Berdampak Kematian, #SkipChallenge Harus Segera Dihentikan!

GoDok – #SkipChallenge atau #PassoutChallenge adalah suatu tantangan berbahaya yang dilakukan dengan menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu. Tujuannya untuk membuat seseorang kekurangan oksigen sehingga mencapai “high” dan kehilangan kesadaran atau pingsan.

Tantangan yang sedang viral di dunia maya ini, umumnya dilakukan oleh kalangan anak muda dengan tujuan “seruan-seruan” dan menambah konten kreatif di sosial media mereka. Namun, sebenarnya #SkipChallenge ini sudah lebih dulu populer di Amerika Serikat dengan nama “choking game” atau “space monkey”.

Tahukan Anda? Di balik serunya #SkipChallenge ternyata mempunyai dampak buruk bagi tubuh, seperti hipoksia (otak kekurangan oksigen), pingsan, kejang, kerusakan sel-sel otak, hingga yang paling fatal adalah kematian. Mengerikan bukan?

“Tantangan ini secara tidak langsung memberhentikan aliran oksigen ke dalam otak, walaupun umumnya hanya 3-5 detik, kegiatan ini dapat membuat otak rusak. Yang lebih berbahaya adalah dapat memicu hipoksia, pingsan, hingga kejang yang nantinya berdampak kematian. Jadi sebaiknya hentikanlah #SkipChallenge ini mengingat dampaknya yang luar biasa!” Ujar si cantik dr. Jolinda ketua tim dokter Go Dok, aplikasi kesehatan online.

“Setelah melakukan tantangan ini, pelaku #SkipChallenge akan terjatuh atau bahkan pingsan. Yang perlu diperhatikan sebisa mungkin setelah saat sadar kembali, tetaplah dalam posisi berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi agar jantung tidak memompa terlalu keras. ”Tambahnya.

Lalu bagaimana cara menanggulangi tantangan #SkipChallenge yang berbahaya ini? Karena umumnya #SkipChallenge ini dilakukan di lingkungan sekolah diharapkan pihak sekolah melakukan pengawasan extra kepada para muridnya dan dilanjutkan dengan penyuluhan berkala seputar bahaya tantangan ini.

Bagi Anda yang mempunyai anak atau saudara yang masih remaja sebaiknya jagalah mereka dengan mengalihkannya dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat di kehidupannya kelak, misalnya dengan mengikuti ekstrakurikuler, melakukan kegiatan olahraga, bergabung di komunitas sosial hingga mengasah hobinya dengan menyalurkan dan mendaftarkannya di tempat les.

Jangan lupa juga untuk berteman dengan sang anak di semua sosial medianya agar dapat memantau segala aktivitas yang ia lakukan di dunia maya. Di waktu luang ceklah trend-trend apa saja yang sedang ramai di sosial media agar Anda selalu ter-update dan dapat mempelajari manfaatnya lalu menjelaskan dampaknya kepada sang anak. Bukankah mencegah lebih baik?