Bagaimana Caranya Melatih Anak Untuk Tidur Sendiri?

www.go-dok.com

GoDok – Bagi Anda yang memiliki balita, pastilah tahu bagaimana manjanya mereka pada usia ini. Apalagi dalam soal tidur, biasanya si buah hati akan rewel meminta “bobok” dengan mama atau papanya. Seringkali, karena menganggap si kecil masih masanya tidur bareng orangtua, Anda mengabulkan keinginannya tersebut.

Eits, jangan salah Bunda! Sebenarnya, membiasakan dan melatih si kecil untuk tidur sendiri di kamarnya sudah dapat dimulai sejak ia berusia 2-3 tahun, lho. Sebab, di usia tersebut ego si kecil mulai berkembang sehingga Anda disarankan untuk mengajarinya tentang ruang pribadi. Selain itu, saat Anda mengajarinya untuk mulai tidur sendiri, secara tidak langsung Anda juga turut melatih kemandirian dan perlahan membuatnya lebih bertanggungjawab. Lalu, bagaimana cara merayu si kecil agar ia mau tidur? Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda praktikkan :

1. Mencari tahu alasan anak tidak ingin tidur sendiri

 Sebagai langkah awal, Anda dapat mulai mencari tahu tentang apa yang membuatnya takut atau tidak nyaman. Mulailah dari hal-hal yang bersifat umum seperti, perasaan takut mereka terhadap hal yang mungkin muncul di malam hari (monster dalam lemari, hantu di kolong tempat tidur, binatang kecil, dll) atau perasaan iri si kecil dengan saudaranya yang lebih muda. Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, cari solusi yang tepat agar hal tersebut tidak menjadi penghalang si kecil untuk tidur di kamarnya sendiri.

2. Berikan penjelasan pada anak

Secara lembut, Anda dapat memberitahu si kecil alasan-alasan mengapa ia lebih baik tidur sendiri di kamarnya. Misalnya, Anda dapat mengatakan bahwa anak bisa memiliki sebuah tempat yang khusus diperuntukkan untuknya dan memiliki kebebasan untuk menghias kamarnya. Selain itu, untuk menghilangkan rasa takutnya, yakinkan ia bahwa monster dan hantu itu tidak nyata, dan hanya sebatas imajinasinya saja.

3. Biasakan secara perlahan

Sebagai langkah awal, Anda bisa membiasakan si kecil untuk tidur di kamarnya sendiri ketika tidur siang. Mengapa? Sebab jika tidur sendirian di siang hari mengurangi perasaan takut anak pada kegelapan. Pada malam hari, biarkan anak untuk tidur di kamar Anda, namun jangan berbagi tempat tidur dengannya, biarkan ia tidur di kasur terpisah. Meskipun mungkin Anda kadang tidak tega melakukannya, namun hal ini bermanfaat melatihnya tidur seorang diri namun dia tetap merasa aman.

4. Siapkan kamar yang nyaman

Bunda, jangan lupa untuk juga menyiapkan kamar yang nyaman bagi si kecil agar ia betah tidur sendirian. Libatkan pula anak Anda dalam mendekorasi kamar sesuai keinginannya sehingga mereka merasa memiliki kamar tersebut. Untuk memberi kesan ceria dan akrab, Anda dapat memasang sprei dengan gambar karakter favoritnya, tempel stiker yang mereka sukai, atau letakan barang-barang koleksinya di tempat yang si kecil tentukan.

5. Berikan penerangan pada kamar anak

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kegelapan bisa menjadi alasan si kecil takut tidur sendirian. Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan beberapa penerangan pada kamar anak. Dengan adanya cahaya yang cukup, kamar anak dapat menjadi lebih nyaman dan membantunya untuk merasa lebih tenang.

6. Berikan Pujian

Anda wajib memberikan pujian pada si kecil saat mereka telah berhasil tidur sendirian. Hal ini penting karena merupakan bentuk apresiasi Anda atas usahanya memenuhi keinginan orangtua. Pujian bisa Anda berikan dengan memeluknya di pagi hari atau mengajaknya jalan-jalan ke tempat bermain favoritnya. Tunjukkan bahwa Anda merasa bangga terhadapnya dan si kecil pun akan memahami bahwa tindakannya benar dan tentu merasa dihargai.

7. Bersikaplah konsisten

Meskipun mula-mula si buah hati sudah rajin tidur di kamarnya sendiri, namun ada kalanya dia akan kembali ke kamar Anda. Jika hal ini terjadi, Anda tidak boleh goyah ya, Bunda! Jangan terlalu terpengaruh oleh rengekan atau tangisan anak. Langsung gendong dan temani si kecil kembali ke kamarnya tanpa terlalu banyak interaksi. Sangat penting untuk meyakinkan anak agar kembali ke kamar tidurnya setiap kali hal ini terjadi. Karena jika tidak, ia akan makin sering pindah ke kamar tidur Anda.

Tentunya, membiasakan anak untuk tidur di kamarnya sendiri bukanlah perkara gampang. Kemauan dan kesabaran dari orangtua adalah kuncinya. Jadi, selamat mencoba!

 

Comments are closed.