Apa, Sih, Risiko Kehamilan di Usia Tua?

Bagi Anda yang sudah lama menikah, mengandung si buah hati pastinya menjadi momen yang selalu dinanti-nanti. Namun, Anda harus berhati-hati jika mengandung di atas usia 35 tahun karena kehamilan di usia tersebut memiliki risiko kegagalan yang tinggi. Mengapa? Sebab faktanya, sel telur Anda merupakan organ pertama yang mengalami penuaan dan penurunan fungsi terlebih dahulu. Efeknya, seiring menuanya usia Anda, sensitivitas indung telur juga akan berkurang. Hal ini kemudian akan berpengaruh pula pada hormon pengendali dari otak sehingga sel telur kemudian menjadi sulit dilepaskan ke dalam rahim.

Selain kesulitan dalam mengandung, kehamilan pada usia di atas 30 tahun juga memiliki risiko sebagai berikut :

1. Sulitnya proses melahirkan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sel telur Anda akan mengalami penuaan karena usia sehingga menyebabkan organ ini menjadi lemah. Kelemahan pada struktur jaringan penunjang rahim inilah yang kemudian membuat proses persalinan Anda menjadi lebih berisiko. Hati-hati! Selain itu, terjadinya pendarahan dan tersumbatnya jalan lahir oleh ari-ari juga menjadi resiko yang harus diwaspadai dalam proses melahirkan. Karena hal-hal inilah kebanyakan wanita yang hamil di usia tua kemudian memilih untuk melahirkan dengan cara caesar.

2. Tingginya risiko keguguran

Usia yang tua juga dapat membuat sel telur Anda mengalami penurunan kualitas sehingga menyebabkan janin yang dikandung tidak berkembang secara sempurna. Hal ini menyebabkan risiko Anda mengalami keguguran menjadi lebih tinggi, karena bisa saja janin mengalami kematian terlebih dulu di dalam rahim. Selain itu, Anda juga akan  berisiko mengalami pendarahan yang lebih besar.

3. Bayi lahir pada kondisi prematur

Tahukah Anda bahwa jika mengandung di atas usia 35 tahun, kehamilan Anda akan rentan terkena komplikasi? Komplikasi inilah yang kemudian dapat menyebabkan bayi yang Anda kandung lahir secara prematur. Hal inilah yang harus Anda waspadai. Sebab, bayi yang lahir prematur nantinya dapat mengalami banyak masalah dan gangguan pada  kesehatan serta proses tumbuh kembangnya.

4. Bayi lahir dengan berat badan kurang

 Saat memasuki usia di atas 30 tahun, Anda sebagai calon ibu biasanya tidak lagi dapat memproduksi berbagai macam nutrisi penting untuk janin secara optimal. Hal inilah yang kemudian menyebabkan perkembangan si janin menjadi terhambat sehingga ia lahir dengan berat badan yang rendah. Nah, berat badan yang rendah ini kemungkinan akan melemahkan daya tahan tubuhnya. Akibatnya, si buah hati akan menjadi lebih mudah terserang berbagai macam penyakit.

 5Bayi mengalami cacat dan kelainan kromosom

Jarang yang mengetahui bahwa kehamilan di usia tua juga dapat membuat bayi yang dikandung terlahir cacat atau menderita kelainan kromosom. Faktanya, penurunan kualitas sel telur pada usia tua dapat memperbesar risiko bayi Anda lahir dalam keadaan tidak sempurna dan mengalami kelainan kromosom, sehingga proses tumbuh kembangnya di kemudian hari akan terhambat.

6. Mudah lelah

Kehamilan merupakan sebuah kondisi di mana Anda membutuhkan banyak tenaga dan energi. Nah, bertambahnya usia Anda biasanya akan diiringi pula dengan berkurangnya tenaga. Maka, saat hamil pada usia di atas 30 tahun, Anda akan cenderung lebih cepat merasa lelah karena beban kehamilan.

Meskipun hamil di usia tua memiliki banyak risiko pada kesehatan Anda dan si jabang bayi, bukan berarti Anda harus menghindarinya. Sebab, tentu setiap orang memiliki alasan tersendiri mengapa mereka menunda kehamilan. Jika Anda memang merencanakan atau sedang hamil di atas usia 30 tahun, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal di atas dengan menjauhi stres dan banyak melakukan olahraga ringan seperti yoga atau jalan santai. Selain itu, Anda juga harus menjaga berat badan agar bayi yang dikandung tidak rentan terkena diabetes gestational dan mengalami keguguran. Caranya? Konsumsilah makanan yang kaya akan asam folat, kalsium, zat besi dan protein selama masa kehamilan. Terakhir, yang harus Anda lakukan  periksakan pula kandungan Anda secara rutin.

Nah, semoga bermanfaat ya, Bunda!

#SeninFeminin

Comments are closed.