popok bayi merupakan hal krusial yang harus dipersiapkan orang tua dalam merawat bayi. Jenis popok bayi yang banyak beredar di pasaran Indonesia sendiri terdapat dua jenis, yaitu popok sekali pakai dan popok yang berbahan kain. Popok dengan bahan apakah yang baik untuk digunakan?

Menurut IDAI, popok dengan bahan apapun harus dapat menjaga kestablian pH dan keringnya kulit. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari adanya iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif dan ruam kulit. Popok seharusnya tersusun dari 3 lapisan, yaitu lapisan dalam, lapisan inti dengan bahan yang absorben, dan lapisan luar.

Popok sekali pakai

Panduan memilih popok bayi  Pada bagian lapisan dalam popok sekali pakai biasanya berpori untuk mengurangi gesekan kulit agar tidak iritasi. Biasanya, di dalamnya juga mengandung formula khusus seperti zinc oxide, aloe vera, serta petroleum untuk membuat kulit tetap kering.

Bahan absorben juga seringkali mengandung selulosa dan absorbent gelling material (AGM) atau superabsorbent, yang dapat memisahkan cairan urin dan feses. Selain itu, AGM juga berfungsi untuk menahan cairan pada matriksnya dan menjaga kestabilan pH. Pada lapisan luarnya, biasanya bersifat kedap air. Tetapi Anda juga bisa menemukan popok yang lapisan luarnya terbuat dari bahan yang berpori agar kulit bayi dapat bernapas.

Popok sekali pakai juga memiliki kekurangan. Popok sekali pakai memaksa Anda untuk membuang setiap kali setelah digunakan dan mencemari lingkungan dengan penggunaannya yang cukup banyak dalam seharinya. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan saja bisa menggunakan 7-12 lembar popok.

Popok kain

Panduan memilih popok bayiPopok kain bukan berarti tidak mengandung bahan-bahan yang tidak ada pada popok sekali pakai. Justru, sekarang Anda dapat menemukan popok kain dengan inovasi pada penggunaan bahannya yang absorbent, seperti bahan polyester/microfiber, katun, bambu, dan rami. Bahan dari bambu sendiri memiliki daya serap yang sangat tinggi. Meski demikian, hal yang membahayakan dari popok kain adalah bahan kimia yang digunakan pada saat proses produksi.

Bahan polyester memiliki daya serap yang baik. Namun, kemampuan menyerapnya dapat menurun seiring penggunaan yang sering. Selain itu, kekurangan dari bahan polyester adalah sulit dibersihkan sehingga lama-kelamaan akan menimbulkan bau.

Jika Anda ingin menggunakan popok kain, IDAI menyarankan untuk memilih popok yang berbahan dasar katun. Popok dengan bahan katun tersebut biasanya memiliki ventilasi yang baik, sehingga kulit bayi tetap dapat bernapas. Cara tersebut juga diketahui sebagai salah satu upaya untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih.

Meski popok kain lebih ramah lingkungan karena bisa dipakai berkali-kali, Anda perlu bertanggung jawab terhadap kebersihannya. Anda harus memastikan kebersihannya sebelum kembali digunakan oleh si bayi. Tentunya hal ini untuk menghindari adanya penumpukan yang bisa menimbulkan bau hingga penyakit pada kulit bayi.

Waktu yang tepat mengganti jenis popok

Panduan memilih popok bayiJenis popok yang digunakan terkadang juga tergantung dengan usia bayi. Biasanya, bayi yang baru lahir bisa buang air hingga 2-3jam. Sehingga, Anda lebih membutuhkan lebih banyak popok untuk dapat memberikan kenyamanan. Daya serap yang tinggi bisa jadi menjadi pertimbangan kesekian jika Anda harus menggantinya dalam jangka waktu singkat.

Sementara itu, ketika bayi mulai berusia di atas 6 bulan, bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Hal tersebut membuat Anda harus mulai mencari popok yang lebih rapat, tetapi tidak ketat, agar tidak menimbulkan kebocoran yang tidak Anda inginkan.

Selain itu, bayi di atas 6 bulan pun sudah bisa tidur lebih lama. Jadi, Anda harus mencari popok yang memiliki daya serap tinggi untuk menjaga higienitas. Anda juga tentu tidak ingin si bayi harus terbangun dan menangis tengah malam karena ketidaknyamanannya.

Ketika bayi mulai berusia 1-2 tahun, bayi akan semakin aktif. Pilih bahan yang nyaman untuk ia bergerak dan tidak menimbulkan gesekan yang terlalu banyak. Anda juga harus memerhatikan daya serapnya karena ia akan semakin banyak buang air. Anda boleh menggunakan dua jenis popok yang dipakai bergantian.

Lantas kapankah bayi harus berhenti memakai popok? Tentunya ketika ia sudah siap untuk menahan buang air dan membuangnya di tempat yang tepat. Anda perlu melatihnya perlahan-lahan untuk hal tersebut. Semakin besar anak Anda, maka semakin berkurang jumlah popok yang akan digunakan.

Itu tadi panduan memilih popok dengan bahan dan jenis yang tepat sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan buah hati Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ Go Dok untuk tanya jawab dengan dokter seputar permasalahannya. GRATIS! Download aplikasinya di sini.