Benarkah ‘Hujan-hujanan’ Berbahaya Bagi Kesehatan? Berikut Faktanya

GoDok – Dulu, ketika masih kecil, senang sekali rasanya jika melihat hujan turun. Alasannya tidak lain karena Anda dapat ‘hujan-hujanan’ dengan teman sepermainan. Namun, seringkali, semua rencana akan lenyap seketika sebab orangtua tidak mengizinkan Anda keluar dari rumah saat hujan deras. Banyak alasan yang mereka utarakan; namun, yang paling umum adalah rasa khawatir serta cemas jika anak akan merasa pusing atau sakit sehabis ‘hujan-hujanan’. Benarkah demikian?

Hujan dan Sakit Kepala

Ternyata, ketakutan orangtua jika Anda menderita sakit kepala karena ‘hujan-hujanan’ bukanlah sekedar isapan jempol belaka. Faktanya, seperti yang dikutip dari Menshealth, guyuran air hujan akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama area kepala. Hal inilah yang kemudian dicurigai sebagai pemicu timbulnya sakit kepala sebab tubuh akan mengeluarkan energi lebih besar demi mengurangi rasa dingin. Mengejutkan, bukan?

Hujan dan Flu

Alasan lain mengapa ‘hujan-hujanan’ sudah sepatutnya dihindari, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, adalah karena dinginnya guyuran air hujan terbukti dapat memicu timbulnya beragam penyakit, seperti batuk dan flu. Ini sejalan dengan pernyataan dr. Jason Chia, Konsultan Dokter Olahraga dari Changi Sports Medicine Centre dan Singapore Sports Medicine Centre, yang menyimpulkan bahwa dinginnya air hujan tidak hanya dapat memicu penyempitan pembuluh darah di lapisan hidung dan tenggorokan, namun juga dapat melemahkan sistem imun sebab suhu tubuh berubah secara drastis. Dampaknya, Anda akan lebih rentan terkena flu dan batuk.

Hujan Gerimis vs Hujan Deras

Pernahkah Anda mendengar pernyataan bahwa hujan gerimis lebih berbahaya daripada hujan deras? Selidik punya selidik, kepercayaan ini memang benar adanya. Beberapa ahli percaya bahwa hujan gerimis lebih berpotensi menyebabkan pusing serta infeksi penyakit akibat bakteri dan virus. Alasannya? Ketika hujan deras, senyawa asam yang turut terbawa dalam awan akan disebar seiring dengan turunnya guyuran air. Lain halnya dengan hujan gerimis. Karena rendahnya volume air yang turun, senyawa asam akan lebih terkonsentrasi dalam setiap tetes hujan sehingga lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan memicu timbulnya infeksi penyakit.

Bahaya Hujan Pertama

Jangan merasa senang dahulu jika hujan pertama kali muncul setelah berakhirnya musim kemarau! Alasannya tidak lain karena hujan yang pertama kali tercurah dipercaya mengandung banyak polutan dan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Senyawa, seperti timbal dan karbon monoksida, yang berasal dari polusi kendaraan dan asap buangan pabrik akan terkonsentrasi di awan, hingga akhirnya dicurahkan dalam bentuk hujan. Singkatnya, semakin tinggi tingkat polusi suatu kota, maka semakin berbahaya juga hujan pertamanya.

Itu tadi serba-serbi mengenai dampak buruk hujan bagi kesehatan. Ternyata, wejangan orangtua ada benarnya juga, ya! Jadi, sebisa mungkin, hindari kebiasaan ‘hujan-hujanan’ mulai dari sekarang. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Semoga bermanfaat!