Bunda, Bijaklah Dalam Memilih Tas Ransel Anak

GoDok – Di masa kini, Anda tentu hampir setiap hari melihat anak-anak sekolah wara-wiri dengan tas ransel di punggung mereka. Sebenarnya, tidak mengherankan ransel menjadi pilihan yang populer bagi anak sekolah. Sebab, selain kemampuannya menyandang banyak buku sekolah, kini tas ransel hadir dalam berbagai warna dan ukuran. Menariknya, tidak jarang bentuk tas ransel juga mengikuti tren fashion global. Namun, Anda perlu berhati-hati saat memilihkan tas ransel untuk si buah hati. Sebab salah sedikit, bisa-bisa masa pertumbuhannya justru berjalan tidak sempurna. Lho, kok bisa?

Fakta ilmiah dan bahayanya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dumondor, Angliadi dan Sengkey dalam Jurnal e-Clinic, penggunaan tas ransel yang tidak sesuai desain, berat beban serta cara penggunaan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Hal ini karena ketiga hal tersebut dapat meningkatkan stres pada struktur tulang belakang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Jika tetap dipaksakan memakai ransel yang kurang tepat, dapat timbul masalah kesehatan serius seperti nyeri punggung dan perubahan postur tubuh serta gaya berjalan. Bahkan, jika dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan perubahan yang tak dapat diubah karena ligamen dan tulang belakang terus mengalami proses degeneratif sejalan dengan usia.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa lebih dari 90% pelajar di negara berkembang menggunakan tas ransel, dan kebanyakan dari mereka menggunakan tas ransel dengan beban lebih berat dari yang disarankan. Harus Anda ingat, bahwa jumlah beban ransel maksimal yang disarankan adalah 10% sampai 15% dari berat badan anak. Jika membawa beban lebih dari itu, maka si kecil dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita nyeri punggung dan kelainan tulang belakang. Berat beban ransel yang terlalu berat juga akan menekan diskus; bagian yang mempunyai fungsi sebagai bantalan antar tulang pada tulang belakang. Selain itu, beban terlalu berat juga akan meningkatkan kelengkungan bentuk tulang belakang yang tentu saja tidak Anda harapkan. Perlu diwaspadai, kelainan tulang belakang seperti skoliosis, lordosis dan kifosis sering terjadi pada anak usia SD dan SMP.

Lalu, bagaimana cara memilih ransel yang tepat?

Karenanya, demi melindungi si buah hati dari bahaya kelainan tulang, Anda perlu memerhatikan jenis-jenis tas sekolah yang aman. Mau tahu apa saja jenisnya? Yuk, simak penjelasannya yang dikutip dari laman kidshealth.org berikut ini :

  1. Pilihlah ransel dari bahan yang ringan dan tidak menambah beban seperti dari bahan kanvas, bukan kulit.
  2. Jangan lupa, ransel juga harus memiliki bantalan empuk di dua bagian strap atau tali sandang di bahu, yang lebar, sehingga tidak menusuk maupun membekas di bahu.
  3. Pastikan tas ransel untuk si kecil memiliki bantalan empuk di bagian punggungnya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan, tapi juga melindungi anak dari bagian tajam atau keras benda-benda di dalam ransel (misalnya pensil, pulpen, sisi buku).
  4. Sebaiknya, pilih ransel yang memiliki kaitan di bagian pinggang dan dada sehingga beban bawaan si kecil  tersebar merata ke seluruh tubuh, bukan terfokus pada dua titik di bagian bahunya.
  5. Terakhir, akan lebih baik jika tas ransel si kecil juga memiliki kompartemen atau ruang terpisah di dalamnya (seperti  sisi khusus untuk menaruh laptop, alat tulis, buku kecil). Sebab, hal ini akan membantu muatan barang akan tersebar merata di seluruh sisi ransel.

Perhatikan ya, Bunda. Jika Anda bijak memilihkan tas ransel yang sesuai dengan kebutuhan si buah hati, hal itu akan menjadi investasinya seumur hidup. Semoga bermanfaat!

Baca artikel terkait mengenai manfaat ajarkan bahasa asing pada anak, klik di sini.