Bronkiektasis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tidak optimalnya kerja organ paru-paru akibat terlalu banyaknya lendir yang diproduksi.

Go Dok – Sudah akrabkah Anda dengan nama penyakit bronkiektasis? Jika belum, maka ada baiknya Anda cari tahu lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tidak optimalnya kerja organ paru-paru akibat terlalu banyaknya lendir yang diproduksi. Lendir berlebih inilah yang kemudian membuat organ paru Anda lebih rentan terkena infeksi.

Penyakit ini pertama kali dijelaskan oleh Laennec pada tahun 1819; dan kemudian dirinci oleh Sir William Osler pada akhir tahun 1800an. Dari paparan yang dikemukakan oleh Reid pada tahun 1950, diketahui bahwa penyakit ini memiliki banyak gambaran klinis -seperti meradangnya saluran pernapasan atau tersumbatnya aliran udara. Selain tingkat keparahannya yang berbeda-beda, gejala akibatnya juga bisa hilang-timbul atau menetap. Untuk mendiagnosa penyakit ini, dokter biasanya akan menelaah kondisi batuk kronis, produksi lendir, serta hasil radiografi pasien.

Epidemiologi
  • Untuk saat ini belum, ada data sistematis yang tersedia mengenai kejadian maupun prevalensi bronkiektasis.
  • Di Amerika Serikat, penyakit ini jarang terjadi. Angka kejadian bronkiektasis diperkirakan sebanyak 110.000 kasus.
  • Angka kejadian penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Tidak terdapat perbedaan angka kejadiannya pada ras maupun sosioekonomi.
Penyebab

Bronkiektasis disebabkan oleh rusaknya dan melebarnya saluran pernapasan pada paru-paru. Walaupun dalam kebanyakan kasus penyebabnya tidak dapat diketahui dengan pasti, namun banyak ahli dan dokter yang berpendapat bahwa penyakit ini dipicu oleh infeksi atau kondisi medis lainnya.

Seperti yang telah Anda ketahui, tubuh akan memberikan reaksi perlawanan jika terbukti ada orgasme asing yang masuk dan menginfeksi organ. Nah, hal ini jugalah yang terjadi ketika paru-paru terpapar kuman; tubuh kemudian akan mengaktivasi sistem imunnya demi membunuh kuman ini. Salah satu bentuk perlawanan yang terjadi adalah diproduksinya lendir di paru-paru.

Namun, jika infeksi pada saluran pernapasan terus terjadi, maka lajur udara akan terus dipenuhi oleh lendir. Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi ini justru dapat menyebabkan pelebaran saluran pernapasan, kerusakan paru-paru, dan memicu infeksi lainnya.

Secara garis besar, terdapat beberapa kemungkinan penyebab utama terjadinya penyakit ini yaitu:

  • Infeksi pada anak; biasanya dikaitkan dengan pneumonia, tuberkulosis, maupun campak.
  • Sistem imun tubuh yang menurun.
  • Terdapatnya benda asing yang masuk ke paru-paru.
  • Kelainan pada struktur lapisan paru-paru.
  • Kondisi medis tertentu, seperti sindrom Sjorgen, penyakit chron dan kolitis ulserativ.
Gejala

Gejala bronkiektasis yang paling umum adalah batuk terus-menerus yang diikuti oleh bertambahnya produksi dahak dalam jumlah yang besar setiap hari. Lendir yang dihasilkan umumnya berwarna kuning pucat atau kuning-kehijauan.

Gejala lainnya yang dapat menyertai kondisi ini antara lain:

  • Batuk berdahak sehari-hari yang terjadi selama berbulan-bulan, atau bertahun-tahun
  • Sesak
  • Napas pendek
  • Suara ‘ngik’ pada saat bernapas
  • Dada terasa sakit
  • Ujung jari terlihat menjadi menebal.

Berikut beberapa tanda yang mengindikasikan seseorang mengalami infeksi:

  • Kondisi kesehatan dan fisik yang memburuk setiap harinya
  • Dahak yang lebih banyak serta lebih hijau dari biasanya
  • Napas bertambah buruk
  • Lelah atau letih sampai tidak dapat beraktivitas
  • Nyeri dada yang cukup tajam; keadaan ini bertambah parah saat bernapas.

Berikut merupakan tanda dan gejala yang lebih serius, yaitu:

  • Warna biru pada bibir dan kulit
  • Suhu tubuh yang tinggi (> 38oC)
  • Nyeri dada yang disertai sakit pada saat batuk.
Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasiennya, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik yang ditujukan untuk memastikan apakah yang pasien alami benar bronkiektasis, atau penyakit lain. Dokter juga akan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Jika kondisi pasien cukup parah, maka ia akan dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

Penanganan

Waspada, karena bronkiektasis dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Karenanya, dibutuhkan perawatan yang baik, benar, dan tepat guna mencegah kondisi agar tidak bertambah parah. Pengobatan pada penyakit ini dilakukan dengan melakukan terapi cairan, fisik, maupun obat-obat kombinasi. Berikut rincian lengkapnya:

  • Antibiotik; ditujukan untuk meredakan infeksi paru berulang penyebabnya.
  • Obat pengencer lendir; ditujukan untuk melonggarkan saluran pernapasan yang dipenuhi lendir.
  • Terapi cairan; dokter akan mengarahkan pasien untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk mencegah lendir pada paru agar tidak bertambah tebal dan lengket.

Selain dengan langkah pengobatan di atas, Anda juga dapat meringankan gejala bronkiektasis dengan cara:

  • Berhenti merokok, atau terlalu sering terpapar asap rokok
  • Vaksinasi
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang
  • Makan dengan gizi dan nutirisi yang seimbang
  • Terapi fisik. Teknik ini biasanya dilakukan oleh terapis dan ditujukan untuk melonggarkan saluran pernapasan.
Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat memicu beragam komplikasi, seperti:

  1. Gagal napas
  2. Atelektasis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.