Bingung Kenapa Bayi Menangis? Mungkin Ini Penyebabnya

www.go-dok.com

Bagi Anda yang memiliki bayi, pastinya pernah mengalami situasi di mana si kecil menangis tanpa alasan yang jelas. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, ‘apa yang salah, ya?’. Jika sudah mengalami hal tersebut, wajar saja jika Anda sebagai orangtua kemudian merasa panik dan frustasi.

Seperti yang telah kita ketahui, menangis pada bayi merupakan hal yang wajar. Mengapa? Karena tangisan adalah satu-satunya cara yang dapat dilakukan bayi untuk mengekspresikan kebutuhan atau keadaan yang dirasa. Lalu, bagaimana kasusnya dengan bayi yang menangis tanpa sebab? Eits, jangan salah, lho! Karena jika ditilik lebih lanjut, ternyata terdapat beberapa kemungkinan mengapa anak  menangis. Penasaran? Ini dia penjelasan lengkapnya:

1. Irama detak jantung ibu

Bunda, tahukah Anda, bahwa ketika menyusui, bayi lama-kelamaan akan terbiasa mendengar irama detak jantung Anda yang teratur? Nah, ketika irama detak jantung berubah -biasanya disebabkan oleh beberapa alasan, seperti habis berolahraga atau karena kondisi psikis yang tertekan-, anak akan segera mengetahuinya. Hasilnya, ia akan rewel atau bahkan menangis.

2. Mimpi buruk

Jarang yang mengetahui bahwa setelah memasuki usia 4 bulan, bayi sudah mulai bermimpi. Namun, jangan salah! Ternyata, bukan mimpilah yang kemudian membuat si bayi menangis, tapi justru perasaan takut yang ia rasa saat terbangun dan menyadari bahwa tidak ada orang di sekitarnya. Jika sampai mengalami hal ini, bayi akan menangis histeris, menolak untuk disusui, bahkan meronta ketika digendong. Sedih sekali, ya!

3. Posisi tidur

Pernahkah Anda mendapati bayi menangis saat ia tertidur pulas? Jika iya; maka segera periksa posisi tidurnya. Alasannya tidak lain karena posisi tidur bayi yang salah akan membuat ia merasakan sensasi pegal pada salah satu bagian tubuhnya. Jadi, pastikan si kecil selalu ada dalam pengawasan Anda, ya, Bunda!

4. Sakit

Jangan anggap sepele jika bayi terus menangis tanpa henti! Mengapa? Karena bisa jadi, tangisannya merupakan cara si bayi memberi tahu Anda bahwa ia sedang sakit. Bayi yang terserang flu, misalnya, akan merasa tidak enak di seluruh tubuhnya sehingga ia akan bertingkah lebih rewel dari biasanya.

5. Terserang kolik

Waspadai jika si kecil menangis lebih dari tiga jam sebanyak 3 kali dalam seminggu!  Mengapa? Karena kemungkinan bayi terkena kolik. Meskipun penyebabnya susah untuk dipastikan, tapi kolik pada umumnya dipicu oleh bayi yang terlalu banyak menelan udara ketika minum susu. Masuknya udara berlebih ini lantas membuat lambung si kecil meregang sehingga ia akan merasakan nyeri di bagian perut.

Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya kolik? Kuncinya adalah perhatikan posisi bayi saat dan setelah minum susu. Jangan baringkan si kecil setelah ia selesai disusui, karena hal ini akan menyebabkan udara yang tertelan menjadi sulit keluar. Letakkan bayi dalam posisi vertikal, atau tegak, ya! Karena dengan cara demikian, si kecil akan lebih mudah bersendawa sehingga tidak ada udara yang masuk ke sistem pencernaannya.

Itu tadi beberapa kemungkinan mengapa si kecil menangis ‘tiba-tiba’. Ssst, perlu tips jitu agar bayi kembali tenang? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

– Suara dan sentuhan lembut

Jika si kecil mulai rewel, Anda bisa menenangkannya dengan mengeluarkan suara “shhh”. Walaupun terlihat simpel, namun suara “shhh”,-atau yang dikenal juga sebagai white noise- akan membuat bayi tenang sebab suara tersebut mengingatkan ia akan keadaan di dalam kandungan. Jangan lupa untuk menambahkan tepukan atau sentuhan lembut pada punggung anak ya, Bunda!

– Menggendong dan mengayun

Bunda,  jika si kecil mulai menangis, segera gendong dan ayun dia, ya! Selain dapat membuat bayi merasa tenang dan nyaman, gendongan serta ayunan Anda juga bisa merekatkan hubungan emosional antara orangtua dan anak. Hebat, bukan?

– Mengalihkan perhatian

Jika si kecil masih menangis walaupun Anda telah mencoba dua langkah di atas, maka mulailah alihkan perhatiannya dengan membuat suara lucu, mengajaknya berbicara, memberikan mainan favoritnya, atau membuat ekspresi wajah yang konyol di depannya. Dijamin, si kecil akan segera lupa dengan tangisannya.

Semoga bermanfaat!

Comments are closed.