Bunda, Begini Cara Menangani Anak Patah Hati

cara menangani anak patah hati

Go Dok- Cara menangani anak patah hati- Di masa pubertas anak di usia remaja, kehidupan percintaan menjadi salah satu masalah besar. Anak mulai tertarik dengan lawan jenis, namun tidak jarang diantaranya mengalami patah hati. Sebagai orang tua, wajar jika Anda ikut merasa sedih ketika anak mengalami patah hati. Biasanya melihat anak selalu ceria, kini ia terlihat murung dan tidak bersemangat menjalani hari-harinya. Bahkan, tidak jarang beberapa anak justru mengurung diri. Anda kerap bingung untuk membantunya kembali senang dan bergairah untuk beraktivitas lagi.  Penasaran bagaimana sebaiknya Anda menangani anak yang patah hati?

Berikut cara menangani anak patah hati yang bisa Anda praktiikan:

1. Dengarkan keluhannya

Cara menangani anak patah hati yang pertama dengan selalu mendengarkan keluhannya. Mungkin anak Anda tidak serta merta selalu bercerita terhadap kehidupan percintaannya, bisa karena tidak terbiasa atau malu untuk mengungkapkannya kepada orang tua. Anda tidak perlu memaksa anak untuk bercerita, namun Anda bisa mulai memancingnya dengan menanyakan keadaannya yang terlihat lesu. Jika Anak tetap tidak ingin berbicara, Anda tetap bisa memberikannya perhatian agar ia tahu Anda selalu ada untuk dirinya.

Ketika anak akhirnya bersedia untuk bercerita, dengarkan benar-benar permasalahannya. Ketika ia mencurahkan hatinya, ia tidak selalu meminta nasihat, bisa jadi ia hanya butuh didengarkan dan dimengerti.

2. Bagikan cerita Anda

Ketika anak sudah bersedia bercerita, Anda mungkin bisa turut menceritakan bagaimana masa-masa Anda patah hati dan bagaimana menanganinya. Dengan membagi cerita serupa, Anda bisa meyakinkan si anak bahwa setiap patah hati pasti akan berlalu dan ia tidak sendirian yang merasakan hal demikian.

Namun, yang mesti diingat, anak Anda butuh didengarkan, bukan mendengarkan. Jadi, jangan biarkan pembicaraan larut dalam cerita Anda. Anda bisa menceritakannya secara ringkas hanya sebagai contoh saja, karena keadaan anak dan Anda bisa jadi berbeda.

3. Jangan membela salah satu pihak

Cara menangani anak patah hati yang selanjutnya dengan usahakan jangan membela salah satu pihak. Anda tentu ingin meringankan beban dan rasa patah hati yang dirasakan oleh anak Anda. Namun, ada baiknya Anda tidak memihak salah satu jika keadaan memungkinkan. Anda bisa memberikan sisi positif dan negatif yang seimbang dari kedua belah pihak. Dengan demikian, Anda bisa membantu anak Anda untuk melihat suatu masalah dengan lebih bijak.

Selain itu, tidak membela salah satu pihak membuat anak Anda menjadi lebih kuat untuk menghadapi orang yang dipermasalahkan. Ketika Anda mengikuti anak Anda untuk menyalahkan ‘si dia’, hal tersebut justru membuat drama semakin intens dan memperparah rasa kecewa anak. Selain itu, hal tersebut juga memperburuk hubungan keduanya.

4. Ingatkan tentang kelebihan si anak

Patah hati dapat membuat anak menjadi kekurangan rasa percaya diri akibat kekecewaannya. Anda bisa bantu mengingatkan dirinya memiliki berbagai kelebihan yang dapat menjadi nilai bagi kepribadiannya. Ia akan memahami bahwa kelebihannya patut diapresiasi oleh orang lain dan mendapatkan tautan hati yang lebih baik lagi.

5. Ajak anak pergi liburan atau aktivitas baru

Cara menangani anak patah hati yang terakhir dengan mengajaknya pergi liburan. Patah hati yang selalu mengganggu pikiran anak bisa Anda bantu halau dengan memberikan kesibukan bagi si anak. Anda bisa mengajaknya pergi liburan singkat atau mengajaknya melakukan aktivitas atau hobi baru yang bisa kembali membuatnya bersemangat. Keadaan yang sibuk bisa bantu mendistraksi pikiran anak soal patah hatinya.

Dengan memberikan bantuan moril kepada anak, penting untuk anak ketahui bahwa dirinya bukan satu-satunya yang mengalami patah hati. Selain itu, anak tidak akan merasa sendirian jika Anda selalu menunjukkan bahwa Anda selalu berada di sisinya ketika ia membutuhkan, bahkan hanya untuk berbagi cerita. Cukup menyediakan kuping Anda, anak akan merasa lebih lega dan terkurangi bebannya.

Suntikan moril tersebut tidak hanya berlaku ketika anak patah hati saja. Dengan memberikan dukungan, anak dapat menangani berbagai permasalahan hidup lainnya, baik ketika mengalami kegagalan di sekolah, pertemanan, atau ketika berkarir nantinya.

Itu tadi cara menangani anak patah hati. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.