Aterosklerosis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah kondisi serius di mana pembuluh darah arteri menjadi tersumbat oleh zat lemak yang menumpuk (disebut plak).

GoDok- Aterosklerosis- Seberapa dalam Anda mengenal penyakit ini? Yuk, kenali lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal aterosklerosis

Aterosklerosis adalah kondisi serius di mana pembuluh darah arteri menjadi tersumbat oleh zat lemak yang menumpuk (disebut plak). Plak inilah yang menyebabkan pembuluh darah arteri mengeras dan menyempit sehingga membatasi aliran darah dan suplai oksigen ke organ vital (seperti jantung dan otak) serta meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Memang, penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Bahkan, pada sebagian besar kasus, pasien tidak sadar bahwa mereka tengah menderita kondisi ini. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung dan stroke.

Epidemiologi
  • Di Amerika Serikat, 1 dari 6 orang meninggal akibat penyakit jantung koroner.
  • Diperkirakan setiap tahunnya sebanyak 785.000 wargaAmerika menderita infark miokard dan 470.000 orang  di antaranya mengalami serangan berulang.
  • Aterosklerosisbanyak menimpa pria yang berusia > 40 tahun dan wanita usia >50 tahun.
Penyebab

Aterosklerosis merupakan penyakit lambat, namun progresif. Banyak ahli percaya bahwa kondisi ini bisa saja mengintai Anda sejak masa kanak-kanak, dan berkembang pesat di usia 30 tahun. Namun, kapan penyakit ini terbentuk dan apa penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Dari poin sebelumnya, sudah dibahas bahwa penyakit ini dipicu oleh penyumbatan pembuluh darah akibat plak. Lantas, bagaimana plak bisa terbentuk? Ternyata, plak mulai terbentuk saat pembuluh darah arteri mengalami kerusakan -biasanya dipicu oleh kadar kolesterol dan trigliserida yang meningkat, tekanan darah tinggi, serta kebiasaan merokok. Seiring dengan berjalannya waktu, pembuluh darah akan mulai mengeras dan menyempit. Akibatnya, organ dan jaringan yang terhubung dengan pembuluh darah ini akan terganggu fungsi dan cara kerjanya sebab tidak cukup menerima darah.  Lebih lanjut, plak juga dapat pecah dan masuk ke dalam aliran darah yang menuju organ lain. Mengerikan, bukan?

Faktor risiko

Faktanya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit ini, seperti:

  • Riwayat keluarga yang mengalami aterosklerosis maupun penyakit jantung.
  • Usia. Angka kejadian penyakit inimeningkat pada usia 40 tahun bagi pria; dan 50 tahun pada wanita.
  • Merokok. Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi rentan mengalami penyempitan dan pengerasan. Selain itu, merokok juga terbukti dapat menurunkan pasokan oksigen dalam darah.
  • Diet tinggi lemak jenuh. Lemak yang tinggi dalam darah dapat memicu penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, darah akan mudah menggumpal danmemicu penyakit jantung.
  • Penyakit lainnya, seperti darah tinggi, kencing manis, kolesterol
  • Kurang olahraga. Jarang berolahraga membuat tubuhtidak seimbang. Akibatnya, Anda berisiko besar mengalami kenaikan berat badan, kolsterol, dan tekanan darah.
  • Obesitas. Nyatanya, obesitas membuat Anda lebih rentan terkena kencing manis dan tekanan darah tinggi. Kedua hal inilah yang bisa memicu penyakit jantung.
  • Konsumsi alkohol. Alkohol merupakan zat yang tinggi kalori. Karenanya, konsumsi berlebih senyawa ini dapat memicu kenaikan berat badan serta kerusakan pada pembuluh darah.  
Gejala

Aterosklerosis pada awalnya tidak menimbulkan gejala apapun -hal ini akan berlangsung hingga pembuluh darah arteri menyempit atau mengeras. Jika sudah begitu, maka pasien lambat laun akan mengeluhkan beberapa gejala, seperti:

  • Jika aterosklerosis mengenai jantung, maka pasien umumnya akan mengeluhkan dada yang terasa nyeri dan tertekan.
  • Jika mengenai arteri yang mengarah pada otak, maka gejala yang timbul berupa  mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kehilangan penglihatan sementara waktu, atau otot wajah yang lemah pada satu sisi.
  • Jika mengarah pada lengan ataukaki, maka gejala yang timbul adalah nyeri pada kedua organ tersebut ketika digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
Diagnosis

Jika Anda atau keluarga terbukti mengalami beberapa atau banyak gejala aterosklerosis di atas, maka segera konsultasikan hal ini ke dokter. Ingat! Jangan sungkan untuk mendiskusikan semua keluhan yang dirasa secara detail. Selain itu, beberkan pula riwayat penyakit lainnya, semisal kencing manis, darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga riwayat penyakit keluarga.

Penanganan

Penanganan aterosklerosis bertujuan untuk mengurangi gejala dengan segera, mencegah serangan yang berkelanjutan, serta mengurangi risiko serangan jantung ataupun stroke. Jika Anda berisiko besar mengalami serangan jantung ataupun stroke, maka dokter biasanya akan menganjurkan terapi obat tertentu; atau bahkan prosedur pembedahan. Ingat! Pembedahan hanya akan direkomendasikan jika pengobatan yang sudah diberikan terbukti tidak menunjukkan respon apapun.

Namun, jika risiko terkena penyakit jantung atau stroke masih rendah, maka pasien biasanya akan disarankan untuk mengubah gaya hidupnya. Seperti apa? Berikut poin lengkapnya:

  • Olahraga yang benar dan low impact(jalan sehat, berenang, dan bersepeda) terbukti dapat memperbaiki kondisi jantung serta pembuluh darah.
  • Mengurangi makanan yang tinggi lemak jenuh, seperti makanan cepat saji, nugget, sosis, biskuit, kue, krim, santan, margarin/mentega, serta Sebagai gantinya, Anda dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi olive oil, sunflower oil, biji-bijian, kacang tanpa lemak.
  • Mengurangi konsumsi garam(kurang dari 1 sdt/hari).
  • Berhenti merokok danminum alkohol.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
Komplikasi

Jika dibiarkan, aterosklerosis dapat memicu beragam penyakit kardiovaskular, seperti:

  • Angina; ditandai dengan nyeri parah pada dada.
  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Stroke

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.