Bulimia Nervosa; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Bulimia nervosa

 

 

GoDok- Bulimia nervosa- Selain anoreksia nervosa, Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan kelainan makan bulimia nervosa. Agar Anda dan keluarga terhindari dari kondisi yang satu ini, ada baiknya mengenalinya lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal bulimia nervosa

Bulimia nervosa merupakan gangguan makan yang terkait dengan kondisi mental. Umunya dilatarbelakangi oleh keinginan menurunkan berat badan dengan cepat, pasien bulimia bervosa akan mulai membatasi asupan makanan sehari-harinya. Lebih lanjut, kondisi ini juga dapat dikenali dari tanda dan gejala khasnya, semisal makan berlebihan untuk kemudian dimuntahkan kembali serta konsumsi berlebih obat pencahar.

Umumnya menimpa wanita muda, bulimia sering sekali dikaitkan dengan kelainan makan lain; yaitu anoreksia. Waspada! Jika tidak segera ditangani, bulimia dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri, memicu stres dan depresi, bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Epidemiologi
  • Di Amerika Serikat, angka kejadian bulimia nervosa adalah 1%.
  • Wanita lebih sering menderita kondisi ini. Buktinya, rasio kasus bulimia pada pria dan wanita adalah 1 : 3.
  • Sebanyak 3,5% pasien bulimia  dinyatakanmemiliki berat badan yang terlampau rendah.
  • Terdapat beberapa jenis pekerjaan yang rentan memicu bulimia, sebut saja pegulat, pesenam, pelari, penyelam, aktor& aktris, serta model.
Penyebab

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun para dokter dan ahli percaya bahwa bulimia dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Tingkat kepercayaan diri yang rendah. Individu dengan berat badan berlebih umumnya memiliki kepercayaan diri yang rendah. Karenanya, banyak dari mereka yang percaya bahwa menurunkan berat badan dengan cepat merupakan salah satu cara demi meningkatkan rasa percaya diri tadi. Karenanya, jangan heran jika sebagian malah terjerumus pada penyakit bulimia.
  • Stress. Pengalaman traumatis nyatanya dapat meningkatkan risiko individu menderita Pengalaman yang dimaksud meliputi perceraian, perubahan kehidupan yang drastis, riwayat menderita penyakit fisik tertentu, hingga trauma akibat pelecehan seksual yang terjadi pada masa kanak-kanak.  
  • Depresi. Jarang yang mengetahui bahwa stres dan depresi berat dapat membuat seseorang enggan makan, bahkan justru memicunya untuk memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi.
  • Tekanan pekerjaan. Beberapa jenis pekerjaan -seperti atlet, aktor, aktris , dan model- terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena bulimia.
Gejala

Segera konsultasikan kesehatan Anda atau anggota keluarga jika terbukti mengalami beberapa atau banyak tanda & gejala bulimia nervosa berikut ini:

  • Takut gemuk, atau takut berat badan bertambah.
  • Terobsesi dengan tubuh yang langsing/kurus.
  • Memiliki persepsi yang tidak realistis mengenai berat badan dan bentuk tubuh.
  • Makan dalam porsi yang lebih banyak dengan harapan dapat mengeluarkan lemak pada tubuh.
  • Memaksa diri untuk muntah setelah/saat makan.
  • Memaksa diri untuk berolahraga secara berlebihan agar berat badan tidak bertambah.
  • Penyalahgunaan obat pencahar.
  • Menggunakan produk diet secara berlebihan.
  • Merasa tidak dapat mengontrol perilaku makan.
Diagnosis

Jika Anda mengalami tanda dan gejala bulimia nervosa di atas, maka carilah bantuan medis secepat mungkin. Mengapa? Karena bulimia yang tidak ditangani dengan segera terbukti dapat memengaruhi kesehatan, bahkan memicu timbulnya komplikasi medis lain.

Demi mendiagnosa kondisi pasien bulimia, dokter biasanya akan melakukan beragam langkah diagnosa, mulai dari wawancara singkat, pemeriksaan fisik, hingga tes penunjang lainnya demi menentukan langkah penanganan paling tepat yang dapat dicoba.

Ingat! Kejujuran dan keterbukaan merupakan 2 faktor krusial yang menentukan tingkat keberhasilan pengobatan bulimia. Karenanya, ceritakan keluhan Anda selugas mungkin pada dokter atau tenaga medis lainnya (spesialis nutrisi, psikolog, perawat, dll).

Penasaran, apakah Anda menderita bulimia atau tidak? Maka, jawablah beberapa pertanyaan di bawah:

  • Apakah Anda pernah sengaja membuat diri sendiri muntah?
  • Apakah Anda merasa cemas dan khawatir dengan asupan kalori dari makanan yang dikonsumsi?
  • Apakah Anda mengalami penurunan berat badan >6 kilogram dalam waktu singkat?
  • Apakah Anda menganggap diri gemuk, padahal orang lain mengatakan sebaliknya?
  • Apakah Anda merasa bahwa makanan telah mendominasi hidup Anda secara menyeluruh?

Jika terdapat dua atau lebih jawaban ‘ya’, maka kemungkinan besar Anda menderita gangguan makan bulimia.

Penanganan

Perubahan gaya hidup merupakan langkah pertama untuk menangani bulimia nervosa. Karenanya, jangan ragu untuk menceritakan kondisi yang Anda rasakan ke teman, orangtua, sahabat, atau kerabat yang dipercaya. Walaupun terdengar sederhana, namun cara ini dijamin ampuh untuk meredam keinginan berlebih Anda dalam mendapatkan tubuh kurus dengan cara yang tidak sehat. Ingat! Dorongan semangat dan support dari keluarga serta orang terdekat akan membuat Anda elbih kuat dalam melawan bulimia.

Untuk fase lanjut, Anda dapat berkonsultasi ke dokter. Umumnya, dokter akan menyarankan 2 jenis penanganan bulimia nervosa yang meliputi:

  • Terapi tingkah laku atau kebiasaan. Perubahan perilaku adalah modal awal untuk membuat pasien terlepas dari jerat penyakit bulimia. Dengan dibantu oleh tanaga ahli (tim medis dan pakar psikologi), pasien diharapkan dapat merubah pola makannya secara bertahap.
  • Jika memang diperlukan, beberapa jenis obat -khususnya yang bertujuan untuk mengurangi kegelisahan, depresi, dan stres- dapat turut diberikan.
Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan segera, bulimia nervosa dapat memicu timbulnya beragam komplikasi, seperti:

  • Dehidrasi.
  • Penyakit jantung.
  • Gangguan pencernaan.
  • Bunuh diri.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.