Bronkiolitis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

bronkiolitis

Bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang terjadi pada anak-anak usia <2 tahun. Kondisi medis ini biasanya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran udara kecil dan menyebabkan radang di area tersebut.

Go Dok- Pernahkah Anda mendengar istilah ‘bronkiolitis’? Jika belum, ada baiknya Anda menyimak penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal bronkiolitis

Sejatinya, bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang terjadi pada anak-anak usia <2 tahun. Kondisi medis ini biasanya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran udara kecil dan menyebabkan radang di area tersebut. Jika tidak segera ditangani, peradangan ini dapat menghalangi saluran pernapasan (sebagian atau seluruhnya)  sehingga memicu penurunan kadar oksigen dalam darah.

Waspada! Gejala awal penyakit ini yang saru dengan flu biasa umumnya membuat orangtua tidak awas akan kondisi buah hati. Karenanya, jika anak sudah mulai menunjukkan gejala lain -semisal keluarnya suara ‘ngik’ setiap kali menarik nafas-, Anda harus sigap dan segera membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Epidemiologi
  • Di dunia, setidaknya terjadi 150 juta kasus bronkiolitis baru setiap tahunnya.
  • Di Amerika Serikat, sekitar 2-3% anak dibawah usia 12 bulan didiagnosis bronkiolitis.
  • Paling sering menimpa bayi dan anak kecil.
  • Terjadi selama 2 tahun pertama kehidupan, dan puncaknya berkisar di usia 3-6 bulan.
  • Penyakit ini lebih sering menimpa bayi laki-laki, bayi yang tidak mendapat ASI, atau bayi yang lahir prematur.
Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan anak lebih rentan terkena penyakit ini:

  • Prematuritas (usia bayi lahir <37 minggu).
  • Bayi dengan riwayat penyakit paru kronis.
  • Kelainan pada sistem saluran pernapasan.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Sistem imun tubuh yang lemah.
  • Penyakit neurologis.
Penyebab

Seperti yang telah disinggung di bagian atas, penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus -khususnya RSV (Respiratory Syncitial Virus).

Pada orang dewasa, RSV dapat menyebabkan batuk atau pilek; namun, pada anak-anak usia <2 tahun, virus ini dapat memicu bronkiolitis. Lantas, bagaimana caranya RSV menginfeksi tubuh? Nyatanya, virus ini menyebar melalui beragam cara -mulai dari percikan air ludah yang dikeluarkan pasien saat bersin/batuk, partikel ringan di udara, hingga virus yang menempel di barang-barang rumahtangga.

Setelah RSV masuk ke dalam tubuh, virus ini akan  masuk ke saluran pernapasan dan memicu timbulnya radang serta lendir. Nah, produksi lendir inilah yang akan menghalangi jalan napas dan menyebabkan sesak.

Gejala

Memang pada kebanyakan kasus, gejala bronkiolitis tidaklah berat dan dapat reda dengan sendirinya setelah 2-3 minggu. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar dan tepat kondisi ini dapat bertambah parah. Lantas, apa saja gejalanya yang harus diwaspadai? Berikut poin lengkapnya:

  • Batuk terus-menerus.
  • Hidung meler & tersumbat.
  • Napas cepat.
  • Demam.
  • Suara ngik pada saat bernapas.
  • Jeda pada napas.
  • Muntah setelah menyusui.
  • Rewel.
  • Kesulitan bernapas.
Diagnosis

Meskipun bukan termasuk kondisi medis yang serius, namun gejala bronkiolitis (khususnya di hari ke 3 dan 5) biasanya mengkhawatirkan. Oleh karena itulah, jangan tunda lagi keputusan Anda untuk membawa buah hati ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter umunya akan melakukan pemeriksaan fisik demi memastikan apa yang terjadi pada anak. Berikutnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang terkait kondisi ini. Penanganan sendiri akan diberikan sesuai dengan hasil diagnosis.

Penanganan

Sebenarnya, kasus bronkiolitis ringan tidaklah memerlukan penanganan khusus. Namun, jika penyakit ini sudah bertambah parah, maka mau tidak mau pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit. Karena hingga kini belum ditemukan obat yang dapat membunuh RSV secara komplit, maka pengobatan bronkiolitis sendiri ditujukan untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kondisi tubuh anak. Ingat! Asupan gizi, nutrisi, dan cairan yang baik sangatlah menentukan tingkat keefektifan tubuh dalam melawan infeksi.

Lantas, adakah cara ampuh yang dapat dipraktikkan demi mencegah penyebarannya? Simak poin lengkap berikut ini:

  • Tutup hidung dan mulut anak dengan menggunakan tissue saat mereka bersin atau batuk; segera buang tissue setelahnya.
  • Cuci tangan anak, utamanya setelah mereka menyentuh hidung atau mulutnya.
  • Selalu ingatkan orang-orang di sekeliling Anda untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh buah hati.
  • Bersihkan & keringkan barang-barang disekitar rumah secara teratur.
  • Jauhkan bayi yang baru lahir dari penderita flu.
  • Berikan anak ASI yang ekslusif (ASI hingga 6 bulan).
  • Stop merokok!
Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, bronkiolitis dapat memicu komplikasi berikut ini:

  1. Dehidrasi
  2. Sianosis
  3. Gagal napas

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.