Bronkitis; Gejala, Penyebab dan Penanganan

bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput lendir dalam saluran bronkial (cabang dari tenggorok). Saluran bronkial ini sendiri berfungsi untuk membawa udara dari dan ke paru-paru. 

GoDok – Bronkitis – Pernahkah Anda merasa sesak nafas, atau bengek yang disertai batuk serta demam tinggi selama beberapa hari? Awas! Ketiga hal tersebut adalah gejala awal dari penyakit bronkitis. Jika sudah terkena, tentu akan repot jadinya. Nah, untuk mencegahnya sejak dini, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Mengenal bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan yang terjadi pada selaput lendir dalam saluran bronkial (cabang dari tenggorok). Saluran bronkial ini sendiri berfungsi untuk membawa udara dari dan ke paru-paru. Biasa disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur, penyakit ini sekarang diderita oleh sekitar 64 juta orang di dunia.

Di Amerika Serikat, jumlah kasus bronkitis kronik diperkirakan sekitar 4,45% atau sebanyak 12,1 juta jiwa dari populasi berjumlah 293 juta jiwa. Sementara di Indonesia, angka kejadianpenyakit ini hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan lama waktu gejala timbul, bronkitis dapat diklasifikasikan menjadi 2 bentuk, yaitu :

1. Bronkitis akut

Bronkitis akut ditandai dengan batuk berdahak maupun tidak berdahak yang berlangsung kurang dari 6 minggu. Bronkitis jenis ini merupakan penyakit saluran napas akut yang paling  sering dijumpai. Biasanya,  akan membaik dalam beberapa hari tanpa disertai munculnya efek yang berkepanjangan. Meski begitu, penderita bronkitis dapat mengalami batuk berkepanjangan selama berminggu-minggu. Bronkitis akut sering ditemukan pada anak anak anak yang menderita marbilli, pertusis, dan infeksi mycoplasma Pneumonia. Perubahan cuaca, polusi udara partikel maupun gas, merupakan penyebab terjadinya penyakit yang satu ini.

2. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis merupakan kondisi yang lebih serius dibandingkan bronkitis akut, di mana terjadi iritasi konstan atau peradangan pada lapisan saluran bronkial, yang bisa bertahan sampai minimal tiga bulan dalam satu tahun, dan berlangsung selama dua tahun berturut turut. Sementara bronkitis akut umumnya menyerang anak-anak, bronkitis kronis justru banyak ditemukan pada orang yang lebih tua, khususnya yang berumur di atas 65 tahun. Bronkitis tipe ini ditandai dengan batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 6 minggu, dan pada kondisi ini telah terjadi perubahan pada jaringan paru. Kondisi ini tergolong ke dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang perlu untuk segera mendapatkan perhatian medis, dan biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok bertahun-tahun.

Gejala

Penyakit ini biasanya datang dengan disertai beberapa gejala, yaitu :

  • Pilek, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokanadalah tanda-tanda yang paling sering muncul.
  • Batuk tidak berdahak,yang pada 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya, dahak akan bertambah banyak, dengan warna kuning atau hijau.
  • Demam tinggi selama 3-5 hari.
  • Sering ditemukan bunyi napas mengi, alias bengek, terutama setelah batuk. Selain itu, bisa pula terjadi pneumonia.
  • Batuk darah, yangkadang – kadang dapat terjadi akibat iritasi saluran napas. Biasanya, Anda juga akan mengalami sesak napas ketika melakukan olahraga atau aktivitas ringan
  • Mudah lelah
  • Pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
  • Wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
  • Pipi juga akan tampak kemerahan
  • Sakit kepala datang menyerang
Penyebab

Bronkitis infeksiosa biasanya lebih sering disebabkan oleh virus, seperti influenza, Rhinovirus, Respiratroy Syncitial Virus (RSB), virus parainfluenza, dan coxsackie virus. Bronkitis akut juga dapat dijumpai pada anak yang sedang menderita pertussis, morbilli, dan infeksi bakteri Mycoplasma pneumoniae. Selain itu, bronkitis dapat pula disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus, Staphylococcus,  Pneumococcus, Haemophylus influenzae. Selain itu, bronkitis dapat juga disebabkan oleh parasit seperti jamur dan askariasis. (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).

Secara lebih spesifik, bronkitis yang bersifat iritatif dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti :

  • Kebiasaan merokok dan terpapar asap rokok ,
  • Paparan polusi udara di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja, seperti asap kendaraan, asap pabrik, bahan kimia, asap tembakau dan asam kebakaran hutan.
  • Asap yang dihasilkan dari zat asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
  • Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
  • Berbagai jenis debu di sekitar Anda
Faktor risiko
  • Anda perokok berat.
  • Kekebalan tubuh yang rendah, di mana bronkitis bisa sajaberasal dari penyakit akut lain, seperti pilek, atau kondisi kronis yang mengganggu sistem kekebalan tubuh.
  • Usia, di mana bayi,anak kecil, dan lansia,  lebih rentan terhadap infeksi.
  • Paparan bahan kimia. Seseorang yang bekerja pada tempat-tempat di mana risiko terkena paparan bahan kimiacukup tinggi, seperti  misalnya produksi biji-bijian, tekstil, atau terpapar asap kimiawi.
  • Refluks lambung, di managangguan pada lambung terus-menerus dapat mengiritasi tenggorokan sehingga Anda lebih rentan terkena bronkitis.
Komplikasi

Komplikasi merupakan penyakit turunan atau bawaan yang dapat muncul jika gejala bronkitis Anda tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia, dengan perbandingan sekitar 1 setiap 20 kasus. Penyakit ini terjadi ketika infeksi menyebar lebih jauh ke dalam paru-paru, terutama pada pasien berusia lanjut. Selain itu, pnuemonia juga dapat terjadi pada bronkitis yang disebabkan oleh kebiasan merokok, serta pasien yang juga menderita penyakit penyerta, seperti sakit ginjal, jantung atau hati, dan seseorang dengan sistem imun yang lemah.

Komplikasi bronkitis lain yang dapat terjadi adalah :

  1. Bronkitis kronik, terjadi jika bronkitis akut tidak ditangani secara efektif.
  2. Pleuritis dan efusi pleura.
  3. Otitis media atau sinusitis, terutama pada anak dengan gizi kurang atau orang dengan penurunan kekebalan tubuh
  4. Sistem pernapasan mengalami penurunan fungsi sehingga pasien rentan mengalami infeksi.
  5. Atelektasis atau bronkiektasis.
  6. Haemaptoe terjadi akibat dari pecahnya cabang vena (arteri pulmonalis), cabang arteri (arteri bronchials atau anastomosis pembuluh darah)
  7. Gagal napas, komplikasi bronkitis terakhir yang paling berat.
Diagnosis

Biasanya, dokter dapat mendiagnosa seorang pasien bronkitis berdasarkan hasil pemeriksaan medis ataupun melalui riwayat penyakit pasien itu sendiri. Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop,  akan terdengar bunyi pernapasan yang abnormal. Jika dibutuhkan, pemeriksaan lain, seperti tes fungsi paru-paru, tes dahak, gas darah arteri, dan rontgen dada juga akan dilakukan.

Penanganan

   Obat-obatan paling umum yang diberikan dokter untuk membantu mengurangi gejala meliputi :

  • Antibiotik: Guna mencegah risiko infeksi bakteri jika kekebalan tubuh rendah.
  • Antitusif: Berfungsi untuk mengurangi batuk dengan cara menekan pusat batuk di otak.
  • Ekspektoran: digunakan untuk mengencerkan dahak penderita, contohnya ambroxol.
  • Antipiretik: Obat ini digunakan untuk menurunkan panas pada penderita demam, contohnya parasetamol, ibuprofen, dan lainnya.
  • Bronkodilator: Obat ini digunakan pada penderita yang disertai sesak napas atau rasa berat bernapas.
  • Antibiotika: Obat ini digunakan hanya jika dijumpai tanda – tanda infeksi oleh kuman atau
  • Obat lain:Jika Anda menderita alergi, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dokter mungkin menyarankan inhaler atau obat lain untuk mengurangi radang dan membuka jalur yang menyempit di dalam paru-paru.
Pencegahan

Berikut ini adalah tindakan pencegahan yang  harus diambil untuk menghindari bronkitis :

  • Mengenakan masker, mencegah polusi udara seperti debu, serbuk sari ataupun virus dan bakteri memasuki saluran udara.
  • Menjauh dari penderita, sebab viruspenyakit dapat menyebar lebih cepat dari satu orang ke orang lain. Jaga  pola hidup sehat, seperti cukup tidur, memakan makanan yang bergizi, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan (mencuci tangan).
  • Jangan merokok, sebab merokok adalah salah satu penyebab paling menonjol dari penyakit ini.
  • Hindari perokok dan asap rokok, sebab perokok pasif memiliki risiko terkena bronkitis sama besarnya dengan perokok aktif.
  • Melakukan vaksinasi, sebab vaksinasi dapat meminimalkan risikountuk tertular sebagian besar penyebab penyakit ini. Contohnya vaksin tahunan influenza, yang merupakanvaksin tahunan penguat imun tubuh terhadap virus influenza.

Nah, itu dia penjelasan seputar penyakit bronkitis. Jadi, jangan anggap sepele kesehatan Anda ya!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.