Apakah Perbedaan Radang Sendi dengan Rematik?

perbedaan radang sendi dengan rematik

Go Dok – Perbedaan radang sendi dengan rematikBila Anda pernah merasakan ngilu yang teramat sangat pada tulang atau persendian Anda, maka Anda harus berhati-hati. Bisa jadi ada masalah terhadap kesehatan tulang Anda. Ada pun terdapat dua penyakit pada tulang yang sering disalahpahamkan sebagai penyakit yang sama, yaitu radang sendi dan rematik. Padahal, terdapat perbedaan di antara keduanya.

Apakah perbedaan radang sendi dengan rematik? Simak paparan Go Dok berikut ini!

Sebelum mempelajari perbedaan keduanya, Anda perlu memahami mengapa keduanya seringkali dianggap hal yang sama. Radang sendi dan rematik sama-sama penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada sendi (arthritis) dan memiliki beberapa gejala yang sama, yaitu rasa sakit dan ngilu di bagian persendian.

Namun, dua kondisi penyakit radang sendi dan rematik benar-benar berbeda. Radang sendi sendiri disebut dengan osteoarthritis (OA). Radang sendi merupakan penyakit yang biasanya diderita oleh orang-orang yang sudah berumur atau dikarenakan kecelakaan.Usia yang semakin lanjut menggerogoti tulang rawan yang melindungi ujung-ujung persendian. Sehingga, kedua tulang saling bergesekkan dan menimbulkan rasa sakit.

Perbedaan radang sendi dengan rematik – Rasa sakit tersebut kemudian menyebabkan penderitanya memiliki pergerakan terbatas, pada persendian di dengkul. pinggul, atau bahu. Bahkan, rasa sakit pada radang sendi akan semakin terasa semakin parah setelah melakukan olahraga dan memberikan tekanan pada sendi. Terkadang terdengar gemertak pada tulang ketika sendi yang terserang digerakkan.

Sementara itu, penyakit rematik, yang disebut sebagai rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun, atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang balik tubuh, terutama pada bagian membrane synovial dan pelumas persendian. Autoimun tersebut menyerang pelumas yang ada di persendian sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan tersebutlah yang kemudian menyebabkan adanya rasa sakit.

Berbeda dengan radang sendi, penderita rematik tidak hanya merasakan sakit pada persendian seperti pada jari, kaki, pergelangan, tetapi juga demam, rasa sakit pada bagian dada pada saat bernapas, mengalami mata dan mulut yang kering, kesemutan, pusing, gangguan tidur, hingga kelelahan yang berlebihan. Biasanya, penderita remaitk merasakan kekakuan pada persendian lebih dari satu jam, serta merasakan sakit pada kedua sisi tubuh.

Perbedaan radang sendi dengan rematikPenyakit ini biasanya berkembang selama beberapa minggu. Namun, pada beberapa kasus, rematik bahkan dapat berkembang jauh dalam hitungan hari. Rematik tidak hanya menyerang orang berusia lanjut, tetapi yang berusia 30-50 tahun, meskipun tidak menutup kemungkinan rematik menyerang orang-orang berusia di bawah 30 tahun.

Menurut News-medical.net, radang sendi bisa didiagnosa dengan x-ray atau MRI. Untuk gejala fisik pun biasanya radang sendi diperiksa melalui bagian sendi apakah mengalami bengkak atau warna merah. Sementara itu, penyakit rematik sendiri tidak dapat diprediksi. Terkadang gejala tersebut muncul dan hilang sendirinya.

Karena kedua penyakit tersebut bermasalah pada rasa sakit pada persendian, maka penanggulangan radang sendi dan rematik berfokus pada pengurangan peradangan dan rasa sakit tersebut. Biasanya, diperlukan obat anti peradangan yang tidak mengandung steroid untuk mengurangi radang dan pembengkakan.

Perbedaan radang sendi dengan rematikRasa sakit pada radang sendi biasnaya dapat diatasi dengan gel pereda rasa sakit atau yang berbentuk tablet. Sementara itu, penderita rematik biasanya disarankan untuk meminum obat antirematik untuk menenangkan sistem kekebalan tubuhnya, demikian menurut Telegraph.co.uk. Meski demikian, obat tersebut tentu harus diresepkan terlebih dahulu oleh ahlinya.

Untuk dapat menghindari adanya penyakit pada tulang, para ahli menyarankan untuk adanya perubahan gaya hidup, baik dari pola makan, diet, dan pola olahraga. Ahli menyarankan juga untuk bergerak banyak dan berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu untuk investasi di hari tua nantinya. Hal ini juga berlaku bagi orang-orang lanjut usia untuk menguatkan otot-otot penopang.

Itu tadi perbedaan radang sendi dengan rematik. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.