Berniat Pasang Behel? Kenali Dulu Serba-Serbinya!

GoDok – Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini, penggunaan behel telah menjadi suatu tren dalam gaya hidup berbagai kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Alasan pemakaiannya pun bermacam-macam. Ada yang memakainya karena memang ingin merapikan susunan gigi, namun tak sedikit pula yang menggunakannya karena alasan estetika.

Nah, karena ketenarannya di masa kini, kemudian banyak bermunculan “ahli gigi” yang menawarkan pemasangan behel dengan harga murah tanpa harus pergi ke dokter gigi. Kalau sudah begitu, tentu Anda harus pintar agar tidak tertipu oleh para dokter gigi gadungan ini. Sebab, pemasangan kawat gigi sudah seharusnya dilakukan oleh dokter gigi yang telah memiliki lisensi sah. Untuk itu, ada baiknya Anda mengetahui lebih lengkap mengenai serba-serbi pemakaian behel, alias kawat gigi.

Mengenal behel alias kawat gigi

Sejatinya, pemakaian behel, alias bracket merupakan suatu usaha perawatan ortodontis demi memperbaiki susunan gigi yang tidak harmonis. Tujuannya? Tentu saja agar gigi yang tadinya berantakan dapat menjadi rapi dan berfungsi lebih optimal. Pasalnya, jika tidak memiliki susunan yang rapi, terkadang gigi Anda akan menjadi lebih sulit dalam mengunyah dan menghancurkan makanan yang akan masuk dan dicerna tubuh.

Selain itu, gigi yang telah rapi juga akan mengurangi risiko gigi berlubang, gigi keropos, timbulnya plak, dan bau mulut (halitosis). Gigi yang tidak rapi biasanya akan membuat Anda kesusahan dalam membersihkannya, sehingga bakteri dan kuman dapat dengan mudah bersarang di mulut Anda. Jika tidak dirapikan, kuman dan bakteri tersebut dapat mengganggu kesehatan gigi dan saraf yang mampu merusak fungsi jantung Anda. Namun, jangan Anda kira pemakaian behel akan menjadikan gigi Anda rapi secara instan. Untuk mencapai tujuan akhir tersebut, tetap saja banyak proses yang harus gigi Anda lewati.

Bagaimana pemasangannya?

Meskipun terllihat keren, namun nyatanya pemasangan behel membutuhkan beberapa proses; seperti pemeriksaan gigi, pemotretan susunan gigi, dan pembuatan cetakan gigi. Kesemua langkah ini berfungsi untuk mengetahui bagian gigi mana yang perlu diperbaiki. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui terdapat masalah pada gusi dan gigi Anda, maka dokter akan mengharuskan Anda untuk memperbaiki hal tersebut terlebih dahulu.

Lebih lanjut, ketika kawat gigi telah terpasang, Anda juga diwajibkan untuk rajin berkonsultasi dengan dokter gigi minimal sebulan sekali. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan struktur gigi Anda selama pemakaian behel.

Kapan waktu pemasangan behel yang tepat?

Di samping kesehatan gigi dan gusi, hal lain yang harus diperhatikan jika ingin memakai behel adalah umur si calon pengguna. Sebenarnya, penggunaan behel akan jauh lebih baik jika dimulai sejak dini. Namun harus Anda ingat, bahwa pemasangan behel tidak boleh dilakukan sembarangan, khususnya pada anak-anak. Jika si calon pengguna behel adalah anak atau adik Anda yang masih berumur 8 – 12 tahun, ia dapat menggunakan behel non-permanen, yang bisa dilepas sewaktu-waktu. Sedangkan bagi yang telah berumur di atas 12 tahun, Anda dapat menggunakan behel cekat (permanen).

Tren pemakaian behel dan dampaknya

Telah dibahas sebelumnya, bahwa pemakaian kawat gigi saat ini tampaknya telah menjadi tren tersendiri. Kadang, pemakaian behel tidak selalu untuk perawatan ortodontis saja. Banyak yang menggunakannya agar dipandang lebih cantik atau semata-mata karena alasan prestise. Kedua alasan ini tidak jarang membuat si pemakai behel justru ingin berlama-lama memakai kawat gigi.

Harus diingat, pemakaian kawat gigi memiliki jangka waktu tersendiri. Jika Anda memakainya terlalu lama, akan muncul masalah yang menyebabkan gigi justru kembali merenggang. Dalam kasus lain, gigi dapat pula menjadi goyang dan justru mengganggu jaringan gigi yang langsung terhubung dengan saraf.

Jadi, sebelum memasang kawat gigi, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter gigi apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau tidak. Jangan pernah memakai behel hanya karena coba-coba, ya! Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel terkait seputar trik merawat gigi berbehel. Klik di sini 

Comments are closed.