Blefaritis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Blefaritis

Blefaritis merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, khususnya bagian tepi. Jika ditelaah lebih dalam, maka penyakit ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu blefaritis yang menyerang kelopak mata luar dan kelopak mata dalam.

GoDok- Blefaritis- Memang, istilah ‘blefaritis’ belum terlalu dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, bukan berarti Anda dapat menganggapnya sepele; karena jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu timbulnya rasa ketidaknyamanan pada organ penglihatan. Tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Yuk, kenali penyakit ini lebih dalam melalui penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal blefaritis

Blefaritis merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, khususnya bagian tepi. Jika ditelaah lebih dalam, maka penyakit ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu blefaritis yang menyerang kelopak mata luar dan kelopak mata dalam.

Blefaritis bagian luar umumnya mengacu pada peradangan yang sebagian besar berpusat di kulit bulu mata. Sedangkan bagian dalam umumnya melibatkan kelenjar minyak di kelopak mata.

Umumnya, mereka yang terkena penyakit ini akan mengeluhkan kelopak mata yang terlihat bengkak dan kemerahan diiringi sensasi seperti terbakar. Lantas, siapa saja yang lebih rentan terkena penyakit ini? Ternyata, mereka yang memiliki kulit berminyak atau mata kering lebih berisiko terkena penyakit ini dibanding individu lainnya.

Penyebab

Penyebab pasti blefaritis belum dapat diketahui dengan pasti. Hal ini tidak terlepas dari  banyaknya faktor yang bisa saja menjadi penyebabnya. Namun, para ahli telah mengemukaakan bahwa terdapat beberapa faktor yang kemungkinan besar memicu timbulnya penyakit ini, seperti:

  • Infeksi bakteri pada kelopak mata.
  • Kelainan fungsi kelenjar minyak pada kelopak mata. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyumbatan pada kelenjar minyak atau tidak berfungsinya kelenjar ini.
  • Mata kering
  • Alergi (obat mata, lensa kontak, atau riasan pada bulu mata)
  • Kutu pada bulu mata
Gejala

Pada dasarnya, gejala blefaritis sangatlah beragam antara satu individu dengan individu lainnya. Namun, umumnya penyakit ini yang dapat diobservasi, seperti:ditandai oleh beberapa gejala khas, seperti:

  • Kelopak mata terasa sakit, gatal, dan terlihat berminyak
  • Mata terasa terbakar
  • Terdapat serpihan kulit atau ketombe di dasar bulu mata
  • Terdapat kerak didasar bulu mata
  • Mata berair
  • Iritasi mata
  • Sensasi mata mengganjal

Meskipun persentasenya kecil, namun dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya kehilangan bulu mata.

Komplikasi

Meskipun bukan merupakan penyakit mematikan, namun jika tidak mendapatkan penanganan tepat dapat memicu timbulnya masalah penglihatan di kemudian hari. Salah satu komplikasi khas penyakit ini adalah mata kering; kondisi medis yang membuat mata tidak bisa memproduksi cukup air mata. Akibatnya, penderita akan mengeluhkan mata yang cepat kering, berpasir, dan sakit.

Diagnosis

Demi menentukan diagnosa pasti penyakit blefaritis, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Singkatnya, dokter akan mengevaluasi mata dan kelopak mata pasien untuk menentukan metode pengobatan yang paling tepat. Selain itu, dokter juga akan menelaah ada atau tidaknya faktor eksternal yang menjadi pemicunya.

Penanganan

Bagi penderita blefaritis, dokter biasanya akan menganjurkan tiga alternatif pengobatan, yaitu:

  1. Salep atau tetes mata antibiotik. Dokter dapatmemberikan resep berupa salep antibiotik, krim, atau obat tetes mata untuk membantu mengurangi gejala blefaritis yang timbul. Biasanya, pengobatan ini dilakukan selama 4 hingga 6 minggu.
  2. Antibiotik oral. Antibiotik dosis rendah dapat diberikan untuk mengurangi peradangan yang terjadi. Obat ini akan diberikan selama 8-12 minggu tergantung kondisi yang diderita pasie Ingat! Meskipun di minggu awal kondisi mata terlihat mengalami kemajuan, namun Anda dianjurkan untuk terus mematuhi dan menyelesaikan program pengobatan antibiotik ini. Alasannya tidak lain adalah demimenghindari kejadian resistensi.
  3. Tetes air mata buatan. Tetesan cairan air mata cukup berguna jika blefaritis yang Anda derita membuat penguapan pada air mata terlalu cepat. Obat ini juga berfungsi untuk menggantikan lapisan yang berminyak pada mata sehingga meminimalisir penguapan pada permukaan mata.

Umumnya, penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan total. Namun, jangan patah semangat! Karena terdapat beberapa langkah perawatan yang bisa ditempuh untuk meminimalisir serta mengontrol gejalanya. Berikut poin lengkapnya:

  1. Bersihkan kelopak mata setiap hari. Jika Anda menderitanya, maka perawatan mata harus dilakukan setiap hari untuk mengurangi gejala yang timbul.
  2. Kompres hangat. Mengompres mata selama 10 menit dengan menggunakan handuk yang sudah dicelupkan air hangat terbukti dapat mengurangi gejala penyakit ini.
  3. Pijat mata secara lembut. Memijat mata secara lembut juga terbukti dapat mengurangi gejalapenyakit ini. Caranya, lakukan gerakan melingkar pada kelopak mata dengan menggunakan jari kelingking yang
  4. Hindari penggunaan lensa kontak. Jika terbukti menderita penyakit ini, maka Anda dilarang untuk menggunakan lensa kontak. Mengapa? Karena lensa kontak ditakutkan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Jadi, selalu jaga kesehatan mata Anda agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan seperti penyakit blefaritis ini. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.