Bunda, Ayo Kenali Penyebab Gigi Patah pada Anak!

Penyebab gigi patah pada anak

Fraktur atau patah gigi merupakan hilang atau lepasnya suatu fragmen dari susunan gigi yang lengkap. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari karies (pembusukan gigi), trauma akibat kecelakaan, hingga benturan di area mulut.

GoDok- Penyebab gigi patah pada anak- Pernahkah Anda mendapati si buah hati mengalami masalah kesehatan gigi, di mana gigi mungilnya patah? Saat hal ini pertama kali terjadi, Anda sebagai orang tua pastinya ada perasaan takut bercampur cemas. Padahal, Bunda, fenomena patah gigi pada anak merupakan hal yang lumrah atau wajar terjadi, khususnya jika ia masih berusia di bawah lima tahun.

Yuk, tambah pengetahuan mengenai kasus beserta penyebab gigi patah pada anak dengan membaca artikel berikut ini:

Fraktur atau patah gigi merupakan hilang atau lepasnya suatu fragmen dari susunan gigi yang lengkap. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari karies (pembusukan gigi), trauma akibat kecelakaan, hingga benturan di area mulut. Lebih lanjut, Anderson, J.O, penulis buku Essential of Traumatic Injuries to The Teeth, mengemukakan bahwa trauma pada gigi, khususnya gigi susu, paling sering terjadi pada anak di usia 7 tahun. Sedangkan trauma pada gigi permanen biasanya terjadi pada anak rentang usia 8-10 tahun.

Nah, perlu Anda ketahui bahwa trauma pada gigi anak umumnya disebabkan oleh benturan keras yang terjadi pada mulut baik yang disengaja maupun tidak. Menurut M.Pereira, balita memang rentan mengalami trauma gigi sebab ia sedang dalam masa perkembangan motorik. Kebiasaan bermain dan berlari-lari menyebabkan bagian mulutnya berisiko terbentur objek keras, seperti tembok, lantai, pintu, bola, bahkan permainannya sendiri seperti bola, mobil-mobilan hingga gadget yang sedang dimainkannya.

Selain karena trauma, fraktur pada gigi anak juga dapat disebabkan oleh karies alias pembusukan gigi. Hati-hati, ya, Bunda! Faktor lain yang menjadi penyebab gigi patah pada anak adalah karena kurangnya edukasi dari orangtua pada anak mengenai pentingnya merawat kebersihan gigi dan dampak buruk mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih karena hal tersebut terbukti sebagai pemicu utama karies.

Faktor lain yang mungkin terjadi sebagai penyebab gigi patah pada anak adalah dari kebiasaan si kecil itu sendiri. Sadar atau tidak, si kecil sering mengatupkan dan menggemeretakkan giginya terlalu kuat. Walaupun terlihat sepele, namun kebiasaan ini ternyata dapat berakibat buruk terhadap organ mulut yaitu mengakibatkan tulang gigi keropos, resesi gusi, gigi bergeser hingga gigi retak. Bahaya bukan?

Jadi, mulai sekarang sebaiknya Anda mulai mengajarkan kebiasaan kecil pada si kecil mengenai pentingny a menjaga kesehatan dan kebersihan giginya.

Lalu, apa saja ciri gigi patah pada anak?

Utamanya, Anda perlu waspada saat anak mengeluhkan rasa nyeri pada dentin saat mengunyah, karena bisa jadi gigi buah hati mengalami gangguan, atau lebih parah, patah. Hal yang perlu dilakukan jika itu terjadi adalah segera konsultasikan hal ini ke dokter, agar si kecil mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif.

Gigi patah pada anak memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Namun, sebagai orangtua, Anda tetap dapat melakukan langkah preventif dengan mengajarkan si kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan organ mulut. Karena bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati?

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.